FEATUREHEADLINESEPAK BOLA

Mengulik Aksi ‘Kembar Kolang – Kaling’ Bagas dan Bagus di Piala AFF U-16

Si kembar kolang - kaling Bagas dan Bagus, harapan baru dunia sepakbola Indonesia. (Foto : Instagram Bagas16 / TIFA Online)Si kembar kolang - kaling Bagas dan Bagus, harapan baru dunia sepakbola Indonesia. (Foto : Instagram Bagas16 / TIFA Online)

Kembar kolang – kaling Bagas dan Bagus mencuri perjatian, hattricknya saat laga lawan Kamboja mencatatkan Bagus Kaffi jadi pemegang rekor top skorer sepanjang turnamen Piala AFF U16 digelar dengan 11 gol. Sang kakak Bagas Kahfa meski diganjar kartu merah saat laga lawan Vietnam, tapi telah mengoleksi 1 gol dan 1 assist kepada sang adik. Kolang – kaling adalah panggilan akrba mereka oleh pelatih saat latihan di SSB Gelora Putra Deltras Sidoarjo.

Oleh    : Walhamri Wahid / TIFA Online

Nomor punggung kostum yang ia kenakan Bagus adalah 20, sama dengan Bambang Pamungkas legenda pemain Persija Jakarta yang jadi idolanya.

Aksinya mencetak hattrick saat menjamu pasukan U16 Kamboja yang harus mengakui keunggulan Timnas Indonesia U16 dengan skor 4-0 saat laga di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin (6/8/2018) kemarin, membuat sosok Bagus Kahfi mencuri perhatian public pecinta sepakbola se-Indonesia.

Dilansir sepakbola.com, hattrick Bagus Kahfi menasbihkan dirinya sebagai top skor sementara turnamen ini dengan 11 gol, bahkan Bagus Kahfi kini menjadi pemegang rekor gol baru di Piala AFF U-16.

Ia melewati pencapaian dua pemain Australia, John Roberts dan Marc Moric, yang mencetak delapan gol di sepanjang turnamen. Roberts mencatatkan torehan tersebut pada 2015 dan 2016, sedangkan Moric pada 2015.

Pesaing terdekat Bagus Kahfi adalah pemain Vietnam, Dinh Thanh Trung, yang mengoleksi delapan gol. Akan tetapi, Trung tak punya kesempatan untuk menambah jumlah golnya karena Vietnam gagal lolos ke semifinal.

Sosok Bagus Kahfi, tidak sendiri, sejak kemunculannya dengan sang kakak, Bagas Kahfa yang berkontribusi bagi Timnas Indonesia U-16 mempecundangi pasukan Filipina dengan skor telak 8 – 0, si kembar kolang – kaling Bagas dan Bagus yang bernama lengkap Bagas Kaffa Arrizqi (kaka) dan Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri (adik) langsung menjadi idola baru bagi publik pencinta bola.

Bagas dan Bagus secara fisik punya kemiripan yang identik. Saat masih menimba ilmu sepakbola di Jawa Timur, keduanya dipanggil dengan sebutan “Kolang-Kaling” oleh pelatih.

Dilansir indosport.com, kombinasi kedua pemain kembar kolang – kaling Bagas dan Bagus itu mengingatkan dengan tokoh kartun asal Jepang, Tachibana Bersaudara. Kerja sama antara pemain kembar tersebut sangat mirip.

Hal itu terlihat saat pertandingan Indonesia vs Filipina. Kerja sama antara Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi berbuah gol ke-8 bagi Timnas Indonesia. Tusukan Bagas dari sisi sayap diakhiri dengan umpan matang ke kotak penalti, bola berhasil disambar Bagus yang mencetak gol keduanya dala laga itu.

Sayangnya aksi Bagas Kaffa harus terhenti ketika di ganjar kartu merah oleh wasit dalam laga Indonesia – Vietnam yang berbuah kemenangan Timns Undonesia U-16 dengan skor 4 – 2.

Insiden kartu merah terjadi pada menit ke-65. Bagas Kaffa dan pemain Vietnam Vo Nguyen Hoang mendapat kartu merah sebagai imbalan karena melakukan permainan kasar, meski semua penonton menyaksikan bahwa apa yang dilakukan oleh Bagas Kaffa adalah reaksi atas aksi provokasi yang dilakukan oleh para pemain Vietnam yang cenderung kasar.

Sepeninggal ‘sang kakak’, bukannya aksi Bagus Kahfi menjadi melempem, justru dalam sisa laga yang menghantarkan Timnas Indonesia U16 ke puncak klasemen grup, Bagus Kahfi makin menunjukkan kepiawaiannya menggojek si kulit bundar, hingga hattrick tercipta saat melawan Kamboja kemarin.

Fakta Unik Si Kembar Bagas dan Bagus

Dilansir dari indosport.com, Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi lahir di Magelang, 16 Januari 2002 dari pasangan Yuni Puji Istiono dan Dewi Kartikasari, meski kembar, mereka tetap menggunakan panggilan kakak dan adik.

Bagas Kaffa adalah kakak, dan Bagus Kaffi adalah adik. Bagas dan Bagus mulai menimba ilmu sepak bola saat bergabung dengan SSB Gelora Putra Deltras (Sidoarjo) saat usia 6 tahun.

Keduanya kemudian sempat berpindah-pindah ke beberapa SSB seperti SSB Blue Eagle (Jakarta), SB Putra Kalimantan Tengah, SSB Undip, Frenz United Malaysia dan Chelsea Singapura.

Keduanya kemudian mengikuti seleksi Timnas U-16 dan terpilih untuk memperkuat tim asuhan Fakhri Husaini di ajang Piala AFF U-15 2017, serta Kualifikasi Piala Asia U-16 2018.
Posisi Di atas lapangan, Bagas dan Bagus memiliki posisi yang berbeda. Bagas sang kakak berposisi sebagai bek sayap kanan. Sedangkan sang adik, Bagus, berposisi sebagai penyerang.

Meski begitu, keduanya sempat bertukar posisi. Hal itu merupakan ketidaksengajaan, karena staf pelatih Timnas U-16 bingung dengan kemiripan keduanya.

“Kami berdua sebenarnya striker. Tapi pas seleksi di Subang, Bagus menjadi bek kiri, sedangkan saya sebagai striker. Habis itu, saya seleksi di Yogyakarta dari pertamanya ditaruh di depan, setelah itu ditaruh di belakang (karena dikira Bagus).

Ketika di Yogyakarta, Bagus enggak ikut,” kata Bagas dikutip dari Goal. Namun hingga kini, Bagas tetap bermain sebagai bek kanan, dan Bagus sebagai striker.

Meski memiliki wajah yang mirip, tapi ternyata ada cara untuk mengenali si kembar kolang – kaling Bagas dan Bagus sehingga tak tertukar. Cara pertama adalah melihat tinggi badannya. Bagas sang kakak memiliki tinggi 170cm, sedangkan adiknya memiliki tubuh lebih pendek yaitu 168cm.

Cara kedua adalah dengan melihat di bagian bawah mata. Bagas memiliki bekas jahitan di dekat matanya, sedangkan Bagus tidak.

Bagus, yang berposisi sebagai striker, sudah menyumbang 11 gol. Sedangkan Bagas, yang bermain sebagai bek sayap kanan, sudah mencetak satu gol dan satu assist buat saudara kembarnya itu.

Dilansir Tempo.co, kedua pemain kembar kolang – kaling Bagas dan Bagus ini bahkan mampu meredupkan Sutan Zico, yang sebelumnya selalu jadi bintang Timnas U-16 dan kini baru pulih dari cedera.

Sebelum bergabung ke Timnas U-16, Bagas dan Bagus juga pernah masuk dalam Timnas U13 dan berhasil menjadi juara di Filipina.

Karena sibuk mengikuti latihan Timnas U-16 dan kini tampil di Piala AFF, Bagas dan Bagus belum bisa melanjutkan pendidikan formalnya, dimana keduanya menaruh harapan untuk diterima di SMA Negeri 5 Kota Magelang.

Bahkan pendidikan formal kembar kolang – kaling Bagas dan Bagus di tingkat SMP juga tidak selesai, karena padatnaya aktifitas di lapangan hijau, sehingga keduanya berinisiatif gabung dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kuncup Mekar di kota kelahirannya dan sudah mendapatkan ijazah paket B untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTA, namun hingga kini belum ada jawaban dari SMA Negeri 5 Kota Magelang, apakah keduanya bisa terima atau tidak karena telat mendaftar. (***)

 

Tinggalkan Balasan