HEADLINEHUKUM & HAMWARTA POLDA

Dua Hari, Tiga Nyawa Melayang di Lanny Jaya

Sering sekali kita dengar kampanye Papua Tanah Damai di serukan banyak pihak, tapi mengapa nyawa manusia di tanah yang katanya ibarat “sorga kecil jatuh ke bumi” ini seakan tidak ada harganya, dalam dua hari 3 nyawa melayang di Lanny Jaya akibat penembakan dan baku tembak. Salah siapa ?

Dua hari, tiga nyawa melayang di Lanny Jaya, tampak jenazah salah satu korban saat di evakuasi ke kampung halamannya di Kendari. (Foto : Bid. Humas Polda Papua)Dua hari, tiga nyawa melayang di Lanny Jaya, tampak jenazah salah satu korban saat di evakuasi ke kampung halamannya di Kendari. (Foto : Bid. Humas Polda Papua)

Oleh    : Titie Adam / Walhamri Wahid  

Tidak penting apa suku, agama, ras dan ideologinya, tetapi semua yang bernyawa ciptaan TYME adalah makhluk mulia yang patut di lindungi kehidupannya, apalagi manusia, namun seakan tidak ada habisnya, di Tanah Papua senjata dan peluru siapapun berhak meletup kapan saja dan menghilangkan nyawa siapa saja, hanya karena bisa jadi berada di waktu dan tempat yang salah.

Demikian halnya yang terjadi terhadap Yanwar (42 tahun) yang di ketahui sehari – hari berprofesi sebagai tukang ojek ditemukan tidak bernyawa pada Jumat (2/11/2018) sekitar pukul 13.00 WIT di Kampung Popome, Distrik Mokoni, Kabupaten Lanny Jaya.

Sebagaimana release yang di keluarkan Bidang Humas Polda Papua, di duga korban tewas di tembak oleh kelompok sipil bersenjata sebagaimana keterangan salah satu saksi mata berinisial NA (39 tahun), yang pertama kali melihat korban terkapar di pinggir jalan.

“pelaku penembakan tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Lanny Jaya dimana sejak 2 hari terakhir kelompok tersebut diketahui berada di sekitar tempat kejadian”, kata Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal, Kabidhumas Polda Papua dalam release yang diterima TIFAOnline, Jumat (2/11/2018) malam.

Belum juga jenazah Yanwar di kebumikan, Sabtu (3/11/2018) sekitar sore hari usai aksi baku tembak antara anggota Polres Lanny Jaya yang bermaksud melakukan evakuasi terhadap mayat Yanwar, kembali aparat kepolisian menemukan dua nyawa manusia yang harus hilang terenggut oleh timah panas, namun kali ini korban di duga dari anggota kelompok sipil bersenjata yang sempat baku tembak dengan aparat kepolisian setempat.

Dalam dua hari, 3 nyawa manusia melayang di Lanny Jaya, sebagaimana release yang di kirimkan Bidang Humas Polda Papua, dua mayat yang ditemukan tewas pada Sabtu (3/11/2018) di duga adalah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang tewas saat  kontak senjata dengan tim gabungan TNI/Polri di Kampung Popome Distrik Mukoni Kabupaten Lanny Jaya.

Kontak  senjata antara tim gabungan dengan kelompok KKB bermula saat proses evakuasi jenasah korban penembakan Jumat (2/11/2018), Yanwar (42 tahun) yang sehari sebelumnya di duga di tembak oleh kelompok sipil bersenjata.

Diduga, kedua korban dari kelompok sipil bersenjata, atas nama Gomes dan Kubamobuk, menurut keterangan Polda Papua, salah satunya merupakan oknum pelaku yang terlibat penyerangan Polsek Pirime tahun 2012 lalu.

“dua anggota KKB ini tertembak di dua lokasi berbeda, jadi pukul 07.30 WIT saat aparat melakukan proses evakuasi jenazah korban, Tim Gabungan di tembak dari arah ketinggian (Balingga), akhirnya terjadi kontak senjata”, kata Kombes (Pol) Ahmad Mustofa Kamal, Kabidhumas Polda Papua.

Menurut Kabidhumas dalam release yang diterima TIFAOnline, kronologisnya bermula ketika Tim Gabungan yang dipimpin oleh Kapolres Lanny Jaya, AKBP Tonny Ananda menuju lokasi dengan menggunakan 3 kendaraan roda empat untuk melihat letak kondisi jenasah.

“saat sedang evakuasi, tiba-tiba ada tembakan dari arah ketinggian. karena adanya tembakan awal itulah yang selanjutnya terjadi baku tembak, hingga akhirnya sekitar pukul 09.00 WIT tim berhasil memukul mundur KKB, dimana salah satunya diduga terkena peluru”, kata Kabidhumas lagi.

Kemudian Tim Gabungan melakukan penyisiran menuju kearah Distrik Balingga, dan kembali terjadi kontak senjata di area pintu angin Balingga.

“terjadi baku tembak di Balingga lagi dan setelah dilakukan penyisiran Tim Satgas kembali menemukan satu orang KKB lainnya yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa”, jelas Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal.

Akibat kontak senjata tersebut, menurut Kabidhumas, 2 unit kendaraan patroli milik Polres Lanny Jaya terkena tembakan pada bagian pintu depan sebelah kiri dan kaca bagian belakang pecah.

Hasil penyisiran setelah kontak senjata, sebagaimana release Bidang Humas Polda Papua, tim amankan 2 pucuk senjata api model SS1 V1 bernomor 095393 dan Jungle/ US Carabine bernomor 4350700.

“senjata jungle ini setelah diperiksa adalah hasil rampasan KKB dari Polsek Pirime tahun 2012 lalu”, kata Kabidhumas lagi.

Tim Gabungan juga mengamankan amunisi sebanyak 326 butir yang terdiri dari amunisi kaliber 5,56 mm SS1 total 181 butir dan 7 magazen, amunisi kaliber 7.62 Arsenal  seganyak 68 butir dalam rangkaian, amunisi kaliber 9 mm sebanyak 40 butir, amunisi kaliber 3.0 mm sebanyak 10 butir dalam 1 magazen.

Selain itu juga ditemukan amunisi hampa kaliber 5,56 mm sebanyak 8 butir, amunisi Sofgan 4 butir,  amunisi kaliber 3,8 mm sebanyak 13 butir dalam 1 rangkaian, amunisi 7,62 mm sebanyak 2 butir model AK 47.

“selain peluru dan senjata, tim gabungan juga mengamankan 3 unit  HT, 2 lembar Bendera BK ukuran 1×1/2 meter, sebuah parang, ketapel, ransel, teropong dan kaos”, kata Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal.

Menurut Kabidhumas, terkait situasi keamanan di Kota Tiom saat ini sudah kondusif, korban Yanwar berhasil di evakuasi dan pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan keluarga korban untuk di evakuasi keluar dari Lanny Jaya.

Minggu (4/11/2018) kemarin dengan menumpang pesawat Trigana Cargo PK -YSG dari Wamena, jenazahnya telah sampai di Jayapura dan selanjutnya di teruskan ke kampung halamannya di Kendari menggunakan maskapai Lion Air. (TIFAOnline)

Tinggalkan Balasan