HEADLINETANAH PAPUA

Lima Anggota DPRP Ke Amerika, Ini Hasil Kunjungan Mereka

Lima anggota DPRP ke Amerika, ini hasil kunjungan mereka, tampak beberapa foto kegiatan mereka selama di Amerika Serikat. (Foto : dok. FB Yan.P.Mandenas)Lima anggota DPRP ke Amerika, ini hasil kunjungan mereka, tampak beberapa foto kegiatan mereka selama di Amerika Serikat. (Foto : dok. FB Yan.P.Mandenas)

TIFAOnline, JAYAPURA— Lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat dengan agenda melihat secara langsung kondisi mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Negeri Paman Sam dan juga melakukan pertemuan dengan Indonesia American Society of Academics (IASA), Sabtu, 20 Oktober 2018.

“jadi teman – teman dewan ini ke Amerika untuk memastikan dan melihat langsung bagaimana proses pendidikan anak-anak kita yang disana, apakah mereka sekolah atau tidak ? kalau memang mereka sekolah, kenapa mereka bisa kembali ke Papua, kenapa bisa di skors oleh sekolah, dan persoalan-persoalan lain yang mereka hadapi”, kata Yunus Wonda, Ketua DPRP saat di konfirmasi TIFA Online, Rabu (24/10/2018).

Menurutnya kunjungan kerja yang dilakukan oleh beberapa anggota DPRP tersebut sudah berkoordinasi dengan Biro Otsus khususnya daerah yang bermasalah, karena kunjungan kerja tersebut diperlukan untuk tahapan penyusunan APBD 2019 mendatang.

Menurut Ketua DPRP kunjungan anggota DPRP tersebut guna memastikan proses pendidikan yang tengah dijalani para mahasiswa asal Papua di Amerika Serikat dan juga bermaksud melaporkan kepada Kedutaan Indonesia di USA jumlah pelajar Papua yang sedang menempuh pendidikan disana.

“terkait pendidikan anak – anak kita di luar negeri, menjadi perhatian utama, apalagi ini juga menyangkut dengan penganggaran di tahun 2019 nanti, apalagi ada informasi sekitar 14 orang pelajar Papua yang menuntut ilmu di Eropa ada yang dipulangkan”, kata Yunus Wonda kepada sejumlah awak media di Sekretariat PB PON XX, Rabu (24/10/2018).

Menurut Ketua DPRP persoalan anak-anak Papua yang kuliah di luar negeri saat ini sangat penting, sebab banyak kendala yang dihadapi terkait soal bahasa saat menempuh studi di luar negeri.

“jadi pelajar ini kan harus punya basic dulu sebelum berangkat sekolah, agar disana penyesuaian satu tahun dan bisa lanjut kuliah normal, sebab kalau tidak memiliki basic maka sampai kapanpun tidak akan bisa, akhirnya ada yang dipulangkan”, kata Ketua DPRP meminta kondisi tersebut harus di evaluasi.

Sebagaimana dikutip dari akun Facebook Yan P Mandenas, Minggu (21/10/2018) sekitar 6 orang anggota DPRP tengah berada di Amerika Serikat, dimana delegasi dari Papua melakukan pertemuan dengan Asosiasi 80 Profesor Indonesia di USA dalam rangka pembangunan manusia Papua berkelanjutan melalui bidang pendidikan di Amerika Serikat.

Sebagaimana di laporkan Yan P Mandenas yang masih mengklaim sebagai Ketua Komisi V DPRP dalam Executive Summary hasil pertemuannya dengan Indonesia American Society of Academics (IASA) disebutkan delegasi Indonesia (DPRP-Red) diikuti oleh 3 anggota DPRP yakni Yan P Mandenas, Radius Simbolon, dan Chris Risamasu.

Juga di ikuti oleh Staff Ahli (Dosen Uncen), Laus Rumayom, 1 orang staff KBRI atas nama Bhimo Andoko, dan 6 orang dari IASA, diantaranya Herry Utomo, Ida Utomo, Donny Wulandana, Deden Rukmana, Eddy Patuwo, dan Justinus Budi Satrio.

Adapun beberapa pokok bahasan sebagaimana Executive Summary yang di posting Yan P Mandenas melalui akun Facebooknya, disebutkan tujuan dar lawatan anggota DPRP ke Amerika tersbeut untuk melakukan evaluasi program – program pendidikan, program 1.000 Doktor, program pengiriman siswa SMA, serta mengindentifikasi bidang studi unggulan AS yang dapat di pergunakan untuk memperbaiki pendidikan di Papua.

Dalam pembahasannya, DPR Papua memberikan informasi khusus dimana Papua memiliki keunikan khusus untuk kawasan pasifik dan SDA yang luar biasa.

Sehingga Papua juga perlu menjaga keragaman tersebut, dan Papua memerlukan penguatan STEM dengan tenaga pendidik yang berkualitas.

Dimana Universitas Cenderawasih sangat memerlukan bantuan untuk memperbaiki kualitas dosen, bimbingan ke jenjang Profesor, perbaikan kualitas riset dan bimbingan bagi dosen yang bersekolah di AS.

Sedangkan IASA dalam laporannya mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan ke Papua sebanyak 7 kali untuk fact finding dan evaluasi, dimana dua kunjungan ke Uncen, selain itu juga IASA punya program sekolah berpola asrama di dua sekolah di Papua kerja sama dengan Bappenas, Kementerian dan Pemda setempat sesuai dengan MoU dan Inpres Nomor 9 Tahun 2017.

IASA sendiri adalah sebuah lembaga yang terdiri dari beberapa Professor di beberapa bidang seperti engineering, ekonomi, bioteknologi, agriculture, arsitekture, chemical engineering, computer science, food science, tata kota, dan English.

Dimana selama ini IASA membantu dalam hal penyusunan Kurikulum sesuai yang dibutuhkan Uncen, memfasilitasi pertukaran mahasiswa atau dosen, menerima dosen magang, melakukan penelitian bersama, menerima dan membimbing mahasiswa Papua yang sekolah di mana para Professor IASA bekerja / mengajar, membimbing Dosen dari Papua yang studi di Universitas di mana Professor IASA bekerja, serta membimbing Dosen yang sedang menuju ke jenjang Professor.

Pada kesempatan tersebut, DPRP mengusulkan agar kiranya pertemuan kemarin akan di tindak lanjuti dalam pertemuan selanjutnya di Washington DC pada November 2018.

Terkait kunjungan kerja tersebut, Yan P Mandenas selaku pimpinan rombongan ketika di konfirmasi TIFA Online melalui pesan WhatsApp, Kamis (25/10/2018) belum bisa memberikan keterangan lengkap, dan hingga berita ini di muat mengatakan masih dalam perjalann balik ke Indonesia, dan sesampainya di Papua akan melakukan keterangan pers.

Demikian juga dua anggota DPRP lainnya yang hadir dalam pertemuan tersebut, Radius Simbolon dan Jefri Kaunang ketika di konfirmasi TIFA Online, Jumat (26/10/2018) hingga berita ini di muat belum memberikan keterangan terkait kunjungan ke Amerika serikat tersebut, pesan WhatsApp yang di kirimkan TIFA Online hanya di baca, tapi tidak di balas.

Dari informasi yang berhasil di himpun oleh TIFA Online ada 5 anggota DPRP yang berangkat ke Amerika Serikat, selain Yan P Mandenas, Radius Simbolon, Jefri Kaunang, Jack Komboy, dan Chris Risamasu, sebenarnya ada 6 anggota DPRP yang harus ke Amerika Serikat, namun salah satu diantaranya sakit sehingga batal berangkat. (titie adam / walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan