EKBIS LOKALFEATUREHEADLINE

Usai Dilantik, Ini Visi Rudy Waromi, Nahkoda Baru BPD Gapensi Papua

‘Saking sibuknya kita menuntut hak dan jatah karena Otsus, sampai kita terlupa untuk memantaskan diri dan meningkatkan kompetensi agar bisa berkompetisi secara terbuka dengan kontraktor dari luar Papua’

Usai dilantik, ini visi Rudy Waromi, nahkoda baru BPD Gapensi Papua. (Foto : Amri / TIFA Online)Usai dilantik, ini visi Rudy Waromi, nahkoda baru BPD Gapensi Papua. (Foto : Amri / TIFA Online)

Oleh : Titie Adam / Walhamri Wahid

Salah satu programnya adalah ingin membina dan meningkatkan kapasitas dan kompetensi kontraktor asli Papua ataupun lahir besar Papua agar bisa bersaing secara sehat dengan kontraktor dari luar yang kian gencar menyerbu untuk berburu pekerjaan konstruksi di Papua.

“Sebenarnya Balai itu bukan satu – satunya tempat kita mencari pekerjaan, jangan juga kalau kita cari kerja di situ terus kita menuntut dan menekan, kita terus belajar, dan harus siap bersaing, kita harus perbaiki kapasitas dan kompetensi kita dengan baik agar bisa dapat pekerjaan dari Balai juga”, kata Rudy Maurits Waromi, ST, usai di lantik sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPD GAPENSI) Provinsi Papua, ketika di tanyai langkah kongkrit apa yang akan ia lakukan terkait banyaknya keluhan dari kontraktor asli Papua bahwa Balai tidak memberdayakan mereka.

Ia mengaku sependapat bahwa harus ada perhatian dari Balai untuk kontraktor asli Papua, salah satunya mungkin lewat mekanisme Penunjukan Langsung (PL) atau sub kontraktor untuk kontraktor yang grid kecil, namun menurutnya kurang elok juga kalau untuk menuntut pekerjaan terus harus menekan dan demo atau cara kekerasan dan anarkhis.

“mereka yang kerja di Balai itu juga kan di awasi, makanya mereka juga mengawasi kita kalau kerja, mereka terikat aturan, makanya yang harus kita lakukan itu komunikasi dan minta mereka buka ruang untuk kita, tetapi jangan lupa, setelah dapat kesempatan pelan – pelan kita harus persiapkan kekurangan – kekurangan kita, supaya bisa naik kelas ke grid yang lebih tinggi dan lebih besar, supaya kita dapat kerja karena kapasitas kita yang mampu, bukan karena belas kasihan atau hasil menekan”, kata Rudy Maurits Waromi, ST, Ketua Umum BPD Gapensi Papua yang baru di lantik, Jumat (28/9/2018) kemarin.

Untuk itu ia berkomitmen lewat Gapensi dirinya ingin sama – sama pengurus lainnya untuk lebih meningkatkan kompetensi anggota Gapensi supaya bisa memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang dibutuhkan baik di Balai, Pemprov maupun di instansi lainnya.

“saya setuju sekali, kita harus memanfaatkan momentum Otsus ini, artinya kita harus bangun komunikasi, minta ruang, dengan tetap berupaya tingkatkan kualifikasi dan kompetensi kita agar bisa dan layak jadi mitra Balai dan pemberi kerja lainnya”, kata Waromi lagi.
Dalam pemaparan visi misi calon Ketua BPC, Rudy Maurits Waromi mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan visi misinya.

Sebagaimana visi besarnya yang di sampaikan dalam pemaparan visi misi saat pencalonan, yakni Mewujudkan Organisasi Mandiri, Professional dan Dapat Dipercaya Sebagai Wadah Konstruksi Dengan Menjunjung Tinggi Kode Etik, dia juga mengusung beberapa misi yang akan jadi program kerjanyanya

Adapun misi Rudy Waromi diantaranya adalah akan melakukan MoU untuk dengan Pemerintah Provinsi dan mendorong di kabupaten / kota juga agar ada perhatian terhadap anggota Gapensi, peningkatan SDM khususnya di bidang jasa konstruksi agar siap berkompetensi di Tanah Papua, meningkatkan kerja sama dengan Pemprov Papua sebagai mitra, menyelenggarakan pelatihan intensif kepada anggota, melaksanakan kerja sama sertifikasi dengan LPJK dan Balai Jasa Konstruksi untuk peningkatan SDM.

“termasuk dalam hal penggunaan uang organisasi secara bijak, selalu koordinasi dengan BPC untuk mengatasi persoalan organisasi, dan mempermudah proses pengurusan SBU agar tidak ada anggota yang di rugikan”, kata Rudy Waromi.

Hal lainnya yang harus di perjuangkan, menurutnya jika Peraturan Presiden (Perpres) terbaru diberlakukan, karena menuntut para kontraktor lebih berkualifikasi dan ketat, dan hal tersebut tidak bisa di tolak, jadi siap tidak siap, kontraktor asli Papua harus mempersiapkan diri untuk suasana kompetisi

Menurutnya memang selama ini hanya ada satu dua saja pengusaha asli Papua yang sudah memenuhi kualifikasi dan punya kompetensi hasil binaan Balai, tapi bukan tidak mungkin bila semua kontraktor asli Papua mau kerja serius, pasti bisa dan siap untuk jadi mitra Balai.

”kita berharap ada ruang buat kami di LPSE, kita dapat perhatian khusus di Balai Jalan, ataupun di Pemda, kalau di Balai Jalan memang kami akui agak keteteran, karena aturannya sangat ketat, jadi kita harus persiapkan diri benar, apalagi kalau pekerjaan itu padat modal dan padat karya, Perpres yang baru ini kan sangat ketat, alat harus di tera, salah satu kebijakan yang memungkinkan segera lewat PL, bisa menolong kontraktor Papua”, kata Rudi Waromi.

Terkait masuknya sejumlah BUMN dalam proyek – proyek yang di tangani Balai dengan nilai fantastis menurutnya lima tahun pertama kepemimpinan Presiden Jokowi yang ingin mengejar target penyelesaian sejumlah proyek besar, sehingga memang tidak ada ‘jatah’ pengusaha asli Papua.

“kami bisa maklum, mungkin kemarin kejar target percepatan program Presiden, di tahun kemarin sama sekali tidak ada buat kami, bahkan sub – sub juga tidak ada sama sekali yang kami dapat, kita berharap di periode mendatang ini, kami di libatkan, khususnya anggota Gapensi Papua ini”, kata Rudy Waromi.

Ketika di singgung apa agenda kerjanya pasca terpilih dan di lantik sebagai Ketua Umum BPD Gapensi Papua, Rudy Waromi mengatakan sudah mempersiapkan agenda dengan pengurus lainnya untuk melakukan audiens dan membangun komitmen serta MoU dengan Pemprov, termasuk juga ke Balai untuk meminta ruang bagi pengusaha Papua dan anggota Gapensi Papua.

“dalam waktu dekat kita akan audiens dengan pejabat Pemprov untuk memperkenalkan diri, terkait pekerjaan menurut saya kita harus buka ruang komunikasi, bicara baik – baik, nggak perlu ngotot – ngototan, jadi kita harus persiapkan diri, kita bina anggota sehingga kompeten, jadi tidak perlu terlalu berteriak untuk dapatkan pekerjaan”, tegas Rudi Waromi.

Selain melantik dan menetapkan Ketua Umum BPD, Sabtu (29/9/2018) kemarin BPP Gapensi juga mengesah Badan Pengurus Harian (BPH) lainnya, diantaranya Erick Heins Wally sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, Hengky Dancemanan dan Gutaf Fonataba sebagai Wakil Ketua, Sekretaris Imron, SE dan enam orang anggota : M. Saini, Ir. Viverlano Runtuwene, Nico Ramandey, M. Hariadi, Erwin Gunawan, A.U. Sitepu.

Sedangkan Badan Pengurus Harian (BPH) yang di lantik adalah Rudi Maurits Waromi, ST sebagai Ketua Umum, Wakil Ketua Umum (Waketum) I Irwan Idris, SE, Waketum II Abubakar Kabalmay, Waketum III Yulianty Sully, Waketum IV Andy Edy Djafar, Waketum V Ir. Willem Manuhutu, Waketum VI Jack Imbiri, Waketum VII Silas Wamiau.

Sekretaris Umum Max R.F. Krey, ST, Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) I Yulianus Imbiri, SE, Wasekum II Ardiles Iriansyah, SH, Wasekum III Yoseph Bano.

Bendahara Umum H. Amir Beddu, SE, Wakil Bendahara Umum (Wabendum) I Marwan Virgana, ST, Wabendum II Ely Ansek, Wabendum III Richard Yantewo. (TIFA Online)

Tinggalkan Balasan