HEADLINEHUKUM & HAMWARTA POLDA

Ini Persiapan Polda Papua Buru Kelompok TPN/OPM Puron Wenda di Lanny Jaya

Ini persiapan Polda Papua buru kelompok TPN/OPM Puron Wenda di Lanny Jaya, tampak Irjen (Pol) Martuani Sormin saat silaturahmi dengan insan pers Papua di Mapolda Papua. (Foto : Titie/ TIFAOnline)Ini persiapan Polda Papua buru kelompok TPN/OPM Puron Wenda di Lanny Jaya, tampak Irjen (Pol) Martuani Sormin saat silaturahmi dengan insan pers Papua di Mapolda Papua. (Foto : Titie/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Kapolda Papua Irjen (Pol) Drs. Martuani Sormin, M.Si memastikan dalam waktu dekat Polri bersama TNI akan melakukan penegakan hukum di Kabupaten Lanny Jaya terhadap kelompok sipil bersenjata yang kerap kali melakukan aksi kriminal di di Lanny Jaya dan sekitarnya hingga merenggut nyawa manusia, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu yang menewaskan seorang tukang ojek.

Penindakan terhadap aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Lanny Jaya, menurut Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin, tinggal menunggu waktu.

Hal itu menyusul persiapan yang telah dilakukan Polda Papua bersama TNI dalam rangka melaksanakan penegakan hukum terkait aksi KKB yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

“personil kami menunggu waktu masuk kesana untuk melakukan penegakan hukum kasus penembakan terhadap tukang ojek pada 1 November,” kata Kapolda usai bertatap muka dengan insan pers se Jayapura di Aula Rasta Samara, Mapolda Papua, Selasa (13/11/2018).

Menurut Kapolda, pihaknya juga telah memetakan lokasi, dimana titik lokasi yang menjadi sasaran merupakan markas KKB.

“Lokasinya itu tiga bukit dimana lokasi penembakan tukang ojek, orang bilang sih dekat, ya dekatnya itu, satu bukit satu hari, karena itu bukit terjal,” jelas Kapolda lagi tersenyum.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, dari analisis Polisi, mereka memiliki persenjataan lengkap. Dimana senjata KKB ini diduga kuat adalah senjata milik aparat yang dirampas dan di bunuh beberapa waktu lampau.

“itu senjata anggota kami yang dirampas dan dibunuh. Ada mereka miliki senapan otmatis, minimi dan arsenal. Senjata otimatis dua dan yang lain senpi serbu,” kata Kapolda yang juga mengakui bahwa Kepolisian telah berhasil mengambil satu rantai amunisi sebanyak 98 butir karena tertinggal saat mereka dikejar ketika kontak tembak dengan Polri dan TNI awal bulan lalu.

Kapolda meyakini, KKB masih memiliki sekitar 60 butir amunusi.

“Jadikan ada dua rantai, yang satu tertinggal satu masih terpasang di senjata kalibar dan jangakaunnya lumayan, sekitar 800 meter, ini yang akan kami kejar,” kata Kapolda yang juga membenarkan soal adanya penembakan terhadap tukang ojek pada Senin (12/11/2018) sore

“ya memang ada penembakan kemarin, mungkin karena mereka ingin menunjukkan kalau mereka masih ada,” kata Kapolda.

Sebelumnya, pasca penembakan tukang ojek, awal November lalu, Kapolda Papua bertolak ke Lanny Jaya. Menurut Kapolda, kunjungannya ke Lanny Jaya dalam rangka bertatap muka dengan sejumlah pihak terkait penindakan terhadap KKB.

“Saya sudah ke Lanny Jaya dan bertemu semua pihak, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, Pemerintah termasuk DPRD setempat dan menyampaikan akan melakukan penegakan hukum dan kami diizinkan masuk,” kata kata Kapolda yang juga mengaku sebelumnya personilnya tidak boleh masuk ke Disrik Balingga.

Dengan persetujuan semua pihak itu juga, lanjut Kapolda, pihaknya telah membuat pos pengamanan sementara yang diisi TNI dan Polri.

“Pos itu kebetulan rumah guru yang tak di tempati, disana ada satu pleton personil yang berjaga,” kata Kapolda yang menambahkan untuk mengantisipasi terjadinya tindakan-tindakan lain, pemerintah setempat juga telah mengungsikan para tenaga pendidik. (titie adam/ r1)

Tinggalkan Balasan