EKBIS LOKALHEADLINE

Jelang Natal dan Tahun Baru Konsumsi BBM Rata – Rata Naik 3%, Antisipasi Stok BBM, Pertamina Lakukan Build Up Stock

Jelang Natal dan Tahun Baru konsumsi BBM rata – rata naik 3%, antisipasi stok BBM, Pertamina lakukan build up stock, tampak Brasto Nugroho, Unit Manager Comm. & CSR MOR VIII – Maluku Papua saat meninjau ke salah satu Pom Bensin di Jayapura. (Foto : Titie/ TIFAOnline)Jelang Natal dan Tahun Baru konsumsi BBM rata – rata naik 3%, antisipasi stok BBM, Pertamina lakukan build up stock, tampak Brasto Nugroho, Unit Manager Comm. & CSR MOR VIII – Maluku Papua saat meninjau ke salah satu Pom Bensin di Jayapura. (Foto : Titie/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA—  Memprediksi akan terjadi sejumlah lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, misalnya gasoline (bensin) akan naik rata – rata 3 persen, avtur berkisar di 5,8 persen dan kerosene (mintak tanah) juga di angka 3 persen.

Sehingga PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku – Papua merasa perlu mengambil langkah antisipasi dengan melakukan build-up stock (menambah stok-Red) dalam rangka memenuhi kebutuhan BBM dan LPG selama Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di wilayah Maluku Papua.

Langkah antisipasi tersebut, dengan menambah tonase (kapasitas muat-Red) kapal menjadi 20 unit dan menaikkan ketahanan stok di TBBM MOR VIII Gasoline sebesar 9 persen, Gasoil sebesar 15 persen, Kerosene 15 persen dan Avtur 10 persen.

“Pertamina MOR VIII siap memenuhi permintaan SPBU untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Provinsi Papua yang meningkat di periode ini,” kata Brasto Nugroho, Unit Manager Comm. & CSR MOR VIII – Maluku Papua, Senin (17/12/2018).

Untuk periode Satgas Natal dan Tahun Baru 2019, kata Brasto,  penyaluran Gasoline (bensin) di Provinsi Papua diprediksi mengalami kenaikan rata-rata sebesar 3 persen dari permintaan harian. Menurutnya konsumsi tertinggi masyarakat akan terjadi pada H-11 dengan total  sebesar 1.158 KL.

“Nah konsumsi Gasoline, diprediksi cenderung menurun menjelang hari H dan kembali mengalami peningkatan pada H+4 sebesar 1.095 KL dari permintaan harian,” jelasnya.

Sementara penyaluran Gasoil (bahan bakar diesel, red) diprediksi mengalami penurunan rata-rata sebesar 15 persen dari permintaan harian, dengan konsumsi tertinggi terhadi pada H-8 sebesar 463 KL.

“konsumsi Gasoil ini akan cenderung menurun menjelang hari H dan kembali mengalami peningkatan pada H+3 sebesar 499 KL dari permintaan harian,” katanya menambahkan bahwa rata – rata 3 bulan terakhir sebesar 367 KL.

Penyaluran Kerosene (minyak tanah) Provinsi Papua mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 3 persen dari permintaan harian dengan konsumsi tertinggi pada H-13 sebesar 367 KL.

“konsumsi Gasoil cenderung menurun menjelang hari H. Dan kembali mengalami peningkatan pada H+14 sebesar 367 KL dari permintaan harian,” katanya.

Demikian juga kenaikan Kerosene terjadi karena adanya operasi pasar yang dilakukan menjelang Hari Raya Natal 2018.

“Untuk Avtur (bahan bakar pesawat), Konsumsi Avtur di Papua di periode ini diprediksikan mengalami kenaikan sebesar 5.8% dibandingkan permintaan normal menjadi 14.500 KL,” katanya.

Sementara itu, untuk penyaluran BBM di wilayah 3T di Papua, menurut Brasto sejak tahun 2016 hingga 2018 Pertamina telah mengoperasikan 20 titik di wilayah provinsi Papua yang tersebar
di Kabupaten Intan Jaya, Mamberamo Raya, Nduga, Puncak, Yalimo, Mamberamo Tengah, Tolikara, Supiori, Boven Digoel, Paniai, Pegunungan Bintang, Waropen Jayawijaya, Lanny Jaya, Yalimo, dan Asmat.

Pertamina mengalokasikan total BBM sebesar 1.120 KL premium per bulan dan 410 KL solar per bulan.

“BBM ini dialokasikan untuk memebuhi kebutuhan masyarakat agar masyarakat di wilayah tersebut dapat memperoleh BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lain di Indonesia,” jelasnya. (Titie Adam/R1)

Tinggalkan Balasan