WARTA POLDA

Budidaya Kumbili Kurang, Ini Yang Dilakukan Satgas Binmas Noken Lestarikan Bahan Pangan Khas Suku Kanum !

Budidaya kumbili kurang, ini yang dilakukan Satgas Binmas Noken lestarikan bahan pangan khas Suku Kanum !, tampak Iptu Ma'ruf ketika menyerahkan benih kumbili. (Foto : Bid. Humas Polda Papua)Budidaya kumbili kurang, ini yang dilakukan Satgas Binmas Noken lestarikan bahan pangan khas Suku Kanum !, tampak Iptu Ma'ruf ketika menyerahkan benih kumbili. (Foto : Bid. Humas Polda Papua)

TIFAOnline, MERAUKE— Dengan kian maraknya berbagai jenis makanan di pasaran saat ini, sehingga banyak masyarakat yang lupa dengan beberapa bahan pangan local, salah satunya adalah kumbili, yang adalah makanan khas suku Kanum yang mendiami kawasan perbatasan RI- PNG di Sota, Kabupaten Merauke, Papua.

Dimana saat ini bisa di katakan budi daya tanaman khas ini tidak ada, dan bila di biarkan maka suatu saat tanaman kumbili ini akan punah, bahkan mungkin masyarakat akan melupakannya.

Sebagaimana release Bidang Humas Polda Papua, untuk mencegah punahnya tanaman yang jadi bahan makanan khas suku Kanum tersebut, Rabu (10/10/2018), Kanit Pertanian Satgas Binmas Noken Polri, Iptu Ma’ruf Suroto menyerahkan bantuan bibit kumbili sebanyak 5 tumang atau 5 karung kepada masyarakat yang bermukim di kawasan perbatasan RI – PNG di Sota, Merauke.

“Pemberian bibit tanaman ini adalah upaya Satgas Binmas Noken Polri dalam ikut menjaga dan melestarikan tanaman kumbili yang menjadi tanaman penting bagi suku Kanum dan juga suku – suku lainnya yang berada di daerah perbatasan karena tanaman ini sudah mulai langka dan susah didapati”, kata Iptu Ma’ruf Suroto.

Menurutnya, kegiatan pemberian bibit ini selain melestarikan tanaman kumbili juga bertujuan untuk membantu masyarakat dalam membudidayakan tanaman kumbili dan membantu perekonomian mereka, mengingat tanaman ini juga sering digunakan dalam upacara adat suku – suku di daerah perbatasan.

“kegiatan ini selain untuk membantu masyarakat melestarikan tanaman kumbili, juga bisa menjadi penunjang hidup mereka sejak dulu, sudah budaya dalam adat – istiadat mereka yang berada diderah perbatasan RI – PNG, juga bisa menciptakan lapangan kerja yang bisa membantu perekonomian mereka”, kata Iptu Ma’ruf lagi.

Kegiatan yang dilakukan oleh Iptu Ma’Ruf ini mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat yang ada di daerah perbatasan yang mengucapkan rasa terima kasih karena masih ada orang yang peduli dengan pelestarian tanaman yang menjadi penunjang hidup mereka sejak dulu karena untuk saat ini sangat jarang sekali ada orang yang mau melestarikan tanaman ini dengan cara di budi dayakan. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan