HEADLINESOSIAL KEMASYARAKATAN

Disebut Visi Misinya Mirip SKPD, Albertho Wanimbo Akhirnya Terpilih Jadi Ketua DPD KNPI Papua Lewat Dua Putaran

Disebut visi misinya mirip SKPD, Albertho Wanimbo akhirnya terpilih jadi Ketua DPD KNPI Papua lewat dua putaran, tampak Ketua DPD KNPI terpilih, Albertho Wanimbo dengan Ketua DPP KNPI, Rifai Darus. (Foto : ist/ TIFA Online)Disebut visi misinya mirip SKPD, Albertho Wanimbo akhirnya terpilih jadi Ketua DPD KNPI Papua lewat dua putaran, tampak Ketua DPD KNPI terpilih, Albertho Wanimbo dengan Ketua DPP KNPI, Rifai Darus. (Foto : ist/ TIFA Online)

TIFAOnline, JAYAPURA— Diluar dugaan, Albertho G. Wanimbo yang saat pemaparan visi dan misi calon Ketua DPD KNPI Papua di salah satu hotel di Waena sempat di ‘sindir’ visi misinya mau mirip dengan SKPD di pemerintahan karena menjanjikan akan memberikan bantuan beasiswa segala, namun berhasil melenggang ke putaran kedua Musda VIII DPD KNPI Papua yang di gelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Jumat (12/10/2018) hingga pukul 23.30 WIT.

Dan saat pemilihan putaran kedua, perolehan suara Albertho G. Wanimbo dengan Zakeus Degei saling kejar mengejar, hingga akhirnya Zakeus Degei berhasil memperoleh 82 suara, dan harus mengakui keunggulan perolehan suara Albertho G. Wanimbo sebanyak 83 suara, selisih 1 suara saja, dari total 168 suara.

Musda DPD KNPI Ke- VIII Provinsi Papua yang berlangsung sejak 8 – 10 Oktober 2018 di salah satu hotel di Waena, Kelurahan Heram sempat deadlock dan molor melewati batas waktu deadline yang diberikan oleh DPP, sebelum 10 Oktober 2018 sesuai dengan berakhirnya masa jabatan pengurus DPD KNPI Provinsi Papua periode ini.

Bahkan tempat pelaksanaan DPD KNPI Papua Ke- VIII ini sempat di pindahkan lokasinya, dari salah satu hotel di kawasan Waena, setelah di tunda dua hari, kemudian di pindahkan ke salah satu hotel di kawasan Kota Jayapura pada Jumat (12/10/2018).

Alasan pemindahan juga mempertimbangkan factor keamanan dan berbagai alasan serta pertimbangan lainnya terkait proses pemilihan, karena potensi chaos yang sejak jauh – jauh hari di prediksi yakni persoalan membengkaknya jumlah peserta tidak sesuai dengan keputusan Musda VII di Merauke beberapa tahun lalu, mulai terasa sejak perhetalan di salah satu hotel di Waena.

Pelaksanaan pemilihan di salah satu hotel di Kota Jayapura, Jumat (12/11/2018) yang sedari awal dijadwalkan pukul 13.00 WIT sempat molor hingga pukul 16.00 WIT, lantaran masih terkendala dengan jumlah peserta khususnya OKP yang masih simpang siur.

Meski demikian, pelaksanaan Musda dapat terlaksana juga, walaupun sempat ada ketegangan soal OKP yang diikut sertakan dalam Musda, karena adanya dualisme kepengurusan sehingga panitia perlu melakukan konfirmasi soal dukungan OKP tersebut langsung ke pengurus pusat.

Pantauan TIFA Online, Musda berlangsung aman, dengan pengawalan ketat aparat berseragam lengkap, baik di ruang pelaksanaan Musda, pintu masuk, hingga depan hotel tempat berlangsungnya Musda tersebut, bahkan bila di cermati, jumlah anggota aparat keamanan yang di turunkan oleh Polresta Jayapura terlihat lebih banyak dari pengamanan acara – acara serupa sebelumnya.

Sebelum dilakukan pemilihan, panitia melakukan absensi terhadap OKP yang memiliki hak suara. Dimana terdapat 170 hak suara yang terdiri dari OKP, Perwakilan DPD Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.

Kemudian di lanjutkan dengan pemilihan putaran pertama, dimana hasil putaran pertama, dari 8 calon Ketua DPD KNPI Papua yang maju, perolehan suara Albertho G Wanimbo 44 suara, Zkeus Degei 43 suara, Nason Utti 26 suara, Alberth Adii 20 suara, Pontoh Yelipele 11 suara, Yulianus Dwaa 7 suara, George Kaiba 5 suara, Thomas Sondegau 2 suara.

Sehingga dilanjutkan ke putaran kedua dengan peserta dua nama dengan perolehan suara terbanyak yakni Albertho G. Wanimbo (44 suara) dan Zakeus Degei (43 suara), dan akhirnya dalam pemilihan putaran kedua selisih perolehan suaranya tidak berubah, tetapselisih 1 suara yakni Albertho G Wanimbo 83 suara, sedangkan Zakeus Degei 82 suara.

Musda KNPI VIII yang berlangsung Jumat (12/10/2018) di kawal ketat aparat keamanan. Menurut Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustaf R. Urbinas, pengamanan dilakukan dalam rangka mengatasi tingkat kerawanan.

“untuk pengamanan ada sekitar 80 personil, terdiri dari 1 pleton aparat dari Polres Kota, Polda Papua, Kodim dan Brimob. Kita hanya mengantisipasi saja terjadi kerawanan,” kata Kapolres kepada TIFA Online.(titie adam / walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan