HEADLINETANAH PAPUAWARTA KODAM

Sayangkan Statement Gubernur, Kapendam Nilai Enembe Tidak Paham Persoalan

Sayangkan statement Gubernur, Kapendam nilai Enembe tidak paham persoalan, tampak Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel (Inf) Muhammad Aidi. (Foto : dok. TIFAOnline)Sayangkan statement Gubernur, Kapendam nilai Enembe tidak paham persoalan, tampak Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel (Inf) Muhammad Aidi. (Foto : dok. TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Kapendam XVII/Cenderawasih sangat menyayangkan pernyataan Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH yang menuding bahwasanya sejumlah proyek jembatan di Nduga yang dikerjakan oleh PT. Istaka Karya, pemilik proyek sebenarnya adalah TNI, sedangkan PT, Istaka Karya hanya kedok belaka.

“saya mau menegaskan disini bahwa soal pembangunan Trans Papua dalam hal ini Pembangunan Peningkatan Jalan Wamena – Mumugu (PPJWM), Gubernur selaku penguasa daerah sepertinya tidak paham persoalan”, kata Kolonel (Inf) Muhamad Aidi, Kapendam XVII/ Cenderawasih, dalam releasenya yang diterima TIFAOnline, Rabu (19/12/2018) dini hari.

Kapendam sangat menyayangkan pernyataan seorang Gubernur yang seolah-olah memberikan tuduhan tidak mendasar kepada TNI.

“Gubernurkan bisa mengecek langsung ke PT. Istaka Karya atau pihak PU apa betul mereka TNI yang berkedok, tidak sepantasnya seorang Gubernur selaku pejabat publik mengeluarkan satatemen dengan menggunakan kalimat, “ kelihatannya begitu.” Karena dengan kekuasaan beliau punya kewenangan untuk melaksanakan pengecekan langsung kepada pihak terkait”, kata Kolonel (Inf) Muhammad Aidi lagi.

Kapendam menegaskan bahwa TNI tidak pernah ikut tender apalagi memenangkan tender pembangunan Trans Papua.

Tetapi dalam rangka percepatan pembangunan tersebut Presiden Jokowi memerintahkan kepada Panglima TNI untuk mendukung dan membantu sepenuhnya.

“Dalam hal ini Pangdam XVII/Cenderawasi ditunjuk dan diperintahkan sebagai Penanggung jawab Keberhasilan Operasi (PKO), jadi bukan Pelaksana Proyek”, kata Kapendam.

Sedangkan dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dimana pada waktu itu tahun 2016-2017, TNI bersama kontraktor-kontraktor lain, hasil koordinasi antara Kementerian PUPR dengan TNI telah dilaksanakan pembagian sektor dari Wamena sampai ke Mumugu, dan TNI mendapatkan sektor paling berat dari segi geografis dan paling beresiko dari segi keamanan.

“Alhamdulillah sektor TNI yang di kerjakan oleh Zeni Konstruksi (Zikon) TNI AD sudah rampung pada tahun 2017 sesuai dengan target”, kata Kolonel (Inf) Muhammad Aidi lagi.

Adapun sebagian kontraktor lain dalam menyelesaikan sektornya berkoordinasi dengan Kodam untuk bantuan keamanan, namun sebagian kontraktor malah sama sekali tidak berkoordinasi dengan pihak keamanan termasuk PT. Istaka Karya. (mma/R1)

Tinggalkan Balasan