HEADLINESOSIAL KEMASYARAKATAN

Wagub Lepas 292 Orang Kontingen Papua Ikuti Pesparani Tingkat Nasional Pertama

Wagub lepas 292 orang kontingen Papua ikuti Pesparani Tingkat Nasional pertama, tampak Wagub Papua, Klemen Tinal, SE, MM ketika menyerahkan pataka ke Ketua Kontingen. (Foto : Titie / TIFA Online)Wagub lepas 292 orang kontingen Papua ikuti Pesparani Tingkat Nasional pertama, tampak Wagub Papua, Klemen Tinal, SE, MM ketika menyerahkan pataka ke Ketua Kontingen. (Foto : Titie / TIFA Online)

TIFAOnline, JAYAPURA— Sebanyak 292 orang kontingan dilepas Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal dalam rangka mengikuti even Paduan Suara Gerejani Nasional (Pesparani) yang akan berlangsung di Kota Ambon, Maluku.

Kontingen yang terdiri dari 220 peserta paduan suara di tambah pendamping, pelatih dan official tersebut di lepas Klemen Tinal secara resmi melalui penyerahan bendera pataka kepada Ketua Kontingen di Hotel Aston, Jayapura, Selasa (23/10/2018) pagi.

Dalam pesannnya, Klemen Tinal berharap kontengan Papua dapat menjadi contoh bagi kontingen se Indonesia dalam hal mempererat kerohanian, terutama membawa nama baik Provinsi Papua.

“jangan pesimis, pemerintah sebagai wakil Allah berkomitmen untuk perkuat kerohanian di Papua”, kata Klemen Tinal kembali berharap perwakilan Papua harus memberikan contoh untuk yang lain dari segi kualitas rohani dan saudara yang lain.

Pada kesempatan itu, Klemen mengatakan umat Katolik dapat menjadi perekat dan pendorong motivasi kehidupan umat beragama untuk semua masyarakat yang ada di Indonesia.

“Yang penting semua sehat, dan orang tua tidak usah kuatir sehingga orang tua harus yakin suka cita yang dibawah karena mereka membawa nama baik Papua, dan Pemprov Papua mendukung 100 persen sehingga kita terus dorong kegiatan rohani seperti ini”, kata Wagub lagi.

Ia berharap untuk tahun – tahun mendatang rombongan yang di bawa lebih besar lagi. Dan bukan hanya ratusan saja seperti saat ini.

“kedepan kita harus bawa rombongan yang lebih besar, kalau dilakukan lagi Papua harus mengirim 1.000 atau 2.000 orang sehingga orang disana tau Papua seperti apa, sehingga kesannya akan tersampaikan, karena mereka bisa bercerita Papua itu sangat berkesan”, kata Klemen Tinal.

Ketua Panitia, Pastor Konstantinus Bahang OFM mengatakan kegiatan Pesparani merupakan kegiatan keagamaan.

“Kita bersyukur gereja Katolik dapat mengadakan kegiatan besar ini sehingga event ini sudah sama dengan MTQ, dan Pesparawi oleh sebab itu kita harus bersyukur dengan kesempatan ini”, kata Pastor Konstantinus Bahang, OFM.

Menurutnya, dari awal pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Paduan Suara Gerejani Katolik  (LP3K ) Tingkat Nasional langsung mencanangkan kegiatan Pesparani di Kota Ambon, dan ini direspon oleh LP3KD  Papua dengan pembentukan Panitia dalam rangka turut serta pada kegiatan tersebut.

“jadi, langsung dibentuk Panitia sejak Mei lalu, walaupun waktu singkat dan dengan bimbingan Tuhan semua berjalan dengan baik”, kata Pastor.

Menurutnya dari 292 kontingen yang berangkat ke Kota Ambon terdiri dari 220 orang peserta ditambah pelatih, panitia termasuk official

Sementara itu Kepala LP3KD Papua, Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Pesparani yang mengangkat thema : Membangun Persaudaraan Sejati, berarti sebagai umat dalam bermasyarakat harus terus menjaga tali persaudaraan antar umat beragama tentunya untuk mambangun Papua, sehingga dimana pun umat Katolik berkumpul dapat menaikan puji – pujian sehingga bisa bersatu.

“kita kesana kalau tidak ada hasil dalam lomba ini yang paling penting itu  umat Katolik harus bisa bertemu satu sama lain, dan kenapa Ambon dipilih karena di Ambon menceminkan suatu tempat untuk membangun silaturrahmi,  karena Ambon ini mempunytai historis daerah yang menjadi simbol persatuan”, kata Fransiskus Xaverius Mote.

Pesparani di Ambon tahun ini merupakan Pesparani Pertama untuk gereja Katolik di Indonesia. Hal ini berawal dari inisiatif Ambon. Selama ini Pesparani sudah diadakan di Dobo, Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

Dari sana muncul desakan agar diadakan Pesparani Tingkat Nasional. Usulan itu kemudian dibawa ke Direktorat Jenderal Bimas Katolik. Setelah melewati konsultasi dengan pihak terkait akhirnya dibentuklah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) melalui PMA Nomor 35 Tahun 2016.

Lembaga ini merupakan penyelenggara Pesparani di Indonesia, baik  tingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat nasional.

LP3KD di Provinsi Papua sudah dibentuk tahun 2018 yang kemudian disusul dengan pembentukan LP3KD di setiap kabupaten dan kota. Dengan keterbatasan waktu itu LP3KD Provinsi Papua belum bisa membuat Pesparani di tingkat Kabupaten dan Provinsi karena pada tahun 2018 LP3KD Papua harus menyiapkan diri mengikuti Pesparani Nasional. (titie adam / walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan