RAGAM SPORT

Ahsan/Hendra ‘Selamatkan Muka’ Indonesia di Singapore Open

Pebulutangkis ganda putra Indonesia berhasil meraih gelar di Singapore Open 2018, Minggu (22/7/2018), setelah sejak 2017 Indonesia paceklik gelar di turnamen itu. (Foto : dok. bolasport.com)Pebulutangkis ganda putra Indonesia berhasil meraih gelar di Singapore Open 2018, Minggu (22/7/2018), setelah sejak 2017 Indonesia paceklik gelar di turnamen itu. (Foto : dok. bolasport.com)

TIFA Online, JAKARTA— Pebulutangkis ganda putra Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan menyumbangkan satu medali emas untuk Indonesia di final Singapore Open 2018 yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Minggu (22/7/2018).

Kemenangan Ahsan / Hendra, selamatkan muka Indonesia di turnamen berhadiah total Rp. 4,8 miliar itu, karena sejak tahun 2017 lalu, Indonesia paceklik gelar, dimana dua ganda putra kita, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Berry Angriawan/Hardianto sama-sama hanya bisa sampai ke semifinal saja.

Prestasi pasangan ganda Indonesia tersebut sekaligus menebus kekalahan salah satu pasangan ganda unggulan lainnya, Tantowi Ahmad / Liliyana Natsir harus bertekuk lutut dalam tempo 38 menit, kalah dua set langsung, 19 – 21 dan 18 – 21 dari pasangan ganda campur Malaysia, Goh Soon Huat / Shevon Jemie Lei.

Seperti di lansir beberapa media, gelar juara tersebut diraih pasangan ganda putra Indonesia setelah mengalahkan pasangan China, Ou Xuanyi/Xiangyu Ren dengan skor 21-13 dan 21-19 dalam waktu 30 menit.

CNN dalam lansirannya, Minggu (22/7/2018) menyebutkan gelar Singapura Open 2018 ini merupakan gelar kedua di turnamen yang sama bagi Ahsan/Hendra. Sebelumnya, Ahsan/Hendra merebut gelar pertama di Singapura Open pada 2013 saat mengalahkan wakil Korea Selatan Lee Yong-dae dan Ko Sung-hyun.

Singapura Open 2018 juga menjadi gelar kedua Ahsan/Hendra tahun ini. Sebelumnya, mantan ganda putra nomor satu dunia itu merebut gelar juara Malaysia International Challenge 2018 pada April lalu.

Sementara itu, Chou Tien Chen menjadi yang terbaik di sektor tunggal putra usai menundukkan kompatriotnya, Hsu Jen Jao dengan skor 21-13 dan 21-13 dalam waktu 43 menit.

Sektor tunggal putri dikuasai Sayaka Takahashi (Jepang) setelah mengandaskan Gao Fangjie dari China dalam dua set langsung 25-23 dan 21-14.

Jepang memastikan meraih gelar di nomor ganda putri Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata vs Nami Matsuyama/Chiharu Shida 16-21, 24-22 dan 21-13.

Sebelumnya Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah merilis squatnya yang terdiri dari 12 pebulutangkis putra dan 11 pebulutangkis putri yang berlaga di kelas tunggal, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, namun dari semua kelas yang di ikuti hanya ganda pria yang membuahkan hasil.

Singapore Open 2018 ini masuk kategori Super 500, dengan total hadiahnya mencapai 350 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 4,8 miliar.

Dalam kategori BWF World Tour 2018, Singapore Open masuk level empat. Alias terpaut dua tingkat dari Indonesia Open (level dua Super 1.000) yang menyediakan hadiah total 1,25 juta dolar AS.

Meski begitu, PBSI tetap menerjunkan skuat terbaik pada turnamen ini. Termasuk, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, mengingat Singapore Open 2018 ini turnamen prestisius terakhir jelang Asian Games 2018 yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Sepanjang sejarah Tournament Singapore Open, Indonesia sudah 39 kali merebut gelar, masih kalah dari Cina yang sudah 51 kali.

Hasil kontingen Indonesia tahun ini masih lebih baik bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana pencapaian terbaik diraih dua ganda putra, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Berry Angriawan/Hardianto yang sama-sama mentok di semifinal. (amr/r1)

Tinggalkan Balasan