HEADLINETANAH PAPUA

Menagih Janji Enembe Soal Korowai Setahun Lalu !

Senyum itu mungkin masih sama ada di sana. Senyum penuh harap. Senyum dari kaum tak bersuara. Ada nada kecewa terhadap janji Gubernur yang belum terealisasi

Menagih janji Enembe soal Korowai setahun lalu !, ilustrasi tulisan, tampak keakraban Gubernur Papua, Lukas Enembe saat disambut masyarakat dari suku Korowai Batu di Distrik Yani Ruma, Kabupaten Boven Digoel, Senin (23/10/2017) (Foto : dok.papuabangkit.com)Menagih janji Enembe soal Korowai setahun lalu !, ilustrasi tulisan, tampak keakraban Gubernur Papua, Lukas Enembe saat disambut masyarakat dari suku Korowai Batu di Distrik Yani Ruma, Kabupaten Boven Digoel, Senin (23/10/2017) (Foto : dok.papuabangkit.com)

Oleh    : Yosef Rumaseb*

30 November 2017 setahun lalu saya dapat telepon dari Gubernur Papua periode lalu Bapak Enembe — saat ini beliau terpilih kembali menjadi Gubernur Papua periode kedua.

Saya masih ingat, malam itu sekitar jam 22.00 malam. Dan kami diskusi hingga jam 24.00. Diskusi yang sangat simpatik tentang tindak lanjut janji beliau kepada masyarakat adat Suku Korowai Utara yang beliau sampaikan di Danowage pada tanggal 23 Oktober 2017.

Ketika itu Pak Enembe janjikan bahwa pembangunan pendidikan dan kesehatan Suku Korowai Utara pada APBD 2018 akan diprioritaskan.

Alasannya, kunjungan beliau untuk mendapat input dari lapangan dengan datang ke Danowage pada 23 Oktober 2017 sudah di penghujung Tahun Anggaran.

Dan tidak bisa lagi dialokasikan pada APBD. Beliau janjikan akan mendorong agar pembangunan pendidikan dan kesehatan pada APBD Kabupaten terkait pada APBD 2018.

Sejauh ini, belum ada informasi publik tentang realisasi janji Gubernur tersebut. Beberapa pihak yang berada di front line bersama Suku Korowai Utara menyampaikan bahwa masih ada kampung tanpa pelayanan kesehatan yang memadai. Masih ada kampung tanpa sekolah dasar, apalagi di tingkat atasnya.

Bila kita melihat lagi foto-foto tanggal 23 Oktober 2017 maka kita akan melihat Gubernur Enembe bertemu masyarakat, memeluk mama, menyebarkan senyum bahagia dan memberikan optimisme dan janji perubahan.

Senyum itu mungkin masih sama ada di sana. Senyum penuh harap. Senyum dari kaum tak bersuara.

Suara mereka yang tak bersuara disuarakan oleh missionaris. Ada nada kecewa terhadap janji Gubernur yang belum terealisasi.

Semoga TUHAN mengingatkan kembali Pak Gubernur akan janjinya dan menggerakkan beliau untuk memenuhi janji itu.

TUHAN Berkati Bapak Gubernur, para Bupati terkait, para Ketua DPRD di Kabupaten terkait agar dalam menikmati berkat yang TUHAN beri dan amanah yang DIA percayakan kepada masing-masing, bapak-bapak atau ibu-ibu tidak lupa kepada para pemilik senyum yang telah mendapat banyak janji pada tahun 2017 lalu. *(Penulis adalah Anak Kampung yang peduli masalah social politik di Papua)

Tinggalkan Balasan