HEADLINEPERISTIWA

Kapal Tangker Pertamina “Kandas” di Poumako, Timika Gelap Gulita

Kapal tangker Pertamina “kandas” di Poumako, Timika gelap gulita, tampak kondisi kapal yang kandas, (ki-ka) Bagja Mahendra (Pjs) Unit Manager Comm and CSR MOR VIII PT Pertamina, Simon Kareth PLN Mimika dan Septian, Humas PLN Wilayah Papua. (Foto : ist/ TIFAOnline)Kapal tangker Pertamina “kandas” di Poumako, Timika gelap gulita, tampak kondisi kapal yang kandas, (ki-ka) Bagja Mahendra (Pjs) Unit Manager Comm and CSR MOR VIII PT Pertamina, Simon Kareth PLN Mimika dan Septian, Humas PLN Wilayah Papua. (Foto : ist/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Seantero Kota Timika gelap gulita malam ini, bahkan sejak pukul 16.00 WIT tadi Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat terpaksa harus melakukan pemadaman seantero Kota Timika karena ketiadaan BBM yang terlambat masuk, akibat kandasnya kapal tangker Pertamina di pelabuhan Poumako, akibat air surut.

“Ya, pemadaman terjadi sekitar pukul 16.00 WIT tadi sore, karena BBM habis,” kata Septian, Humas PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, saat dikonfirmasi TIFA Online, Kamis (15/11/2018) malam.

Menurut Septian, terkait pemadaman tersebut, PLN setempat telah menginformasikannya kepada pihak Pemerintah Daerah.

“sudah pemberitahuan kepada Pemda setempat, belum tahu kapan normalnya ini, kalau malam ini kapal pengangkut BBM masuk, berarti listrik bisa nyala, tergantung kapal intinya”, kata Septian lagi.

Menurutnya kebutuhan BBM untuk mesin pembangkit listrik di Kabupaten Mimika memang sangat tinggi.

PLN membutuhkan 130 ribu – 150 ribu liter per hari, hanya saja kebutuhan BBM yang di supply Pertamina terkadang tidak mencukupi.

“kadang dalam sehari BBM yang di supply hanya 100 ribu liter saja, dan itu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan disana, kita tidak mau menyalahkan pihak Pertamina, tapi kenyataannya memang demikian, supplay BBM yang diberikan tidak dapat mencukupi kebutuhan listrik Mimika yang mencapai 25 MW pada beban puncaknya”, katanya lagi.

Lanjut Septian, seharusnya PLN memiliki stok BBM untuk menghidupkan mesin pembangkit, namun semua dikembalikan sebagaimana supplay yang diberikan oleh Pertamina.

“ya seharusnya kita ada stok, tapi kalau permintaannya tidak sesuai, makanya kita saat ini memang tidak ada stok BBM sama sekali”, kata Septian mengatakan kontrak supplay BBM antara Pertamina dengan PLN dilakukan setiap bulan, dengan supplay BBM perhari.

Seperti di lansir laman kompas.com, Manajer PLN Area Timika Simon Kareth mengatakan, pemadaman harus dilakukan, lantaran PLN hanya menerima 48 KL solar pada Kamis (15/11/2018) pagi.

Menurut informasi yang diterimanya, habisnya stok solar ini dikarenakan kapal pengangkut BBM milik Pertamina sedang kandas di muara Sungai Poumako, sehingga Pertamina masih menunggu air pasang agar kapal tersebut dapat bersandar di dermaga Jober Pertamina yang berada di Poumako, Distrik Mimika Timur.

“Kami masih menunggu perkembangan dari Pertamina,” kata Simon .

Terkait habisnya pasokan BBM untuk PLN,  tidak dibantah oleh pihak Pertamina.

Pjs Unit Manager Comm and CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Bagja Mahendra mengatakan pasokan BBM untuk PLN seharusnya telah di supplay, namun Pertamina terkendala dengan kondisi teknis, dimana kapal tangker tidak dapat sandar di pelabuhan (kandas-Red), dikarenakan terjebak dengan air surut.

“kapal tangker Pertamina sudah ada di Jobber Timika, yang seharusnya jadwalnya hari ini ada penyaluran, namun faktor ketinggian air laut atau surutnya air laut membuat kapal pengangkut solar MT Kahayan tidak dapat sandar karena secara aspek HSSE tidak dapat terpenuhi,” kata Bagja kepada Tifa Online, via selularnya. Kamis (15/11/2018) malam.

Ia mengatakan total BBM yang harusnya di supplay Pertamina sebesar 1400 KL, namun dengan kendala tadi, maka hingga malam ini Pertamina memprioritaskan 100 KL agar bisa memenuhi kebutuhan listrik PLN Mimika malam ini, dengan alternatif dengan melakukan proses ship to ship dari MT Kahayan ke LCT untuk kemudian disalurkan ke mobil tangki.

“Per hari ini sudah salurkan 48 KL dan malam ini Tim Response menyalurkan 100 KL dari LCT. tim standby sampai tengah malam”, kata Bagja Mahendra lagi.

Terkait dengan tidak mencukupinya jumlah supplay BBM sebagaimana permintaan PLN tidak dibantah oleh Bagja.

“memang jika ada kekurangan BBM yang diberikan kepada PLN itu dipengaruhi banyak kendala teknis, apalagi untuk Kabupaten Mimika kebutuhan BBMnya mengalami peningkatan demand (permintaan-Red) dan itu tidak hanya dari PLN saja,” kata Bagja.

Untuk kedepannya, Pertamina mencoba memaksimalkan kapal-kapal dalam rangka kebutuhan PLN, dengan target dapat memberikan upstok, agar dapat memenuhi kebutuhan PLN apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru. (titie adam / r1)

Tinggalkan Balasan