HEADLINEKRIMINAL

Rekonstruksi Dendam Cinta Segitiga Berujung Ancaman Seumur Hidup di Hotel Prodeo

Rekonstruksi dendam cinta segitiga berujung ancaman seumur hidup di Hotel Prodeo, tampak tersangka memperagakan saat menjalakan aksinya. (Foto : dok. Bid. Humas Polda Papua)Rekonstruksi dendam cinta segitiga berujung ancaman seumur hidup di Hotel Prodeo, tampak tersangka memperagakan saat menjalakan aksinya. (Foto : dok. Bid. Humas Polda Papua)

TIFAOnline, MERAUKE— Keduanya sempat menjalin asmara sejak tahun 2009 hingga tahun 2010 namun terputus sekian tahun, dan akhirnya Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) diantara keduanya kembali terajut di tahun 2016 meski usia keduanya menjelang senja.

Karena dendam kesumat tidak berhasil mempersunting pujaan hati yang adalah istri orang lain, akhirnya membuat tersangka B nekat menghabisi nyawa suami pujaan hatinya dengan harapan bisa mempersunting S tersangka II sang pujaan hati.

Hingga terjadilah tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka B terhadap Aiptu Ramin yang juga adalah Kanit Intelkam Polsek Tanah Miring, Polres Merauke pada 21 Oktober 2018 lalu di kediamannya sendiri, tatkala korban Aiptu Ramin tengah tertidur di ruang tamunya.

Dimana ketika itu tersangka I bebas memasuki rumah tatkala korban tertidur lelap karena diduga pintu dapur sengaja tidak di kunci oleh Tersangka II berinisial S yang adalah istri korban sendiri, lalu tersangka I mengambil palu yang telah di persiapkan oleh istri korban.

Hingga akhirnya tersangka I menghantam kepala bagian belakang korban yang tengah tertidur menghadap sofa, saat korban kaget terbangun dan mencoba merangkak, kembali tersangka I melayangkan palu sekali lagi ke kepala belakang korban yang membuat korban langsung terlentang dan tak sadarkan diri.

Tidak puas, dalam keadaan tidak sadarkan diri, tersangka I kembali melayangkan pukulan dengan tangan ke wajah korban sebanyak dua kali lalu menyeret korban ke kamar mandi untuk merekayasan seolah – olah korban tidak sadarkan diri akibat terjatuh di kamar mandi.

Itulah rangkaian adegan dalam rekonstruksi yang dilakukan oleh Polres Merauke terhadap kasus percobaan pembunuhan di rumah korban di Gang Daud Jalan Parakomando (Parako), Merauke, Papua, Jumat (2/11/2018) sekitar pukul 14.00 WIT.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung, SH melalui Kasat Reskrim AKP Micha P.Toding, S.Ik dalam release yang diterima TIFA Online dari Bidang Humas Polda Papua menjelaskan kegiatan rekontruksi tersebut dilaksanakan kurang lebih 1 jam dan berjalan dengan aman, tertib, dan dibawah pengamanan yang ketat personil Polres Merauke.‎

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Merauke, AKP Leonardo, Yoga, S.Ik dengan melibatkan personil Sabhara Polres Merauke sebanyak 30 personil pengaman terbuka dan tertutup dikarenakan massa banyak yang ingin menyaksikan.

“tujuan rekontruksi ini untuk memperjelas kasus yang sedang ditangani dan untuk melengkapi administrasi berkas perkara hingga tahap P21, untuk motif sementara ini diduga karena unsur percintaan alias cinta segi tiga dan kecemburuan tersangka I tidak dapat menikahi tersangka II yang sudah menjalin asmara sejak tahun 2009 dan 2010 putus dan dilanjutkan lagi pada tahun 2016 hingga sekarang”, kata AKP Micha P. Toding, Kasatreskrim Polres Merauke dalam release yang diterima TIFAOnline.

Menurutnya adegan inti dari proses rekonstruksi tersebut ada pada adegan ke 6 dan 7 dari 37 adegan reksontruksi yang dilakukan.

Sebagaimana laporan polisi Nomor : LP/399/X/2018/Papua/Res Merauke tanggal 21 Oktober 2018, tersangka di jerat dengan kasus percobaan pembunuhan berencana atau setidak-tidaknya penganiayaan berencana berakibat luka berat sebagaimana dimaksud dalam primer pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP subsider pasal 338 KUHP jo Pasal 53 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 lebih subsider pasal 335 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke – 1 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (titie adam/ r1)

Tinggalkan Balasan