HEADLINEPOLITIK LOKAL

Usai Dilantik Presiden, Ini Pernyataan Politik Pertama Enembe Sebagai Gubernur !

Usai dilantik Presiden, Ini pernyataan politik pertama Enembe sebagai Gubernur ! (Foto : dok. Kompas.com)Usai dilantik Presiden, Ini pernyataan politik pertama Enembe sebagai Gubernur ! (Foto : dok. Kompas.com)

TIFAOnline, JAKARTA— Usai dilantik Presiden, Gubernur Papua periode 2018 – 2023 yang juga adalah Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua kembali menegaskan sikap politiknya terkait hajatan nasional Pilpres 2019 mendatang.

“Semua Presiden tidak mampu menyelesaikan persoalan Provinsi Papua, itu kami catat ! yang terbaik Pak Jokowi, semua persoalan di Papua dia memahami,” kata Lukas Enembe menegaskan sikap politiknya, di kutip dari Kompas.com, ketika di tanyakan wartawan di Istana Negara, usai acara pelantikan dirinya dan 8 Gubernur – Wakil Gubernur lainnya, Rabu (5/9/2018) kemarin.

Seperti dilansir Kompas.com, Lukas Enembe kembali menegaskan bahwa sebagai Gubernur dan juga Ketua DPD Partai Demokrat Papua dirinya sudah menginstruksikan seluruh kader Partai Demokrat ikut pada keputusannya mendukung Jokowi-Ma’ruf, dengan segala konsekuensi, mengingat Demokrat mendukung pasangan calon Prabowo – Sandi di Pilpres 2019.

“saya tidak akan keluar dari Demokrat, tapi saya siap menerima konsekuensi dan sanksi dari partai kalau memang di beri sanksi, saya tidak tahu mereka akan berhentikan saya, tidak tahu”, kata Enembe mantap.

Menurut Enembe, politik adalah pilihan masing-masing dan tak harus selalu mengekor ke partai. Ia pribadi mendukung Jokowi karena menilai Jokowi sudah menunjukkan perhatian dan peduli terhadap persoalan di Papua, dimana dalam 4 tahun memimpin, Jokowi sudah membuktikan hal itu.

“Tidak ada urusan. Tidak ada urusan dengan partai,” kata Enembe, dikutip dari Kompas.com, Rabu (5/9/2018).

Bahkan Enembe memastiakn bahwa 3 juta suara dari Papua akan di bungkus (system noken-Red) untuk pasangan Jokowi – Maruf Amin.

“Harga mati, bungkus, 3 juta suara kita kasih semua ke Jokowi,” kata Enembe lagi mengatakan tidak ada strategi khusus untuk memenangkan pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin di Papua karena ia meyakini dengan ia menyatakan sikap politiknya itu maka masalah itu sudah selesai dan akan di ikuti oleh seluruhnya.

Terkait agendanya pasca di lantik sebagai Gubernur Papua, Rabu (5/9/2018) kemarin, Enembe menegaskan bahwa ia dan Klemen Tinal akan kembali focus menuntaskan program mereka di periode pertama yang belum tuntas.

“kita kan pasangan incumbent, sudah ada visi misi kita di periode sebelumnya, jadi kita akan lanjutkan untuk membangun Papua Mandiri, Sejahtera dan Berkeadilan, tentu ada beberapa program prioritas kita yang memang harus segera kita genjot”, kata Enembe kepada sejumlah awak media.

Salah satunya adalah bagaimana memberikan perhatian penuh untuk peningkatan SDM Papua, melalui beasiswa bagi anak – anak asli Papua yang tengah menuntut ilmu di mana saja, baik dalam negeri maupun luar negeri.

“masalah pendidikan di Provinsi Papua kembali menjadi prioritas, pasalnya saat ini banyak anak-anak Papua terlantar karena pedidikan cukup jauh, demikian juga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua jauh dari harapan saat ini, angka kemiskinan juga masih tinggi sekali”, kata Enembe mengatakan akan memberi perhatian lebih kepada daerah-daerah yang selama pendidikannya masih agak tertinggal.

Selain itu masalah peningkatan pembangunan infrastruktur juga akan jadi perhatian keduanya, salah satunya adalah bagaimana menuntaskan jalan Trans Papua dari Jayapura – Wamena yang dibangun oleh pemerintah pusat dengan menggunakan dana APBN, tetapi saat ini jalan tersebut belum di fungsikan.

“ kita berharap bisa segera tuntaskan yang kurang – kurang, agar jalur darat Jayapura – Wamena bisa segera di fungsikan dengan maksimal, dan bisa lancar dan aman tentunya, karena soal lahan tidak ada masalah, yang jadi masalah kita adalah soal anggaran, karena kalau harap APBD saja tidak akan cukup”, kata Enembe lagi.

Prosesi pelantikan Lukas Enembe – Klemen Tinal sebagai Gubernur – Wakil Gubernur Papua periode 2018 – 2023 kemarin merupakan sejarah baru dalam proses kepemimpinan di Provinsi Papua, dimana selama ini belum pernah terjadi seorang pasangan Gubernur – Wakil Gubernur bisa terpilih kedua kali, namun di era keduanya hal tersebut bisa terjadi.

“ini tentu sejarah baru, dimana ini merupakan periode kedua bagi kami untuk memimpin Provinsi Papua”, kata Enembe sumringah.

Prosesi pelantikan Lukas Enembe – Klemen Tinal sebagai Gubernur – Wakil Gubernur Papua bersama 8 pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur lainnya berlangsung khidmat, diawali prosesi penyerahan petikan Keputusan Presiden (Keppres) di Istana Merdeka dan dilanjutkana kirab Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, diikuti seluruh Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan dilantik menuju ke Istana Negara.

Setibanya di Istana Negara, pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) diteruskan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh rohaniawan dan dipandu langsung oleh Presiden Jokowi.

Setelah itu dilakukan penandatanganan Berita Acara Pelantikan serta penyematan tanda pangkat dan jabatan oleh Presiden RI, Joko Widodo. (titie adam / walhamri wahid).

Tinggalkan Balasan