ADVERTORIALWARTA POLDA

Tatap Muka Dengan FKPM APO, Binmas Polres Jayapura Kota Minta Masyarakat Gunakan Aplikasi Ini !!

Tatap Muka Dengan FKPM APO, Binmas Polres Jayapura Kota Minta Masyarakat Gunakan Aplikasi Ini. Tampak Kaur Bin Ops (KBO) Ipda Abdulloh Chariri bersama para tukang ojek di APO Bengkel, Bhayangkara. (Foto - Dok Humas Polda Papua)

TIFAOnline, JAYAPURA – Penggunaan Aplikasi Noken Polres Jayapura Kota akan mempermudah masyarakat di Kota Jayapura mendapatkan Pelayanan Kepolisian. Terkait itu, Satuan Binmas Polres Jayapura menyampaikan langsung cara pengunaan aplikasi tersebut saat pertemuan rutin dengan Forum Kemitraan Pemolisian Masyarakat (FKPM), di Gudang Kelurahan Bhayangkara Distrik Jayapura Utara, Senin (05/11/2018) Sore.

“dengan aplikasi ini, maka akan mempermudah masyarakat mendapatkan bantuan ataupun terkait dengan pelayanan Kepolisian oleh Polres Jayapura Kota,” kata Kaur Bin Ops (KBO) Ipda Abdulloh Chariri,  sebagaiman release Humas Polda Papua.

Lebih lanjut dikatakan, selain memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam bentuk aplikasi, kata Ipda Abdulloh, Kepolisian juga akan rutin melakukan pertemuan dengan FKPM. “ ini juga sebagai bentuk pencegahan diri dalam rangka menurunkan tindak pidana kejahatan di Kota Jayapura ini,” kata Ipda Abdulloh yang didampingi dua stafnya.

Sehingga, jika ada tindakan dari oknum warga masyarakat yang berpotensi pada gangguan Kamtibmas, maka Ketua FKPM juga dapat menyelesaikan tanpa kehadiran Polisi, dengan catatan wajib melaporkan kejadian tersebut kepada Anggota Polmas.

“Nah untuk wilayah APO Bengkel ini daerah binaanya bapak Brikpol Ahmad Fajar. Jadi kalau ada tindakan yang berpotensi melanggar hukum tentu dapat diselesaikan tapi harus melaporannya kepada Pak Polmas Brigpol Ahmad Fajar,” kata Ipda Abdulloh Chariri.

Di kesempatan yang sama, Kanit Bin Kamsa Ipda Miftachul Ulum mengatakan Polres Jayapura Kota siap membantu dan memberi mendukung terhadap kegiatan para tukang ojek yang bersifat positif. “ “ini juga sebagai bentuk mengantisipasi sekaligus meminimalisir kegiatan ataupun perilaku yang bersifat melanggar hukum,” kata Kanit meningatkan. (TITIE)

Tinggalkan Balasan