HEADLINEWARTA KODAM

Satgas Pamtas YPR 328 Amankan Bom Sisa Perang Temuan Warga Skouw Mabo

Satgas Pamtas YPR 328 amankan bom sisa perang temuan warga Skouw Mabo, tampak anggota Satgas dengan bom yang di amankan. (Foto : Pendam XVII/ Cenderawasih)Satgas Pamtas YPR 328 amankan bom sisa perang temuan warga Skouw Mabo, tampak anggota Satgas dengan bom yang di amankan. (Foto : Pendam XVII/ Cenderawasih)

TIFAOnline, JAYAPURA—  Sebuah bom sisa perang ditemukan seorang warga masyarakat yang bermukim di Kampung Skouw Mabo, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Kamis (22/11/2018).

Sebagaimana release yang diterima TIFA Online dari Kapenmda XVII/ Cenderawasih, Kolonel (Inf) Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si disebutkan bom sisa perang tersebut awalnya di temukan oleh seorang warga bernama Jacob Mallo (69 tahun) yang kemudian di laporkan kepada anggota Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif Para Raider (YPR) 328/Dirgahayu (Dgh) Pos Ramil Muara Tami.

“jadi ukuran bom sisa perang yang diamankan berdiameter panjang kurang lebih 125 cm dan berdiameter 50 cm di perbatasan Skouw, untuk statusnya belum kita pastikan masih aktif atau sudah tidak, karena lokasi penemuan di tengah – tengah permukiman warga sehingga untuk sementara kita amankan dulu”, kata Kapendam, Kolonel (Inf) Muhamad Aidi, S,IP, M.Si, Kamis, (22/11/2018).

Seperti disebutkan dalam release, penemuan bom tersebut bermula saat seorang warga bernama Jacob Mallo (69 tahun) warga Skouw Mabo sedang menggali lubang untuk membuat tempat sampah di sekitar rumah.

“saat saya gali sekitar kedalaman 50 cm, tiba – tiba saya lihat benda mencurigakan seperti bom”, kata Jacob Mallo

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada Satgas Pamtas YPR 328/ Dgh Pos Ramil Muara Tami, yang diterima oleh petugas Lettu (Inf) Rakhmanto Adhy.

“berdasarkan laporan warga, Danpos Ramil Muara Tami langsung ke lokasi penemuan bom dan mengamankan lokasi sekitar dikarenakan temuan bom tersebut berada di sekitar rumah warga dan bom tersebut telah diamankan oleh Pos Ramil Muara Tami”, kata Kapendam lagi.

Dansatgas YPR 328/Dgh, Mayor (Inf) Erwin Iswari, S.Sos, M.Tr (HAN) mengatakan bahwa bom tersebut diperkirakan merupakan peninggalan sisa perang zaman dahulu yang sudah lama sekali terkubur.

“Hal ini sangat berbahaya mngingat besarnya ukuran bom tersebut dan berada di tengah – tengah  rumah penduduk, kami tidak mengetahui apakah bom tersebut masih aktif atau tidak, tapi tindakan pertama adalah untuk mengamankan bom tersebut menjauh dari warga”, kata Dansatgas YPR 328/ Dgh. (Advetorial/ Titie Adam/ R1)

Tinggalkan Balasan