HEADLINEPOLITIK LOKAL

Dinilai Salah Alamat, Gugatan 4 Anggota DPRP Yang Kena PAW Karena Pindah Partai di Tolak PTUN Jayapura

Dinilai salah alamat, gugatan 4 anggota DPRP yang kena PAW karena pindah partai di tolak PTUN Jayapura, tampak Paskalis Letsoin, kuasa hukum Edoardus Kaize, Wakil Ketua II DPRP yang digugat, dan foto salinan putusan (Foto : Ist/TIFAOnline)Dinilai salah alamat, gugatan 4 anggota DPRP yang kena PAW karena pindah partai di tolak PTUN Jayapura, tampak Paskalis Letsoin, kuasa hukum Edoardus Kaize, Wakil Ketua II DPRP yang digugat, dan foto salinan putusan (Foto : Ist/TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura yang di pimpin oleh Imanuel Mouw, SH menolak gugatan 4 (empat) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) terhadap Surat Keputusan pimpinan DPRP terkait pemberhentian hak – haka anggota DPRP yang ketika itu di tanda tangani oleh Edoardus Kaize, Wakil Ketua II DPRP menindaklanjuti Surat Edaran Mendagri tentang anggota DPRP yang harus di PAW karena loncat partai pada Pemilu 2019 mendatang.

“Harusnya yang digugat adalah Mendagri melalui Pengadilan Tata Usaha Negara di Jakarta, jadi bisa dibilang gugatan ini salah alamat, makanya ditolak oleh PTUN Jayapura”, kata Paskalis Letsoin, kuasa hukum Edoardus Kaize, Wakil Ketua II DPRP kepada TIFAOnline, Rabu (19/12/2018) pagi.

Setelah hampir 60 hari masa sidang, Senin (10/12/2018) Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura memutuskan menolak gugatan empat anggota DPRP terhadap Wakil Ketua II DPRP, Edoardus Kaize terkait Surat Nomor : 160/2672.

Gugatan terkait hak administratif dan keuangan bagi anggota DPRP yang mencalonkan diri dari partai politik yang berbeda pada Pemilu terakhir untuk mengikuti Pemilu 2019 tersebut, sebagaimana putusan PTUN Jayapura Nomor : 23/G/2018/PTUN.JPR di tolak oleh Majelis Hakim PTUN Jayapura.

Dalam putusannya, Hakim PTUN yang diketuai Imanuel Mouw, S.H menyatakan tidak berwenang untuk memeriksa surat keputusan objek sengketa para penggugat.

“Intinya Hakim PTUN Jayapura menyatakan tidak berwenang untuk mengadili perkara tersebut, dikarenakan surat yang dikeluarkan Wakil Ketua DPRP mewakili unsur pimpinan DPRP merupakan tindak lanjut dari surat Mendagri”, kata Paskalis Letsoin, SH, Kuasa Hukum Edoardus Kaize, kepada Tifa Online via selularnya, Rabu (19/12/2018) pagi.

Paskalis menjelaskan surat yang menjadi objek perkara yang digugat oleh Ruben Magai, Yakoba Lokbere, Deki Nawipa dan Elvis Tabuni merupakan tindak lanjut dari surat Edaran Dirjen Otda Kementrian Dalam Negeri Nomor : 160/6324/GTDA tanggal 3 Agustus 2018 Tentang Pemberhentian Anggota DPR Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Yang Mencalonkan Diri Dari Parpol Yang Berbeda Dengan Parpol Yang Diwakili Pada Pemilu Terkahir Untuk Mengikuti Pemilu Tahun 2019.

Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur, Walikota dan Pimpinan DPR se Indonesia, dimana masing-masing daerah menindak lanjuti Surat Edaran Kemendagri ini.

Apalagi secara Undang-Undang saat para anggota DPRP telah melakukan pengunduran diri kepada partai, dimana surat pengunduran ini sebagai syarat untuk maju kembali sebagai calon anggota dewan.

Terkait adanya pemahaman bahwasanya seorang anggota dewan diangkat dan diberhentikan sesuai SK Mendagri, sehingga hak – haknya tidak bisa dihentikan hanya berdasarkan Surat Edaran Dirjen yang secara structural dibawah Mendagri menurut Paskalis, Surat Edaran Dirjen Otda itu merupakan surat Mendagri. Sehingga pihaknya juga mengajukan eksepsi, bahwasanya sebelum para anggota dewan ini diberhentikan harusnya para anggota dewan pertanyakan hal tersebut kepada Mendagri.

Jika kemudian dari jawaban Kemendagri tuntas, barulah kemudian dilakukan gugatan kepada PTUN.

“Nah yang dipersoalkan mereka ini diangkat dan diberhentikan oleh Mendagri, berarti mereka gugat Mendagri, bukan gugat Surat Wakil Ketua II, karena suratnya pimpinan DPRP bukan memberhentikan, tapi lebih berkaitan dengan hak administrasi dan hak keuangan anggota yang sudah berpindah partai itu sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Mendagri”, kata Paskalis Letsoin lagi. (Titie Adam/R1)

Tinggalkan Balasan