HEADLINEPILEG

128 Caleg Rebutan 10 Kursi Empuk Dapil Papua di Senayan

128 caleg rebutan 10 kursi empuk Dapil Papua di Senayan, tampak kantor DPR/MPR RI di Jakarta. (Foto : poskota.com)128 caleg rebutan 10 kursi empuk Dapil Papua di Senayan, tampak kantor DPR/MPR RI di Jakarta. (Foto : ist/TIFAOnline)

Sedikitnya 38 bacaleg dari luar Papua mencoba peruntungan di Dapil Papua, ada yang titipan DPP, ada yang karena kerabat pimpinan, ada juga yang di pasang sekedar untuk memenuhi kota keterwakilan perempuan minimal 30%, padahal kuota Dapil Papua di Senayan hanya 10 kursi

Oleh    : Walhamri Wahid

TIFAOnline, JAKARTA— 128 bacaleg rebutan 10 kursi empuk Dapil Papua di Senayan, dimana sesuai Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPR RI Dapil Papua pada Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.

Dari penelusuran TIFA Online, dari 16 partai politik peserta Pemilu 2019, tidak semua partai politik mengajukan 100% kuota kursi yang di perebutkan di Dapil Papua, yakni 10 kursi DPR – RI.

Sesuai hasil Pileg periode 2014 – 2019, hanya 6 partai politik yang berhasil menghantarkan kadernya duduk di kursi empuk Senayan, Jakarta, yakni PDI P 2 anggota, Demokrat 2 anggota, sedangkan Nasdem,  Golkar, Gerindra, PKB, PKS dan PAN masing – masing 1 anggota.

Dua anggota dari Partai Demokrat yakni Willem Wandik dan Liberth Kristo Ibo, dua anggota lainnya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Komaruddin Watubun dan seorang lagi Tony Wardoyo.

Berikutnya Peggy Patricia Patippi (PKB), Muhammad Yudi Kotouky (PKS), Pdt. Elion Numberi, S.Th (Golkar), dan John Siffy Mirin (PAN), Sulaiman L. Hamzah (Nasdem), dan Roberth Rouw (Gerindra).

Melihat komposisi Daftar Calon Sementara (DCS) yang sudah di umumkan KPU RI pekan kemarin, untuk partai nomor urut 1, Partai Kebangkita Bangsa (PKB) masih menempatkan anggota DPR RI incumbent, Peggy Patricia Patippi sebagai ‘ujung tombak” dengan menempatkannya di nomor urut 01, di susul dengan pendatang baru tetapi muka lama di politik Papua, Amir Madubun, SH, MH, yang juga Ketua DPW Anshor Provinsi Papua.

Disusul (3) Marthen Douw (Nabire), (4) Yanes Murib (Puncak), (5) Indrajaya, SE (Kota Jayapura), (6) Esa Divinubun, S.Pi, M.Si (Jakarta Pusat),  (7) Yehuda Govai (Nabire), (8) Yusuf Melianus Mryen , S.Sos, MM (Biak Numfor), (9) Astri Sri Haryani (Kota Jayapura), (10) Yohanes BP Manik (Medan).

Dimana dari 10 nama yang diajukan PKB, ada 2 nama yang tidak bermukim di Papua atau dari luar Papua yakni Esa Divinubun, S.Pi, M.Si (Jakarta Pusat), dan Yohanes BP Manik (Medan) di urutan 6 dan 10.

Untuk partai nomor urut 2, Gerindra, nampaknya di Pileg 2019 di tinggal pergi 1 anggota incumbentnya, Roberth Rouw, yang pindah ke Partai Nasdem.

Sedangkan komposisi DCS Partai Gerindra untuk Dapil Papua nomor urut 1 di isi oleh anak pertama Yanni, SH, Ketua DPD Partai Gerindra Papua, atas nama Irene, di susul (2) Steven Abraham (Merauke), (3) Oktasari Sabil, S.Sos, M.Si, (Kota Jayapura), (4) Hendrik Tomasoa (Kota Jayapura), (5) Habel Rumbiak (Jakarta Barat).

(6) Etty Brechtje Tukayo, SE (Kota Jayapura, (7) Nuril Anwar (Kota Tangerang), (8) Yan Permenas Mandenas, S.Sos, M.Si (Kota Jayapura), (9) Simson Sonny Manoach (Kab. Jayapura), dan di nomor urut (10) Karno Jusmiwati, SE (Jakarta Barat), yang juga adalah keponakan Yanni, SH, Ketua DPD Gerindra Papua.

Dari DCS terlihat ada 3 bacaleg Gerindra yang bermukim di luar Papua yakni dua kerabat Yanni, SH, yaitu Irene (nomor urut 1) dan Karno Jusmiwati, SE (nomor urut 10) yang semuanya beralamat di Jakarta, sedangkan Nuril Anwar (nomor urut 7) berasal dari Kota Tangerang.

Partai nomor urut 3, PDI Perjuangan masih menempatkan Kamaruddin Watubun, SH, MH sebagai ujung tombak di nomor urut 1, sedangkan satu caleg incumbentnya yang juga sudah dua kali lolos ke Senayan dari Dapil Papua meski tidak bermukim di Papua, Tony Wardoyo, berada di urutan kelima.

Ini DCS yang diajukan PDI P untuk kursi DPR RI pada Pemilu 2019 mendatang, (1) Kamaruddin Watubun, SH, MH (Kota Jayapura), (2) Mayjen TNI (Purn) CH.H. Sidabutar (Jakarta Timur), (3) Anna Martha Karubuy, S.Sos, MM (Kab. Jayapura)  (4) Frans Bob Ohee (Kab. Jayapura), (5) Tony Wardoyo (Jakarta Utara), (6) Regina M. Muabuay, S.Pd (Kab. Jayapura), (7) Alberth Yogi, S.Pd (Kota Jayapura), (8) Yahya L. Rado, SH, MH (Kota Jayapura), (9) Lilik Hari Purwaningsih, SKM (Kota Jayapura), (10) La Ode Raba’ Ali, SH (Jayapura).

Terlihat ada dua nama yang bermukim di luar Papua yakni Mayjen TNI (Purn) CH.H. Sidabutar (nomor urut 2) dan Tony Wardoyo dari Jakarta Utara (nomor urut 5).

Untuk Partai Golkar menempatkan politisi gaek yang juga sudah pernah duduk di Senayan di periode sebelumnya, Paskalis Kossay, S.Pd, MM di nomor urut 1, di susul dengan salah satu adik kandung Klemen Tinal, SE, MM yang juga Ketua DPD Partai Golkar Papua dan Wagub Papua terpilih, Trifena Tinal.

Sedangkan Pdt. Elion Numberi berada di nomor urut 3, di susul dengan (4) Syahamud Basri Ngabalin, ST (Kota Tangerang Selatan), (5) S. Adolf. T.P. Siburian (Kota Jayapura), (6) Ir. Tutik Koesmining (Kota Jayapura), (7) Azis Samual, S.Sos, M.Si (Bogor), (8) H.M. Rudy Jundani (Jakarta Selatan), (9) Dra. Hulda Ida Imbiri, MM (Supiori), (10) Yakobus Jagong, S.TP (Bogor).

Dalam DCS Partai Golkar Dapil Papua ada 4 nama anggota DPR RI yang diajukan Golkar bermukim dari luar Papua, yakni Syahmud Basri Ngabalin (nomor urut 4) yang saat ini bermukim di Tangerang Selatan, meski dahulu menghabiskan masa kecil dan masa sekolahnya di Sentani dan Kota Jayapura, sehingga tidak asing lagi bagi jagat politik Papua.

Tiga nama lainnya adalah Azis Samual, S.Sos, M.Si (nomor urut 7) dari Bogor, H.M.Rudy Jundani (nomor urut 8) dari Jakarta Selatan dan Yakobus Jagong, S.TP (nomor urut 10) dari Bogor juga.

Untuk Partai Nasdem juga masih mengandalkan Sulaiman L, Hamzah sebagai pengepul suara di nomor urut 1, di susul oleh (2) Diben Elaby, S.Th (Kota Depok), (3) Dra. Irene. L. Simanjuntak, MA (Jakarta Timur), (4) Alberth Yoku, S.Th (Kab. Jayapura) dan anggota DPR RI incumbent dari Partai Gerindra yang melompat ke Nasdem, Roberth Rouw (Jakarta Selatan) di urutan nomor 5.

(6) Ina Elisabeth Kobak, ST (Jayawijaya), (7) Drs. Festus Simbiak, M.Pd (Kota Jayapura) (8) Ruben Magai, S.IP (Kota Jayapura), (9) Yonice Felle, S.IP (Kota Jayapura), (10) Samuel Tabuni, SE (Nduga).

Ada dua nama dalam DCS Partai Nasdem yang bermukim di luar Papua yakni Dra. Irene L. Simanjuntak, MA (nomor urut 3) dari Jakarta Timur dan Roberth Rouw dari Jakarta Selatan.

Sedangkan salah satu partai pendatang baru, Partai Garuda tampil pede dengan beberapa muka dan nama baru yang belum terlalu familiar di jagat politik Papua, diantaranya (1) Pontius Omoldoman, S.Sos (Kab. Jayapura), (2) Markus Mabel, SH, MH (Jayawijaya), (3) Tia Fathiah (Jakarta Selatan), (4) Feri Alif Junus Wambrauw, S.Sos (Supiori), (5) Alberce Taniaw Inggabouw, ST (Kota Jayapura), (6) Rosmiati Wulandari (Jakarta Timur), (7) Miss JL Irene Wambrauw (Biak Numfor), (8) Parnus Wolom , S.Pd (Jayawijaya).

Dari 10 DCS yang di ajukan, ada dua bacaleg dari luar Papua yakni Tia Fathiah (nomor urut 3) dari Jakarta Selatan dan Rosmiati Wulandari (nomor urut 6) dari Jaakrta Timur.

Dan salah satu partai besutan keluarga Cendana, Partai Berkarya menjadikan anak emas mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau akrab di panggil Tommy Soeharto di nomor urut 1 Dapil Papua, di susul beberapa politis gaek Papua, diantaranya (2) Bertus Kogoya, SH (Lanny Jaya), (3) Pungky Sukmawati, SE, M.IP (Jakarta Selatan).

(4) Alex Hesegem, SH (Kota Jayapura), (5) Jonah Sostenes Weyai, SE (Jayawijaya), (6) Berina Wenda (Kota Jayapura), (7) George Lukas Dawir (Kep. Yapen), (8) David Silak, S.Sos (Kab. Jayapura), (9) Rismawati Mida (Kota Jayapura), (10) Timed Magayang, S.IP, M.Si (Yahukimo).

Dimana ada dua bacaleg dari luar Papua yakni Tommy Soeharto dari Jakarta Pusat dan Pungky Sukmawati, SE, M.IP (nomor urut 3) dari Jakarta Selatan.

Berbeda dengan partai politik lainnya yang mengajukan 100% kuota kursi di Dapil Papua, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) percaya diri hanya mengajukan 4 bacaleg, termasuk 1 caleg incumbent mereka yang duduk di DPR RI saat ini, Muhamad Yudi Kotouky.

Adapun keempat caleg dari PKS untuk DPR RI adalah (1) H. Maddu Mallu (Kota Jayapura), (2) Muhammad Yudi Kotouky (Bogor), (3) Herlina Agustina Gebze (Kota Depok), (4) Kartini Amir, SH, MH (Kota Bekasi).

Dua diantaranya berasal dari luar Papua, yakni Herlina Agustina Gebze di nomor urut 3, meski bermarga Merauke, Papua tapi domisilinya di Kota Depok, dan Kartini Amir, SH, MH (nomor urut 4) dari Kota Bekasi.

Partai pendatang baru di Pemilu 2019 lainnya, Partai Perindo mengajukan 100% kuota kursi yang ada, dimana menempatkan Ketua DPD Perindo Papua, Habel Melkias Suwae di daftar nomor urut 1, di susul (2) Pdt. Carles Simaremare, S.Th, M.Si yanag saat ini masih menjabat sebagai anggota DPD RI di Senayan.

Disusul nama (3) Naci Jacqueline Hamadi, SE (Kota Jayapura), (4) Andre J.O. Sumual, S.Sos (Jakarta Selatan), (5) Lielian Prescilla Suwages (Kota Jayapura, (6) Diaz Gwijangge, S.Sos (Kota Jayapura), (7) Restu Sismawanto, S.Sos (Subang), (8) Telma B. V. Numberi, S.Sos, MM (Kota Jayapura), (9) Ir. Adrian L. Pongsitanan (Jakarta Barat), (10) Isman Asso (Kota Jayapura).

Dari ke-10 bacaleg yang diajukan Perindo, ada 3  bacaleg yang berasal dari luar Papua, diantaranya Andre J.O. Sumual, S.Sos (nomor urut 4) dari Jakarta Selatan, Restu Sismawanto, S.Sos (nomor urut 7) dari Subang, dan Ir. Adrian L. Pongsitanan (nomor urut 9) dari Jakarta Barat.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai yang paling banyak ‘mengmpor’ bacaleg dari luar Papua, untuk memenuhi 100% kuota kursi di Dapil Papua, yakni 10 kursi, dimana Bachtiar, nama Ketua DPD PPP Provinsi Papua berada di urutan 1, disusul (2) DR. H.M. Husni (Kota Jayapura).

(3) Erlina Rasiman (Gowa), (4) Herman, SHI (Kota Tangerang Selatan), (5) ST. Munawarah (Gowa), (6) Wardatul Jannah (Sampang), (7) Fardila Indria (Gowa), (8) Febrina Ardillah (Kota Serang), (9) Nur Nahdayati Tanjung (Bekasi), (10) Sherly HN Valenia P (Jakarta Utara).

Menariknya ada 3 nama caleg perempuan dari Kota Gowa, Sulawesi Selatan, kampung kelahiran Ketua DPD PPP Papua, Bachtiar, yakni Erlina Rasiman (nomor urut 3), ST. Munawarah (nomor urut 5) dan Fardila Indria (nomor urut 7) yang kesemuanya nampaknya di pasang guna memenuhi keterwakilan perempuan semata.

Dua bacaleg yang di impor PPP lainnya adalah Wardatul Jannah (nomor urut 6) dari Sampang, dan Sherly HN Valenia P (nomor urut 10) dari Jakarta Utara.

Melihat sebaran domisili bacaleg yang di usung oleh partainya anak muda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merepresentasikan keterwakilan beberapa daerah di Papua, dimana partai berlambang bunga mawar dalam genggaman tersebut mengusung salah satu aktivis yang memiliki basis di akar rumput cukup kuat yang juga sebagai Kepala Pemerintahan Dewan Adat Papua (DAP), Sayid Fadhal Alhamid di nomor urut 1.

Selanjutnya ada nama sekretaris DPW PSI Papua, (2) Merian Toding, SE (Kota Jayapura), (3) Zonggonau, A, M.Si (Nabire), (4) Lambinggen Gwijangge (Nduga), (5) Lia Natalia (Jakarta Timur), (6) Elfinus Omaleng (Mimika),(7) Siti Hardianti Siry (Kota Jayapura), (8) Maxye Rido Aulele, SE (Kota Jayapura), (9) Amoye Pekei (Kab. Jayapura), (10) Asani Enggalim (Kab. Jayapura). Ada 1 bacaleg PSI yang di impor dari Jakarta Timur yakni Lia Natalia (nomor urut 5)

Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai satu – satunya partai yang tidak mengajukan bacaleg dari luar Papua, dimana di nomor urut 1 masih di percayakan kepada anggota DPR RI incumbent John Siffy Mirin (Kab. Jayapura),

Kemudiana ada nama (2) Mesakh Mirin (Yahukimo), (3) Eka Zuhriah (Mimika), (4) Stenly Puraro, SE, M.Si (Kab. Jayapura), (5) Amos Yikwa, Sp,M.Si, (Tolikara), (6) Isebeth Kogoya, S.PAK, MM (Kota Jayapura), (7) Paulus Ubrungge (Nduga), (8) Wembi Misikmbo, ST (Puncak), (9) Kristina Mariati Anwang (Merauke), dan (10) Johnny Wonda (Kab. Jayapura).

Untuk Partai Hanura karena masih di rundung polemic internal yang belum tuntas, sehingga pada Pemilu 2019 mendatang Partai Hanura di pastikan tidak akan memiliki wakil di DPR RI, karena tidak ada nama bacaleg yang di ajukan oleh partai tersebut.

Partai Demokrat nampaknya menargetkan akan menambah pundi – pundi kursinya di DPR RI, dimana saat ini ada dua kursi Demokrat Dapil Papua di Senayan, yakni Willem Wandik yang kembali di tempatkan sebagai ujung tombak di nomor urut 1, di susul nama Muhammad Rifai Darus di posisi kedua.

Sedangkan di urutan (3) Miftahul Jannah, S.Kom (Bekasi), sedangkan anggota DPR RI incumbent, Libert Kristo Ibo, S.Sos, SH, MH (Kota Manado) di urutan 4, di susul Sekretaris DPD Demokrat Provinsi Papua, Carolus Kia Kelen Bolly, SE, MM (Kota Jayapura) di urutan kelima.

Berikutnya ada nama (6) Ny. Etha Bulo (Jakarta Pusat), (7) Yohana Delaplata (Kab. Jayapura), (8) Olivia Flora Morin, SE (Kota Jayapura), (9) Fernando Ersento Maraden Sitorus, S.Sos, M.Si (Jakarta Pusat), (10) Petrus Pogolamum (Mimika)

Dimana Partai Demokrat mengusung 3 nama bacaleg dari luar Papua diantaranya Miftahul Jannah, S.Kom (nomor urut 3) dari Bekasi, Ny. Etha Bulo (nomor urut 6) dari Jakarta Pusat dan Fernando Ersento Maraden Sitorus (nomor urut 9) dari Jakarta Pusat.

Partai Bulan Bintang (PBB) juga hanya mengajukan 3 bacaleg dari kuota 10 kursi yang bisa di ajukan, yakni dua bacaleg dari luar Papua semuanya atas nama Samsudin Boleng, SH (nomor urut 1) dari Jakarta Selatan dan Triana Widya Wijayanti, M,Pd (nomor urut 2) dari Kota Depok, dan di nomor urut 3 ada nama Samiun Damura dari Kabupaten Jayapura.

Demikian juga Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) yang paling akhir di sahkan sebagai peserta Pemilu 2019 oleh KPU, hanya mengusulkan 3 bacaleg pada pemilu 2019 mendatang yakni (1) Engelberta Kotorok (Mimika), (2) Afik Budiawan (Magetan), (3) Petrus Mote, SE (Kota Jayapura). (TIFA Online)

Tinggalkan Balasan