HUKUM & HAM

Wakapolda Papua Barat Himbau Jangan Terpedaya Hoax dan Hate Speech Jelang Pergantian Tahun dan Pemilu 2019

Wakapolda Papua Barat himbau jangan terpedaya Hoax dan Hate Speech jelang pergantian tahun dan Pemilu 2019, tampak Wakapolda Papua Barat, Kombes (Pol) Tatang saat memberikan sambutannya. (Foto : Adrian/ TIFAOnline)Wakapolda Papua Barat himbau jangan terpedaya Hoax dan Hate Speech jelang pergantian tahun dan Pemilu 2019, tampak Wakapolda Papua Barat, Kombes (Pol) Tatang saat memberikan sambutannya. (Foto : Adrian/ TIFAOnline)

TIFAonline, MANOKWARI— Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 secara bersama, berbagai macam informasi berseliweran di jagat social media, bila tidak cermat memilah dan mencernanya maka warga masyarakat bisa terhasut oleh berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech).

Hal tersebut di tegaskan Kombes (Pol) Drs. Tatang, Wakapolda Papua Barat saat membuka kegiatan Rapat Operasional Anev Situasi Kamtibmas dalam rangka pelaksanaan OMBM 2018 – Pengamanan Pemilu 2019 Polda Papua Barat T.A 2018, di salah satu hotel di Manokwari, Kamis (29/11/2018).

Wakapolda Papua Barat mengatakan jajaran Polres di wilayah hukum Polda Papua Barat di himbau lebih mewaspadai perang saraf yang mulai di munculkan dalam bentuk berita bohong (Hoax-Red) dan ujaran kebencian (Hate Speech-Red) yang membuat isu suatu kondisi ketidak pastian yang menyerang keamanan dan kamtibmas jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 / 2019, yang bersamaan dengan momentum pesta demokrasi 2019 mendatang.

“waspadai pemanfaatan politik identitas dan penyebaran isu – isu yang dapat memecah belah persatuan bangsa serta penyebaran hoax dan hate speech yang berpotensi menimbulkan konflik sosial ditengah – tengah kehidupan bermasyarakat terlebih ini jelang Hari Raya dan pergantian tahun serta Pemilu 2019”, kata Kombes (Pol) Drs. Tatang, Wakapolda Papua Barat saat membuka kegiatan Rapat Operasional Anev Situasi Kamtibmas dalam rangka pelaksanaan OMBM 2018 – Pengamanan Pemilu 2019 Polda Papua Barat T.A 2018, di salah satu hotel di Manokwari, Kamis (29/11/2018).

Wakapolda menjelaskan bahwa memerangi hoax dan hate speech adalah tugas semua pihak dan dibutuhkan sinergitas baik jajaran aparat penegak hukum, pemerintah dan masyarakat.

Sehingga dalam menghadapi hal itu, jajaran Polres di Papua Barat, diharapkan mampu meningkatkan rutinintas cipta kondisi melalui kegiatan deteksi dini melalui ragam kode sandi operasi jajaran Polda Papua Barat.

Antara lain, Operasi Kresna Mansinam 2018 yang bertujuan mendeteksi gangguan kamtibmas di wilayahnya masing – masing dapat di deteksi baik.

Operasi Lilin 2018 agar persiapan sarana dan prasarana personel PAM menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 agar melakukan pengamanan maksimal titik keramaian dan tempat peribadatan.

“Jadi bukan saja penindakan kasus seperti curat, cuanmor, miras yang dijadikan atensi, namun penindakan meminimalisir penyebaran Hoaks dan Hate Speech juga dikedepankan mencegah hal – hal yang dapat ditimbulkan berupa gesekan di tengah masyarakat”, kata Wakapolda.

Kombes (Pol) Tatang menjelaskan, belakangan ini kian menjamur Hate Speach di media sosial dengan pengguna terbesar, yakni seperti di akun media sosial Facebook, harus dapat di lawan dan ditindak sebagai bagian penegakan reformasi hukum yang telah diatur melalui UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008  pasal 2 dan pasal 40 (2a) mengamanatkan agar pemerintah mencegah aksi penyebaran muatan yang dilarang pemerintah di wilayah hukum Indonesia, dapat di lakukan menjaga terwujudnya keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai dan sejahtera terwujudkan.

Sesuai informasi yang berhasil di himpun TIFA Online, dalam pelaksanaan kegiatan Rapat Operasional Anev Situasi Kamtibmas dalam rangka pelaksanaan OMBM 2018 – Pencamanan Pemilu 2019 Polda Papua Barat T.A 2018, Kamis (29/11/2018), yang menghadirkan seluruh Kapolres, PJU dan anggota berwenang jajaran Polda Papua Barat.

Laporan situasi kamtibmas pada triwulan tiga (III) tahun 2018 jajaran wilayah hukum Polda Papua Barat terjadi kenaikan. Dimana pada tahun 2017 ganguan kamtibmas yang ditimbulkan dan terjadi dengan beragam latar belakangnya berkisar 568 kasus. dan pada tahun 2018 meningkat 78 persen, atau sekitar 1014 kasus yang terjadi. Dimana salah satunya di latar belakangi penyebaran isu hoaks dan hate speech selain kejahatan konvensional. (Adrian. Kairupan/ Walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan