FEATUREHEADLINEPERISTIWA

Diduga Terlibat Cinta Segitiga, PNS Dibunuh Pensiunan TNI-AD

Pelaku merasa sakit hati sering di katai dan di hina, sudah tua, botak, jelek, miskin, pensiunan dan gaji kecil, makanya tersulut emosi hingga nekat habisi nyawa perempuan yang sudah lima tahun ini di pacari, apalagi di duga korban punya Pria Idaman Lain (PIL) juga.

Diduga terlibat cinta segitiga, PNS dibunuh pensiunan TNI-AD, tampak jenazah korban saat di evakuasi polisi dari TKP ke RSUD. (Foto : Adrian/ TIFA Online)Diduga terlibat cinta segitiga, PNS dibunuh pensiunan TNI-AD, tampak jenazah korban saat di evakuasi polisi dari TKP ke RSUD. (Foto : Adrian/ TIFA Online)

Oleh : Adrian Kauripan / Walhamri Wahid

Kota Manokwari kembali di hebohkan dengan peristiwa terbunuhnya seorang PNS Pemprov Papua Barat yang di duga terlibat cinta segitiga dengan dua orang lelaki, sehingga seorang pensiunan TNI-AD yang sudah menjalin hubungan dengannya selama 5 tahun terakhir ini nekat menghabisi nyawa pacarnya sendiri karena tersulut sakit hati dan cemburu.

Pelaku pembunuhan teridentifikasi berinisial DP (58 tahun) pensiunan TNI-AD yang tinggal di Fanindi, yang sudah di amankan oleh kepolisian di sebuah warung makan saat yang bersangkutan mencoba kabur ke Kabupaten Teluk Bintuni.

Seperti release yang diterima TIFA Online, Kamis (18/10/2018) malam, menurut Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, S.IK menerangkan insiden pembunuhan tersebut terjadi Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 07.45 WIT di rumah kontrakan milik H. Hasbi yang beralamat di Jalan Lembah Hijau (Gang Sumsir).

“menurut pengakuan pelaku, ia nekat menghabisi nyawa kekasihnya sendiri, karena terbakar cemburu dan juga sakit hati, karena korban di duga memiliki Pria Idaman Lain (PIL)”, kata Kapolres Manokwari dalam releasenya.

Dimana antara pelaku DP (58 tahun) dan korban RB (34 thn) yang adalah PNS di Pemprov Papua Barat telah menjalani kisah asmara selama kurang lebih lima tahun.

Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan warga, kemudian anggotanya langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 09.30 WIT untuk melakukan olah TKP.

Sesampainya di TKP, di dapati korban RB (34 tahun) sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan berlumuran darah.

“Anggota identifikasi tiba pukul 09.45 WIT olah TKP selesai dan korban dibawa menuju RSUD Manokwari untuk dilakukan visum, saat ditemukan posisi korban berada di balik pintu didalam rumah kontrakan dengan kondisi keadaan tergeletak dan berlumuran darah”, kata AKBp Adam Erwindi, SIK lagi.

Berdasarkan keterangan dua orang saksi, akhirnya kepolisian bergerak cepat untuk memburu pelaku DP (58 tahun)

“Jadi pelaku usai melakukan aksi pembunuhan itu, langsung merencanakan pelarian kearah Kabupaten Teluk Bintuni. Pelaku DP (58 thn) ditangkap di warung makan Mansel di Kampung Abresso yang dicocokkan dengan foto yang diterima dari anggota Polres Manokwari saat sedang singgah beristirahat dengan mobil penumpang jenis Hilux yang ditumpanginya”, kata AKBP Adam Erwindi

Pelaku DP (38 thn) oknum purnawirawan berdasarkan keterangan hasil interogasi sementara, telah mengakui perbuatannya di lakukan karena merasa sakit hati alias cemburu dengan korban berinsial RB (34 thn) wanita yang telah menjalin ikatan asmara dengannya selama 5 tahun telah memiliki Pria Idaman lain (PIL).

Selain itu, lanjut Kapolres Erwindi, DP yang sudah lama menduda mengakui bahwa dirinya kerap dihina oleh korban RB dikarenakan selama menjalin asmara 5 tahun lamanya, DP tidak dapat menyanggupi permintaan RB untuk segera dinikahi.

“Berdasarkan keterangan pelaku bahwa dirinya juga merasa sakit hati terhadap korban dikarenakan korban telah menghina pelaku dengan kata-kata, sudah tua, botak, jelek, miskin, pensinunan dan gaji kecil, itulah pemicu amarah pelaku nekat habisi nyawa korban RB, pelaku telah ditahan, dan masih lidik untuk pasal apa yang kita kenai nanti”, kata Kapolres Manokwari.

Sementara pelaku DP (58 thn) kini telah diamankan di rutan Mapolsek Kota guna menjalani proses penyelidikan kelengkapan berkas perkara. Selain itu alat bukti berupa sebilah pisau dan baju yang berlumuran darah berhasil di dapati polisi dan telah diamankan sebagai barang bukti (BB).

Secara terpisah, pihak keluarga RB (34thn) korban pembunuhan sadis di Lembah Hijau, Wosi Dalam, Manokwari, meminta agar pelaku segera diproses dan dihukum seberat-beratnya.

Melihat luka sayatan pisau di leher depan korban sangat tragis dan tidak manusiawi, dimana menurut hasil visum korban diduga meninggal dunia karena kehabisan darah dengan luka sayatan panjang 9 cm, dan dalam 4 cm di bagian leher.

Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Manokwari, Kornelius Mangalik, pada ibadah penghiburan, Kamis (18/10) malam pukul 21.00 WIT mewakili pihak keluarga meminta agar polisi menghukum pelaku dengan hukuman seberat – beratnya.

“Kami mengutuk dengan keras pelakunya, ini pembunuhan yang kejam dan tidak manusiawi, kami kedepankan hukum positif atau aturan di negeri ini diterapkan keras kepada pelaku”, kata Kornelius mewakili keluarga korban.

Sementara rencana pemakaman korban RB (34 thn) masih menunggu pihak keluarga yang berdatangan dari luar daerah Manokwari, salah satunya dari Toraja, Sulawesi selatan. (TIFA Online)

Tinggalkan Balasan