EDUKASI PEMILIHHEADLINE

Satu Calon Anggota KPU Biak Diduga Terlibat Partai, Ini Tanggapan Ketua Timsel

Satu calon anggota KPU Biak diduga terlibat partai, ini tanggapan Ketua Timsel, tampak Mores Kbarek, Koordinator KAMPAK Regional Biak (kiri) dan DR. Ahmad Rifai Rahanwarin, SH, MH, Ketua Timsel II (kanan). (Foto : ist/TIFAOnline)Satu calon anggota KPU Biak diduga terlibat partai, ini tanggapan Ketua Timsel, tampak Mores Kbarek, Koordinator KAMPAK Regional Biak (kiri) dan DR. Ahmad Rifai Rahanwarin, SH, MH, Ketua Timsel II (kanan). (Foto : ist/TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Terkait lolosnya nama Jimmy Carter Rumbarar Kapisa, ST sebagai salah satu calon anggota KPU Kabupaten Biak Numfor dalam 10 besar hasil kerja Tim Seleksi (Timsel) II Seleksi Calon Anggta KPU Kabupaten Intan Jaya, Jayawijaya, Biak Numfor dan Sarmi yang di umumkan Sabtu, 15 Desember 2018 lalu dipertanyakan LSM KAMPAK.

Dalam release yang diterima TIFAOnline, Minggu, (16/12/2018), Mores Kbarek, Koordinator KAMPAK Regional Biak menjelaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan surat tanggapan yang disertai bukti – bukti bahwa yang bersangkutan diduga terlibat salah satu partai politik kepada Timsel II sebelum pengumuman hasil 10 besar.

“Peserta seleksi calon anggota KPU Biak Numfor atas nama saudara Jimmy Carter Rumbarar Kapisa, ST sah merupakan Wakil Sekretaris DPD PAN Biak Numfor, tapi kok bisa diloloskan”, kata Mores Kbarek dalam releasenya yang diterima TIFA Online, Minggu (16/12/2018).

Menurutnya Jimmy Carter Rumbarar Kapisa, ST menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPD PAN Biak Numfor dengan SK Pengangkatan Nomor : PAN/A/26/Kpts/K-S/002/VIII Tentang pengesahan pengurus PAN Kabupaten Biak Numfor periode 2015-2020.

Terkait hal tersebut, Ketua Timsel II Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Intan Jaya, Jayawijaya, Biak Numfor dan Sarmi, DR. Ahmad Rifai Rahanwarin, SH, MH yang dikonfirmasi TIFAOnline, Minggu (16/12/2018) malam mengakui benar Timsel II ada menerima berbagai macam aduan dan tanggapan dari masyarakat, termasuk soal keterlibatan Jimmy Carter Rumbarar Kapisa, ST sebagai pengurus salah satu partai politik.

“benar ada tanggapan masyarakat terkait yang bersangkutan, tapi Timsel bekerja tetap merujuk pada aturan, dan selalu mengedepankan azas praduga tak bersalah, dan sesuai aturan kami memberikan ruang kepada yang bersangkutan untuk mengklarifikasi tanggapan masyarakat, jadi kita tidak bisa serta merta seseorang melapor si A begini, si B begitu, terus kita telan mentah – mentah, harus ada klarifikasi dan verifikasi, dan tahapan itu sudah kami lakukan terhadap yang bersangkutan saat tahap wawancara kemarin”, kata DR. Ahmad Rifai Rahanwarin.

Menurut Ketua Timsel II bahwasanya saat klarifikasi dan konfirmasi kepada yang bersangkutan di hadapan panelis Timsel lengkap, menurut pengakuan yang bersangkutan bahwasanya dia sudah tidak terlibat dengan partai PAN lebih dari lima tahun.

“jadi Pak Jimmy sendiri membantah, dan menduga bahwa SK yang di kirimkan ke Timsel II hasil scan dan di rekayasa, makanya kami juga sudah minta kepada pengadu untuk melampirkan SK asli kalau benar, tapi kami tidak pernah diberikan SK asli, karena keterbatasan waktu verifikasi dan konfirmasi, kami lakukan konfirmasi kepada Sekretaris PAN Biak, dan jawabannya sinkron dengan yang di sampaikan oleh Pak Jimmy bahwa yang bersangkutan sudah tidak terlibat partai lebih dari 5 tahun”, kata DR. Ahmad Rifai Rahanwarin.

Menurut Ahmad Rifai Rahanwarin menurut pengakuan yang bersangkutan saat di konfirmasi Timsel soal tanggapan masyarakat tersebut saat wawancara, Jimmy Carter Rumbarar Kapisa menjelaskan bahwa dirinya sudah di keluarkan dari partai oleh Ketua DPD PAN Biak Numfor (Alm) Abner Ondi sejak tahun 2009, dan yang bersangkutan mengaku sudah bukan pengurus PAN lagi, dan sudah tidak pernah terlibat di partai lagi.

“Sejak saat itu yang bersangkutan mengaku tidak pernah terlibat dalam pengurus dan tidak tahu kalau namanya ada dalam SK Parpol, karena dia merasa tidak pernah di minta secara resmi, ataupun minta jadi pengurus lagi setelah dipecat, dan soal ada SK yang mencantumkan nama yang mirip namanya itu adalah kesalahan dan sudah dia klarifikasi kepada partai jauh – jauh hari, karena ada kekeliruan nama dan marga juga jadi dia merasa itu bukan dirinya, dan pernyataan itu sudah kita konfirmasi ke Sekretaris DPD PAN Biak Numfor yang membenarkan”, kata DR. Rifai Rahanwarin mengaku upaya konfirmasi dan klarifikasi Timsel terkait aduan masyarakat sudah maksimal ditengah waktu yang terbatas dan himpitan serta tekanan bahkan ancaman dari banyak pihak.

Ketua Timsel II juga menuturkan bahwa keputusan meloloskan atau tidak meloloskan nama seseorang bukan mutlak menjadi kewenangannya selaku Ketua Timsel, namun keputusan di ambil secara kolektif 5 anggota Timsel lainnya, dan terkait aduan atas nama Jimmy Carter Rumbarar Kapisa, ST juga terjadi perdebatan yang alot di dalam Timsel II.

“selaku Ketua bukan saya yang mutlak memutuskan, dari kami berlima ada mekanisme pengambilan keputusan, dimana dari lima Timsel ada yang menilai baik (tidak terlibat partai-Red) dan ada yang menilai buruk (terlibat partai-Red), karena suara yang mengatakan baik lebih banyak, tentu itu yang jadi rujukan pleno, saya tidak mungkin ambil keputusan sendiri sebagai Ketua Timsel”, kata DR. Ahmad Rifai Rahanwarin lagi.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kalau masyarakat memiliki bukti akurat dan tervalidasi toh tahap 10 besar belum final, karena yang menentukan siapa – siapa yang akan dilantik jadi Komisioner KPU adalah KPU RI, sehingga silahkan diajukan kembali bukti yang sah saat tahapan fit and propert test yang akan dilakukan oleh KPU RI.

“kami sudah bekerja secara professional dan independent, dengan parameter yang jelas, meski di bawah tekanan dan ancaman yang kencang, jadi kalau ada suara – suara miring kami bisa memahami, justru kami mendukung bila masyarakat punya bukti akurat dan valid untuk diajukan di tahapan berikutnya, karena tugas Timsel hanya membantu KPU RI melakukan penjaringan dan penyaringan, keputusan akhirnya ada di KPU RI, karena KPU RI juga punya database pengurus partai politik, jadi silahkan ajukan tanggapan di tahap berikutnya ke KPU RI langsung”, kata DR. Ahmad Rifai Rahanwarin lagi.

Terkait status Jimmy Carter Rumbarar Kapisa, ST sebagai salah satu pengurus DPD PAN Kabupaten Biak Numfor menurut Mores Kbarek, Koordinator KAMPAK Regional Biak Numfor pihaknya telah menanyakan langsung kepada Ketua DPD PAN Biak Numfor, Laurens Marandof dan yang bersangkutan membenarkan.

Namun hingga berita ini dimuat TIFAOnline, Ketua DPD PAN Biak Numfor, Laurens Marandof yang coba dihubungi TIFAOnline lewat telepon beberapa kali, handphonenya tidak aktif, sehingga pernyataan KAMPAK belum bisa di konfirmasi.(Titie Adam/R1)

Tinggalkan Balasan