HEADLINEPOLITIK LOKAL

PAW Yanni dan Jhon Ibo Dua Kali Ditolak Banmus, Ketua ‘Ancam’ Akan Pake Kewenangan Pimpinan DPRP Untuk Dorong Pelantikan

PAW Yanni dan Jhon Ibo dua kali ditolak Banmus, Ketua ‘ancam’ akan pake kewenangan pimpinan DPRP untuk dorong pelantikan, tampak Ketua DPRP Yunus Wonda. (Foto : Titie/ TIFA Online)PAW Yanni dan Jhon Ibo dua kali ditolak Banmus, Ketua ‘ancam’ akan pake kewenangan pimpinan DPRP untuk dorong pelantikan, tampak Ketua DPRP Yunus Wonda. (Foto : Titie/ TIFA Online)

TIFAOnline, JAYAPURA— Setelah dua kali di usulkan ke Badan Musyawarah (Bamus) Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) untuk di proses pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRP dari Partai Gerindra, namun selalu mendapat penolakan dari fraksi – fraksi, termasuk Fraksi Gerindra, akhirnya Ketua DPRP Yunus Wonda ‘mengancam’ akan menggunakan kewenangan yang dimiliki pimpinan DPRP untuk menekan agar PAW di proses, bahkan tidak menutup kemungkinan pimpinan DPRP tetap akan melakukan pelantikan meskipun tidak melalui Bamus DPRP.

“Saya sudah sampaikan kepada anggota Banmus, kali pertama sudah menolak, kedua juga demikian maka untuk ketiga kalinya, saya minta anggota DPRP memberikan kesempatan kepada pimpinan untuk melantik, jadi kalau kedepan ada sidang lagi kami akan agendakan lagi”, kata Yunus Wonda, Ketua DPRP kepada TIFA Online di ruang kerjanya, Kamis (18/10/2018) sore.

Menurut Ketua DPRP, pimpinan memiliki hak dan kewenangan untuk mempressure (menekan) agar proses pelantikan dua anggota PAW dari Fraksi Gerindra harusnya di proses, apalagi sudah ada SK dari Mendagri, walau sesuai mekanismenya harus ditentukan dalam rapat Banmus, tetapi apabila dalam kondisi tertentu dan tidak ada kesepakatan di Banmus dengan berbagai alasan, sebagai pimpinan pihaknya dapat menggunakan kewenangan pimpinan untuk memproses pelantikan PAW.

“Intinya sesuai mekanisme di Banmus lebih pada mengagendakan, tapi saya sudah sampaikan tegas, dua kali penolakan masih bisa, tapi untuk kali berikut saya minta semua anggota DPRP agar memberikan kesempatan kepada pimpinan untuk melakukan pelantikan, apabila masih jadi perdebatan di Bamus”, kata Yunus Wonda menambahkan bahwa jika PAW tidak dilakukan maka tentu ada konsekuensi hukumnya.

Pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dari Partai Gerindra hingga saat ini masih menjadi perdebatan alot dalam setiap rapat Badan Musyawarah (Banmus) hingga berujung pada dua kali pembatalan pelantikan lantaran sebagian besar fraksi dan anggota DPRP menolak pelaksanaan pelantikan tersebut.

Adapun kedua nama yang telah mengantongi SK Mendagri adalah Irenius Likuwatan Bolly,SH menggantikan Yanni SH dan Dr Ronald E. Engko, M.Si dengan nomor SK 161.91.5625 yang menggantikan John Ibo.

Yunus Wonda juga menegaskan bahwa yang di dorong saat ini adalah proses PAW keanggotaan DPRP, dan tidak ada hubungananya dengan proses pengusulan Wakil Ketua DPRP yang menjadi hak Fraksi Gerindra di DPRP.

“masalah pimpinan ini tersendiri, dan yang mau dilantik nanti bukan mau jadi pimpinan, tapi anggota DPRP, kalau proses untuk unsur pimpinan itu urusan partai”, kata Yunus Wonda lagi.
Terkait alasan penolakan sendiri, menurut Wonda Banmus menolak dengan argumentasinya masing-masing.

“ya, …memang saat rapat Banmus terjadi perdebatan cukup alot, pimpinan sudah berupaya dan memberikan pemahaman dari sisi aturan dan teknisnya terutama teman di Banmus, tapi tetap mendapat penolakan dari sebagaim fraksi bahkan dari internal Fraksi Gerindra sendiri juga menolak”, kata Yunus Wonda lagi. (titie adam / walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan