HEADLINEPOLITIK LOKAL

Ketua Pansel DPRD : Molornya Cawabup Keerom Karena Belum Ada Titik Temu Golkar dan PKS

Ketua Pansel DPRD : Molornya Cawabup Keerom Karena Belum Ada Tititk Temu Golkar dan PKS, tampak Syahrir Sirajuddin, Ketua Pansel DPRD Keerom. (Foto : Fb. Syharir Sirajuddin)Ketua Pansel DPRD : Molornya Cawabup Keerom Karena Belum Ada Tititk Temu Golkar dan PKS, tampak Syahrir Sirajuddin, Ketua Pansel DPRD Keerom. (Foto : Fb. Syharir Sirajuddin)

TIFAOnline, JAYAPURA— Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Wakil Bupati Kabupaten Keerom Pergantian Antar Waktu (PAW), Syahrir Sirajuddin mengaku belum dapat melakukan proses seleksi Pergantian Antar Waktu (PAW) Calon Wakil Bupati Kabupaten Keerom, lantaran belum mengantongi usulan nama dari partai politik pengusung.

“belum ada yang bisa di proses sebab nama-nama yang diusulkan partai belum masuk ke DPRD,” kata Sirajudin saat di konfirmasi TIFA Online melalui saluran telepon, Selasa (9/10/2018) malam.

Menurutnya memang telah ada nama yang diusulkan ke Partai Golkar kepada Bupati, namun belum dilanjutkan ke DPRD sebab masih ada syarat partai pengusung.

Menurutnya untuk Kabupaten Keerom, ada dua partai pengusung, Golkar dan PKS, dimana yang nama yang diajukan Golkar kepada Bupati Keerom belum mendapat persetujuan dari PKS.

“jadi kayaknya belum ada titik temu, dan setelah kita cek surat yang masuk dari Golkar itu belum ada tanda-tangan PKS”, kata Sirajuddin melalui telepon.

Ia mengatakan memang surat rekomendasi dari Partai Golkar untuk dua nama sudah ditindak lanjuti oleh DPD II Golkar Kabupaten Keerom kepada Bupati Keerom.

Jika belum ada tindak lanjut dari Bupati Keerom kepada DPRD Keerom, menurutnya kemungkinan besar lantaran terkait salah satu partai pengusung yang dianggap belum sepakat dengan dua nama yang di usulkan oleh Partai Golkar.

“Saya tidak tau persisnya bagaimana, kemungkinannya begitu pak Bupati belum tindak lanjut karena ya mungkin salah satu partai pengusung yang belum sepakat, kalau kami di Pansel DPRD Keerom intinya siap memproses bila sudah sampai di kami” katanya lagi.

Soal molornya waktu untuk proses PAW Wakil Bupati Keerom yang sudah memasuki 10 bulan, menurut Ketua Pansel, semua aturannya sudah sangat jelas, bahwa ketika ada kekosongan, partai pengusung mengajukan nama kepada Bupati, sementara yang terjadi di Kabupaten Keerom, menurutnya karena tidak adanya kesepakatan antara kedua partai pengusung, sehingga molor seperti saat ini.

“kami berharap kedua parpol pendukung bersama Bupati duduk bersama mencari solusi, kita hanya bisa menghimbau agar kedua partai tersebut melihat kepentingan masyarakat yang lebih besar di Keerom”, harap Sirajuddin, anggota DPRD dari Partai Nasdem.

Karena menurutnya, dengan adanya persoalan yang berlarut-larut ini sangat merugikan masyarakat. apalagi kehadiran Wakil Bupati sangat penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Pemerintahan tentunya tidak akan maksimal jika hanya dipimpin satu orang.

“Wakil Bupati jelas penting, bagaimana pemerintahan bisa maksimal kalau Wakil Bupatinya tidak ada, “ katanya berharap kehadiran Wakil Bupati ini dapat segera selesai, dan DPRD tidak bisa mengintervensi atau masuk dalam ranah persoalan dari parpol pendukung.
Menyinggung soal disposisi Bupati kepada DPRD terkait dua nama yang di usung Golkar, Ketua Pansel meluruskan bahwa itu bukan disposisi kosong.

“Itu disposisi berkaitan dengan surat Golkar yang masuk di Bupati, jadi maksudnya Bupati itu harus sesuai aturan,” katanya lagi meluruskan pernyataan dari Dewan Adat Keerom dalam pemberitaan TIFA Online sebelumnya yang beranggapan disposisi Bupati yang di kirim ke DPRD pasca demo kemarin, tidak memberikan solusi dan jawaban sesuai tuntutan dari para pendemo. (titie adam/ walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan