HEADLINEPERISTIWAWARTA POLDA

Misteri Pembakar Sampah dan Jerigen Berisi 35 Liter Bensin di Balik Ludesnya 52 Kios di Pasar Skouw

Misteri pembakar sampah dan jerigen berisi 35 liter bensin di balik ludesnya 52 kios di Pasar Skouw, tampak amuk si jago merah kemarin. (Foto : Bidang Humas Polda Papua)Misteri pembakar sampah dan jerigen berisi 35 liter bensin di balik ludesnya 52 kios di Pasar Skouw, tampak amuk si jago merah kemarin. (Foto : Bidang Humas Polda Papua)

TIFAOnline, JAYAPURA— Berdasarkan penuturan saksi mata kepada pihak kepolisian, patut di duga penyebab terbakarnya 52 kios di Pasar Skouw, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Papua, Minggu (28/10/2018) yang berlokasi di perbatasan RI-PNG berawal dari sampah yang di bakar oleh seseorang di belakang sebuah kios kosong yang sempat merambat ke dapur salah seorang pemilik kios lainnya.

Api makin mengganas dan tidak terkendali, setelah salah satu pemilik kios panik sehingga menendang sebuah jerigen berisi bensin sebanyak 35 liter yang berada dalam sebuah kios, yang jadi pertanyaan mengapa ada BBM (bensin) dalam wadah jerigen dalam rumah warga.

Sebagaimana release yang diterima TIFA Online dari Bidang Humas Polda Papua, Minggu (28/10/2018) malam, di hari yang sama sekitar pukul 09.15 WIT telah terjadi kebakaran di Pasar Skouw perbatasan RI-PNG Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Papua yang diduga akibat pembakaran sampah dibelakang kios kosong yang menyebabkan 52 unit kios milik warga hangus terbakar.

Menurut keterangan salah seorang saksi mata yang juga pemilik kios di Pasar Skouw atas nama Intan Putri Herawati (18 tahun), sebelum kejadian dirinya sempat melihat di belakang rumah kosong di samping kios miliknya ada seonggok sampah yang sedang dibakar, namun saksi tidak terlalu menaruh perhatian lebih dan kemudian masuk ke dalam dapurnya untuk memasak.

Sekitar pukul 09.15 WIT, menurut pengakuan Intan, saat dirinya sedang memasak ada kobaran api yang merambat hingga dapurnya, dia menduga sumber api dari bakaran sampah yang di lihatnya tadi.

Api dengan cepat menyambar dapur miliknya, termasuk kompor yang sedang digunakan memasak sehingga terjadi ledakan dan membuat api kian membesar dan tidak terkendali, sedangkan Intan karena panik dan ketakutan akhirnya lari membabi buta, dan saat itulah tanpa sengaja ia kembali menabrak jerigen penuh berisi bensin.

Hal senada juga di ceritakan saksi lainnya atas nama Robiyanto sebagaimana release Bidang Humas Polda Papua, bahwasanya sekitar pukul 09.20 WIT ia melihat api sudah membesar dan membakar bagian belakang kiosnya, lalu Robiyanto mendobrak dinding kios sebelah yang tembus dinding dari kios lainnya di sebelah timur yang adalah sebuah kios kosong.

Dan ketika itu ia bersama Intan lari menyelamatkan diri dalam keadaan panic sehingga tidak sengaja seingatnya ia melihat Intan Intan menabrak sebuah jirigen 35 liter yang berisi bensin sehingga api tambah membesar kemudian kedua saksi keluar kios menyelamatkan diri.

Sekitar pukul 09.25 WIT, api dengan cepat merambat ke kios-kios lainnya yang berada di kompleks Pasar Skouw yang hanya berupa kios – kios darurat yang di buat dari bahan yang mudah terbakar.

Anggota Pospol Sub Sektor Skouw yang tiba di lokasi bersama kurang lebih 35 personil Satgas Pamtas RI-PNG YPR 501/BY dipimpin langsung Dansatgas, Letkol (Inf) Eko Antoni Chandra bersama masyarakat mencoba memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya sambil menanti bantuan mobil pemadam kebakaran, namun tidak mampu membending amuk si jago merah hingga meludeskan 52 kios yang ada di Pasar Skouw.

Menurut perhitungan sementara kerugian material yang timbul akibat insiden tersebut sebanyak 52 kios dan 1 unit motor hangus terbakar, sedangkan korban luka – luka diantaranya Intan Putri Herawati (18 tahun) mengalami luka bakar pada punggung kaki sebelah kanan,

Saksi yang sudah di mintai keterangan sementara oleh pihak kepolisian diantaranya adalah Intan Putri Herawati (18 tahun), Robiyanto (24 tahun), dan Suarty Ningsih (40 tahun) yang kesemuanya adalah warga Pasar Skouw. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan