HEADLINEPILKADA

Ketua KPU : PSU Deiyai Akhir September atau Awal Oktober

Ketua KPU : PSU Deiyai Akhir September atau Awal Oktober, tampak Theodorus Kossay, Ketua KPU Papua. (Foto : Titie / TIFA Online)Ketua KPU : PSU Deiyai Akhir September atau Awal Oktober, tampak Theodorus Kossay, Ketua KPU Papua. (Foto : Titie / TIFA Online)

TIFAOnline, JAYAPURA—  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua memberikan deadline kepada KPUD Kabupaten Deiyai untuk segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap  gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) Kabupaten Deiyai yang memerintahkan agar KPUD Deiyai harus melakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di 12 TPS pada 2 Distrik yakni Distrik Kapiraya dan Distrik Tigi Barat.

“Belum tau jadwal pastinya apakah akhir September atau awal Oktober, yang pasti tidak boleh lewat dari 45 hari sejak putusan MK dibacakan 12 September 2018 lalu”, kata Theodorus Kossay, Ketua KPU Papua usai menghadiri Deklarasi Bersama Pileg dan Pilpres Damai Provinsi Papua di Taman Imbi, Senin (18/9/2018).

Ketua KPU Papua juga mengatakan sesuai putusan MK yang memerintahkan kepada KPU Papua untuk melakukan supervisi kepada KPUD Deiyai, maka sejak putusan MK itu, KPU Papua sudah melakukan pertemuan dengan KPU Deiyai pada 13 September untuk membahas persiapan pelaksanaan putusan MK dimaksud.

“Kita sudah bahas ini sehari setelah putusan MK, KPU Papua memberikan deadline waktu agar KPU Deiyai segera melakukan pleno untuk menentukan tahapan dan jadwal PSU, mulai cetak suara, Bimtek, distribusi logistik sebelum rentang waktu yang diberikan oleh MK”, kata Theodorus Kossay menambahkan bahwa untuk anggaran bersumber dari APBD Kabupaten Deiyai, dimana KPUD Deiyai sudah koordinasi dengan Pemda Deiyai.

Pilkada Kabupaten Deiyai di ikuti oleh 4 pasangan calon, dimana sesuai hasil Pleno Rekapitulasi Suara tingkat Kabupaten Deiyai pada 8 Juli 2018 lalu, pasangan calon nomor urut 1, Ateng Edowai – Hengki Pigai ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Deiyai dengan perolehan suara sebesar 18.789 suara.

Sedangkan pasangan calon nomor urut 4 Inarius Douw – Anakletus Doo meraih 18.015 suara, sedangkan pasangan calon nomor urut 3, Dance Takimai – Robert Dawapa berhasil memperoleh suara 16.472, dan pasangan nomor urut 2, Keni Ikomou – Abraham Tekege meraih 7.772 suara.

Pasca penetapan oleh KPUD Deiyai, ada dua pasangan calon yang mengajukan gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) ke Mahkamah Konstitusi yakni pasangan calon nomor urut 4, Inarius Douw – Anakletus Doo dan pasangan calon nomor urut 3, Dance Takimai – Robert Dawapa.

Dimana PHP Kada pasangan calon nomor urut 3, ditolak MK karena gugatan Dance Takimai – Robert Dawapa tidak memenuhi ambang batas selisih suara agar memiliki hak konstitusi (legal standing-Red) untuk mengajukan gugatan PHP Kada di MK sebagaimana diatur dalam Pasal 158 UU Nomor 10 Tahun 2016.

Sedangkan atas gugatan pasangan calon nomor urut 4, Inarius Douw – Anakletus Doo dengan Nomor Perkara : 35/PHP.BUP-XVI/2018, dalam putusan MK Rabu, (12/9/2018) lalu Hakim Ketua MK Anwar Usman dan Hakim Anggota sepakat telah terjadi pelanggaran dalam pungutan suara dengan system noken di semua TPS pada Distrik Kapiraya dan 4 TPS di Kampung Diyai, Distrik Tigi Barat.

Sehingga Hakim MK memerintahkan agar KPUD Deiyai menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 12 TPS pada 2 distrik dimaksud selambat – lambatnya 45 hari sejak pembacaan putusan. (titie adam / walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan