HEADLINEPILEG

Ada 4 Caleg DPRP Yang TMS, 1 Caleg Eks Koruptor dari PKB Tetap Lolos

Ada 4 caleg DPRP yang TMS, 1 caleg eks koruptor dari PKB tetap lolos, Tarwinto, Komisioner KPU Papua ketika memberikan keterangan pers. (Foto : dok. TIFAOnline)Ada 4 caleg DPRP yang TMS, 1 caleg eks koruptor dari PKB tetap lolos, Tarwinto, Komisioner KPU Papua ketika memberikan keterangan pers. (Foto : dok. TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Dari 792 Daftar Calon Sementara (DCS) yang di umumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua sebelumnya, akhirnya sebanyak 788 calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) telah ditetapkan sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) untuk Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.

Sedangkan ada 4 calon anggota legislative DPRP yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam pleno penetapan DCT baik karena kurangnya berkas administrasi maupun ada yang mengundurkan diri di kantor KPU Papua, Kamis (20/9/2018) kemarin.

Keempat calon anggota legislative (caleg) yang dinyatakan TMS diantaranya, sesuai DCS, Jhon Will caleg nomor urut 1 dari PKS Daerah Pemilihan (Dapil) V meliputi Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo dan Yalimo dinyatakan TMS, karena yang bersangkutan masih terdaftar sebagai anggota DPRP dari jalur pengangkatan lewat adat.

Berikutnya ada Jimi Mabel caleg nomor urut 1 dari Partai Garuda di Dapil IV yang meliputi Kabupaten Puncak, Puncak Jaya dan Tolikara menyatakan mengundurkan diri setelah penetapan DCS sebelumnya, sehingga dinyatakan TMS juga oleh KPU Papua.

Dari Partai Berkarya ada dua caleg dari Dapil IV yang dinyatakan TMS, yakni Aman Yikwa dimana dalam DCS sebagai caleg nomor urut 1 dari Partai Berkarya, karena tidak memasukkan Surat Permohonan Pengunduran Diri dari keanggotaan Majelis Rakyat Papua (MRP) sehingga dinyatakan TMS.

Kemudian ada nama Esau Wetipo caleg nomor urut 4 Partai Berkarya, juga dinyatakan TMS oleh KPU Papua, karena hingga batas akhir yang bersangkutan tidak memasukkan berkas Surat Pengunduran Diri sebagai anggota DPRD Kabupaten.

“Jadi dari 792 DCS setelah dilakukan penetapan berkurang 4 orang sisanya 788 orang, mereka nantinya akan bertarung memperebutkan 55 kursi yang ada di DPR Papua,” kata Tarwinto, anggota Komisioner KPU Provinsi Papua kepada TTIFAOnline via selularnya, Jumat (21/9/2018) pagi.

KPU Papua juga meloloskan salah satu caleg eks narapidana korupsi yang di usung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk pemilihan DPRP, karena sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang memutuskan bahwa ketentuan pasal 4 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Provinsi/ Kabupaten/ Kota yang melarang caleg eks koruptor ikut pencalegan bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, artinya eks narapidana korupsi dibolehkan ‘nyaleg’ pada Pileg 2019 mendatang.

“Pasca putusan MA, KPU RI sudah menyurat kepada KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, jadi yang eks koruptor yang tidak di akomodir sebelumnya, bisa di terima kembali, apabila caleg tersebut melakukan gugatan ke Bawaslu”, kata Tarwinto, salah satu anggota KPU Papua saat di konfirmasi TIFAOnline, Jumat (21/9/2018).

Tarwinto juga menjelaskan bahwa secara keseluruhan di Provinsi Papua ada dua orang eks koruptor yang mendaftarkan diri sebagai Caleg pada Pileg 2019 mendatang.

“untuk di DPRP ada satu caleg dari PKB yang eks koruptor, sedangkan di kabupaten ada satu caleg dari Golkar yang eks koruptor maju di DPRD Kabupaten Waropen”, kata Tarwinto enggan menyebutkan nama mereka. (titie adam / walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan