HEADLINERAGAM SPORT

Ini Kata Daud Ngabalin Soal PON 2020 dan Kinerja Kadinas Sebelumnya

Ini kata Daud Ngabalin soal PON 2020 dan kinerja Kadinas sebelumnya, (Plt) Kadispora Papua yang baru, Daud Ngabalin ketika memberikan keterangan pers. (Foto : Titie / TIFA Online)Ini kata Daud Ngabalin soal PON 2020 dan kinerja Kadinas sebelumnya, (Plt) Kadispora Papua yang baru, Daud Ngabalin ketika memberikan keterangan pers. (Foto : Titie / TIFA Online)

TIFAOnline, JAYAPUA— Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 dimana Papua sebagai tuan rumah sudah di depan mata, tersisa waktu efektif sekitar 1,5 tahun lagi, di penghujung masa jabatannya, Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo mengganti Yusuf Yambeyabdi, Kadinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Papua dengan mengangkat Daud Ngabalin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadinas dengan harapan ada percepatan persiapan Papua menyongsong PON XX tahun 2020 mendatang.

“jadi tidak benar kalau kadinas sebelumnya tidak bekerja maksimal, saya ditugaskan untuk mendorong percepatan apa – apa yang sudah jadi masterplan persiapan PON dan apa yang sudah di kerjakan Kadinas sebelumnya agar di sisa waktu yang ada ini bisa lebih maksimal”, kata Daud Ngabalin kepada sejumlah awak media terkait sejumlah rumor yang berseliweran di tengah pengangkatannya sebagai Plt Kadispora menggantikan Yusuf Yambeyabdi, Rabu (29/8/2018) malam di Jayapura.

Menurutnya di sisa waktu yang ada, ia akan berusaha bagaimana membangun sinergi dengan semua stake holder yang ada dan terlibat dalam hajatan nasional tahun 2020 mendatang baik KONI, Pemerintah Daerah, maupun pemerintah pusat.

“ada hal-hal yang perlu di sinergikan dengan semua stake holder yang ada di Papua agar berfungsi lebih baik, agar kedepan yang dikerjakan untuk suksesnya PON 2020, bisa berjalan on the track dan bersama-sama, jadi kita semua harus hilangkan ego sektoral, tapi bergandeng tangan dan memanfaakan sisa waktu yang ada untuk bekerja”, kata Daud Ngabalin menambahkan bahwa Yusuf Yambeyabdi sudah berbuat yang terbaik untuk mempersiapkan PON XX selama ini.

Ketika ditanyakan langkah apa yang akan segera dia benahi dan kerjakan setelah di lantik sebagai Plt Kadispora Papua, Daud Ngabalin mengatakan akan memastikan dulu berapa cabang olahraga (cabor) yang akan di lombakan dalam PON XX tahun 2020 di Papua mendatang.

“segera kita koordinasi dengan KONI Pusat untuk memastikan jumlah cabor dulu, setelah itu mendorong SK Gubernur untuk penentuan cabang olah raga yang akan dipertandingkan sehingga jadi dasar hukum bagi kita untuk pembiayaan cabor – cabor yang akan di pertandingkan, termasuk juga melihat kesiapan venue dari tiap cabor nantinya”, kata Daud Ngabalin.

Menurutnya hingga kini belum ada dasar hukum jumlah cabor yang akan di mainkan di PON XX Tahun 2020 di Papua, meski informasi yang beredar KONI Pusat mengusulkan 48 cabor, tapi hingga kini belum ada dasar hukumnya.

“saya lihat belum final, bisa 47, 48, bahkan mungkin juga 49 atau 50 cabor, karena masih dalam pembahasan antara KONI dengan Pemerintah Daerah, karena dalam AD/ART KONI, penetapan cabor tergantung kesiapan tuan rumah berdasarkan Musyawarah KONI dan Pemprov Papua yang disetujui sekitar 47 cabor. Makanya setelah di SK –kan baru final”, kata Plt Kadispora Papua.

Terkait venue dari tiap cabor yang akan di lombakan juga menurutnya akan dilakukan koordinasi kembali, apalagi telah ada pematangan tanah yang sudah disiapkan terkait venue yang akan dikerjakan.

“kita harap tahun ini juga kita bisa lelang perencanaan beberapa venue yang belum, jika di mungkinkan, sekaligus kita lelang fisiknya, dengan target pada 2019 pelaksanaan konstruksi semua venue ini dapat dilaksanakan, baik bangun baru maupun yang di rehab, termasuk revisi PB PON untuk tahun ini, sebab hingga saat ini tidak berfungsi secara baik, setidaknya kita optimalkan”, kata Daud Ngabalin lagi.

Ia optimis penyelenggaraan PON XX Tahun 2020 akan sukses meski di kejar tenggat waktu yang singkat, karena penyelenggaraan PON 2020 adalah harga diri, sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin.

“kalau venue belum terbangun saya pikir laut juga bisa, ya paling tidak kalau akomodasi belum ada, kita tidur di tendalah, di tempat lain akomodasi belum siap, tapi PON tetap berjalan, seperti Kalimantan, Palembang  bahkan di Surabaya juga, dan saya yakin PON tetap terlaksana”, kata Daud sedikit berseloroh.

Terlepas dari itu, Ia juga meminta semua pihak untuk bersama-sama mendorong pemerintah agar rencana pelaksanaan PON 2020 di Papua dapat berjalan sebagaimana masterplannya.

Ia juga meminta dukungan media untuk menjadi mata dan telinga pemerintah ikut mengawasi semua kegiatan untuk menyukseskan PON XX.

“Karena bisa saja mata kita terbatas, telinga kurang, dan tangan tidak sampai, agar bisa di respon secepatnya, kalau ada hal – hal yang luput dari perhatian kami, saya berharap media bisa mengungkap hal itu supaya bisa kami respon segera”, kata Daud Ngabalin (titie adam/ walhamri wahid)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan