HEADLINEHUKUM & HAM

Sebut Insiden Mapenduma Settingan dan Hoax, Anggota DPRP Ini Dapat Periksa Polda

Sebut insiden Mapenduma settingan dan hoax, anggota DPRP ini dapat periksa Polda, tampak Emus Gwijangge memberikan keterangan pers usai jalani pemeriksaan. (Foto : Titie/ TIFA Online)Sebut insiden Mapenduma settingan dan hoax, anggota DPRP ini dapat periksa Polda, tampak Emus Gwijangge memberikan keterangan pers usai jalani pemeriksaan. (Foto : Titie/ TIFA Online)

TIFAOnline, JAYAPURA— Akibat pernyataannya di beberapa media bahwasanya insiden di Mapenduma beberapa waktu lalu, sejumlah kelompok sipil bersenjata melakukan tindakan intimidasi terhadap sejumlah guru dan tenaga medis yang bertugas di Mapenduma selama berhari – hari, bahkan sampai terjadi tindakan kejahatan dan pelecehan seksual terhadap salah satu guru adalah hoax dan settingan, akhirnya Emus Gwijangge, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) di panggil dan di mintai keterangannya oleh Polda Papua, Selasa (6/11/2018).

Emus Gwijangge, anggota DPRP menghadiri panggilan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Papua didampingi Wakil Ketua Komisi I, Tan Wie Long sekitar pukul 10.00 WIT.

“Ada 15 pertanyaan, saya kira itu hal biasa dan tidak usah di besar-besarkan kasus ini sudah selesai, pernyataan saya sebelumnya sudah saya cabut, tanggal 2 lalu saya sudah sampaikan permintaan maaf, dan klarifikasi”, kata Emus Gwijangge kepada wartawan usai memberi keterangan kepada penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Papua.

Terkait keterangan yang disampaikan kepada penyidik, Emus mengaku ia memberi klarifikasi terkait statemennya di beberapa media menyangkut incident di Mappenduma Kabupaten Nduga.

“saya sudah klarifikasi kembali, bahwa kejadian Mapenduma itu benar adanya. Dan statemen yang sudah termuat di media, karna saya menerima informasi simpang siur dari masyarakat, karena data dan informasi yang saya peroleh dari masyarakat, sehingga saya berbicara ketika itu berdasarkan info dari masyarakat”, kata Emus Gwijangge menegaskan sembari meminta maaf dan mengakui bahwa kejadian yang menimpa para guru dan para medis di Mapenduma beberapa waktu lalu itu benar adanya dan bukan hoax.

Secara pribadi, Emus mengakui salah dan meminta maaf, baik kepada aparat kepolisian, para korban, dan lebih utamanya lagi ia mengaku mengklarifikasi permohonan maaf  tersebut di media.

“saya mohon maaf dan saya setelah memberi klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya. Saya juga telah bertemu korban yang mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara.

Ia juga berharap media tak perlu membesar-besarkan pemanggilannya oleh Polda Papua. Sebab, kata Emus, persoalan sudah tuntas dan selesai. Bahkan beberapa waktu lalu pimpinan dari Kabupaten Nduga juga telah memberi klarifkasi terkait kasus tersebut.

“jadi semua sudah datang klarifikasi dan sementara menangangi para korban di rumah sakit, saya juga demikian. Sekali lagi sebagai pribadi dan anggota DPR minta maaf”, kata Emus Gwijangge. (titie adam/r1)

Tinggalkan Balasan