HEADLINETANAH PAPUA

Banyak Pensiunan ASN Yang Masih Kuasai Rumah Dinas, Tiga Kabupaten Dijadikan Sampel Pendataan Aplikasi RUMI

Banyak pensiunan ASN yang masih kuasai rumah dinas, tiga kabupaten dijadikan sampel pendataan aplikasi RUMI. (Foto : Titie/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Masih banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum memiliki rumah atau tempat tinggal, dan juga banyaknya rumah – rumah milik pemerintah yang masih di kuasai oleh ASN yang sudah pensiun, maka dalam waktu dekat ini Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Papua akan melakukan pendataan ASN yang belum memiliki rumah secara online melalui website Aplikasi Rumah Indonesia (RUMI).

Menurut Metito Y. Kabuare, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Papua, direncanakan ada 3 kabupaten yang akan menjadi sampel untuk pelaksanaan pendataan rumah ASN tersebut.

“seharusnya para ASN yang sudah purna bakti harus meninggalkan rumah itu, sehingga pegawai yang baru bisa menempatinya, semoga dengan pendataan secara online ini ke depannya ASN di Papua bisa mendapatkan fasilitas perumahan”, kata Metito Y. Kabuare saat pembukaan kegiatan Piloting Pendataan Rumah Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Melalui Aplikasi Rumah Indonesia yang digelar di Jayapura, Rabu (7/11/2018).

Pendataan tersebut, akan di lakukan melalui sistem online lewat website Aplikasi Rumah Indonesia (RUMI).

“Jadi pendataan ini juga merupakan regulasi terbaru dari Direktorat Kementerian Perumahan Rakyat yang diterapkan diseluruh Indonesia, untuk selanjutnya akan mendata aparat pemerintah yang belum memiliki rumah lewat aplikasi RUMI ini,” kata Metito Y. Kabuare, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Papua.

Pemerintah Provinsi Papua berharap agar pendataaan pegawai ASN dilakukan secara lengkap agar pembiayaan rumah murah bagi pegawai ASN bisa segera di realisasikan tahun 2019.

Sebab, untuk Papua sendiri memang ada sedikit kendala, lantaran kurangnya data ASN, apalagi sebelumnya pernah terjadi perpindahan data dari Taperum ke Tapera.

“kalau mengacu dari perpindahan itu memang ada banyak data ASN yang masih kurang”, katanya lagi. (titie adam/r1)

Tinggalkan Balasan