HEADLINEPERISTIWA

Diduga PNS Kepergok Lagi “Baku Pangku” Dalam Mobil Dinas di Parkiran Kantor Gubernur

PNS kepergok lagi “Baku Pangku” dalam mobil dinas di parkiran kantor Gubernur, tampak mobil dinas yang digunakan yang semoat di foto wartawan dari jauh sesaat sebelum kepergok. (Foto : adrian/ TIFA Online)PNS kepergok lagi “Baku Pangku” dalam mobil dinas di parkiran kantor Gubernur, tampak mobil dinas yang digunakan yang semoat di foto wartawan dari jauh sesaat sebelum kepergok. (Foto : adrian/ TIFA Online)

TIFAOnline, MANOKWARI— Pekan lalu, Senin (24/9/2018) sekitar pukul 09.45 WIT, halaman kantor Gubernur Provinsi Papua Barat di Manokwari mendadak heboh, saat sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) tengah melakukan upacara apel pagi, di sisi lain parkiran halaman kantor Gubernur terlihat sebuah mobil jenis Toyota Avanza berwarna biru metalik bergoyang – goyang di tempat dengan irama tak beraturan.

Usai apel, karena penasaran, sejumlah wartawan dan ASN menghampiri mobil tersebut dan mengintip dari dekat ke dalam mobil yang menggunakan kaca film tebal tersebut.

“saya lihat seorang perempuan menggunakan pakaian dinas di bagian atas dengan rok terangkat sedang duduk di pangkuan seorang laki – laki yang adalah sopir dari mobil tersebut”, kata seorang saksi mata yang enggan namanya di korankan kepada TIFA Online, Senin (1/10/2018).

Saat kejadian bukan satu atau dua pasang mata yang melongok ke dalam mobil dinas ber plat nomor PB 1xx9 ME tersebut, karena kaget kepergok, aksi ‘baku pangku’ keduanya terhenti dan sopir mobil tersebut langsung tancap gas mencoba menerabas kerumunan massa yang mengelilingi mobil yang di pake berbuat mesum tersebut.

Beberapa ASN yang sempat mengintip ke dalam mobil berhasil mengenali ASN perempuan yang ‘di pangku’ tersebut, bahkan yang bersangkutan di identifikasi menjabat sebagai Kepala Seksi pada salah satu Bagian di Setda Provinsi Papua Barat.

“Kalau PNS saja sudah langgar aturan dan berbuat asusila di tempat umum atau tempat pelayanan publik bagaimana dengan masyarakat ? Pak Gubernur Papua Barat harus tegas ambil sikap dan menindak pelaku, apalagi ini sudah mau seminggu, kok kesannya di diamkan, tidak ada progress, padahal saksi mata dan barang buktinya jelas semua, tidak susah untuk mengungkap siapa identitas pelaku”, kata Yosep Titirlobi, SH, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Papua Optimis (GERIMIS) Provinsi Papua Barat mempertanyakan keseriusan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan.

Apalagi, salah satu pelaku merupakan ASN yang diduga mempunyai jabatan sebagai salah satu Kepala Seksi pada bagian organisasi Setprov Papua Barat. Selain itu, mobil jenis Toyata Avansa berwarna biru metalik yang digunakan pelaku berbuat mesum merupakan kendaraan dinas yang dibeli dari uang negara dan uang rakyat, dan aksi mereka di lakukan di halaman kantor Gubernur lagi.

“Ini sudah mencemarkan nama baik ASN Papua Barat, kami harap Gubernur melaporkannya ke polisi, untuk di proses secara hukum, karena kejadian ini sudah memberikan persepsi buruk tentang kelakuan ASN di Papua Barat, jadi proses hukum jalan, sanksi sebagai ASN juga harus di tegakkan”, kata Yosep Titirlobi lagi.

Menurutnya penyidik PNS atau Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Papua Barat yang memiliki tugas pokok dan fungsi melakukan pengawasan dan penindakan sesuai PP Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggara Pemerintah Daerah dinilai tidak berjalan maksimal alias seperti macan ompong karena sudah berjalan seminggu belum berhasil mengungkap siapa pelaku mesum di dalam mobil dinas di halaman kantor Gubernur Papua Barat pekan lalu itu.

“kami minta atas nama hukum serta masyarakat, pihak Kepolisian tolong segera ambil langkah dan sikap tegas melakukan penyelidikan dan mengungkap segera pelaku mesum ‘mobil goyang’ di halaman Kantor Gubernur pekan lau, ini sangat mencoreng wibawa seorang ASN”, kata Titirlobi lagi geram.

Menurutnya sudah semestinya Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan melibatkan kepolisian untuk mengusut dan mengungkap kasus tersebut dikarenakan para pelaku aksi mesum di dalam mobil dinas di halaman kantor Gubernur Papua Barat itu telah memenuhi unsur pidana pasal 184 KUHP tentang perzinahan yang diancam hukuman pidana penjara.

“keduanya terbukti telah melakukan perzinahan yang masing-masing masih terikat atas perkawinan yang sah, juga telah melanggar PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, peristiwanya jelas, pelakunya teridentifikasi, barang bukti ada, saksi mata banyak, tapi kok tidak bisa di ungkap dan proses itu menjadi pertanyaan public saat ini”, kata Direktur LBH GERIMIS lagi.

Terkait hal itu, Kepala Inspektorat Papua Barat, Sugiyono ketika di konfirmasi TIFA Onlone melalui saluran telepon mengaku pihaknya telah membentuk Tim APIP untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan mesum oknum PNS Provinsi Papua Barat tersebut.

“Saya sudah bentuk tim untuk ungkap dan cari mereka, sudah ada tanda – tanda terang namun belum bisa kami beberkan lebih lanjut, nanti kami akan press realese lengkap segera, kami masih harus berkoordinasi dengan Sekda, sedangkan mobil dinasnya akan kami tarik segera”, kata Sugiyono. (adrian kauripan/ walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan