HEADLINEPERISTIWA

Sudah Dua Hari Jalan Raya Arso Terendam, Warga Pertanyakan Keberadaan OPD, Apresiasi RAPI

Sudah dua hari jalan raya Arso terendam, warga pertanyakan keberadaan OPD, apresiasi RAPI, tampak salah satu titik banjir yang menggenangi jalan raya yang coba di lalui sebuah minibus. (Foto : ist/TIFAOnline)Sudah dua hari jalan raya Arso terendam, warga pertanyakan keberadaan OPD, apresiasi RAPI, tampak salah satu titik banjir yang menggenangi jalan raya yang coba di lalui sebuah minibus. (Foto : ist/TIFAOnline)

TIFAOnline, KEEROM— Beberapa titik mulai dari Arso VII hingga ke Arso I, Kabupaten Keerom sejak kemarin terendam banjir, sehingga hilir mudik kendaraan yang mengangkut orang dan barang terganggu dan tidak selancar biasanya.

Meski demikian sejumlah warga masyarakat mengeluhkan tidak responsifnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) dan OPD lainnya yang ada di Pemerintah Daerah (Pemda) Keerom terhadap bencana dan kesulitan yang di alami oleh warga saat ini.

“ini yang kami heran, ini kan masuk kategori bencana, ada sejumlah rumah warga terendam, terputusnya jalur transportasi, tapi sama sekali kami belum melihat orang Pemda datang untuk memantau kondisi yang ada, atau ambil langkah – langkah taktis penanganan bencana, justru dari kemarin kami angkat topi untuk anggota RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia-Red), mereka aktif dan responsive sekali sehingga bisa mengarahkan kami pengguna jalan agar tidak terjebak banjir”, kata beberapa orang warga yang ditemui TIFAOnline, di beberapa titik banjir baik di Arso VII maupun di ruas jalan raya Arso, Jumat (28/12/2018)

Beberapa hari ini hujan terus menguyur bumi Tamne Yisan Kefase mengakibatkan beberapa ruas jalan dari Kota Jayapura menuju ke Arso Kota,  pusat pemerintahan Kabupaten Keerom terendam oleh genangan air di beberapa titik, sehingga terjadi antrian panjang kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

Dari pantauan TIFAOnline, Jumat (28/12/2018), terlihat jejeran motor maupun mobil yang menunggu giliran melewati ruas jalan Raya Arso sejak memasuki Kampung Yowong, hingga mata jalan Arso VII.

Sesampainya di mata jalan Arso VII, semua kendaraan di arahkan untuk berbelok menuju ke arah permukiman Arso VII, karena ruas jalan Raya Arso mulai dari mata Jalan Arso VII hingga mata Jalan Arso I kabarnya tidak bisa di lalui kendaraan sama sekali karena ada beberapa titik yang digenangi air hingga batas pinggang orang dewasa.

“nggak bisa sama sekali di lewati mas, kalau mau ke kantor Bupati harus lewat Arso VII aja, sebenarnya ada beberapa titik juga tergenang, tapi masih bisa di lewati kok kalau pake mobil blakos, tapi kalau motor kayaknya tidak bisa, tadi ada motor yang hanyut karena salah ambl jalan dan terseret arus, tapi bisa tertolong”, kata seorang pengendara motor yang ditemui TIFAOnline di mata jalan Arso VII, Jumat (28/12/2018) pukul 10.00 WIT.

Memasuki gerbang pintu masuk permukiman Arso VII, mobil blakos (mobil pickup-Red) yang ditumpangi TIFAOnline sudah di sambut dengan genangan air setinggi paha orang dewasa sekitar 200-an meter, sehingga mobil terpaksa antri dan bergantian melalui ruas jalan yang sudah tergenang air.

Sesampainya di ujung Kampung Warbo (Arso VII) menuju ke Arso I dekat dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) juga tergenang air kurang lebih sepanjang 200 meter, parahnya arusnya lumayan kencang, sehingga bisa menghanyutkan kendaraan roda dua.

Hal tersebut di perparah dengan kondisi jalan karang yang di lintasi air rupanya berlubang – lubang, sehingga beberapa kendaraan yang tidak menghafal jalan terjebak dalam beberapa kubangan terendam air dan arus yang deras, yang mengakibatkan mobil di maksud macet.

“saya sempat macet tadi mas di tengah – tenga, tapi untung banyak warga masyarakat juga saya lihat teman – teman RAPI yang sibuk mengatur buka tutup kendaraan dari kedua sisi, sehingga kami tidak terjebak di tengah – tengah arus tadi”, kata seorang pengemudi angkutan umum yang tengah berupaya menghidupkan mobilnya yang baru saja terendam air.

Mengetahui TIFAOnline adalah wartawan, beberapa warga berebut menyampaikan pendapatnya tentang beberapa pembangunan infrastruktur yang tengah berlangsung di Kabupaten Keerom, termasuk soal penanganan banjir bandang yang selalu menimpa daerah Arso VII hampir setiap tahunnya.

“pak wartawan tolong masalah ini di publikasikan, biar pemerintah di Provinsi juga tahu, dan ada penanganan serius untuk banjir yang kami alami hampir tiap tahun ini, kayaknya kami warga hanya di suruh pasrah saja menerima kenyataan dan nasib seperti ini, banyak hasil pertanian kami rusak dan terendam, ini untung hari libur, jadi anak – anak tidak sekolah, kalau mala mini hujan lagi, saya yakin jalan yang ada putus total dan tidak bisa di lalui”, celetuk seorang warga tanpa menggunakan baju kepada TIFAOnline saat ikut antri bersama sejumlah kendaraan lainnya saat hendak balik ke Jayapura di ruas jalan Raya Arso – Jayapura yang rupanya hingga sore hari pukul 16.30 WIT masih belum bisa di lalui oleh pengguna jalan.

Hingga akhirnya banyak mobil harus berputar arah kembali ke Arso I dan lewat jalur dalam tembus ke Arso VII yang juga sudah tergenang air di beberapa ruas jalannya.

Dari pantauan TIFAOnline yang melalui ruas jalan yang tergenang sudah ada beberapa petugas kepolisian yang bersama – sama anggota RAPI mengarahkan arus buka tutup lalu lintas di lokasi yang tergenang, hanya sayangnya banyak mobil terjebak dari mata jalan Arso I yang mengambil jalan lurus lewat Jalan Raya Arso – Jayapura karena mengira sudah bisa di lalui, karena tidak ada rambu pemberitahuan bahwa belum bisa di lalui, sehingga akhirnya mereka harus memutar arah kembali.

“ini kalau Pemda tanggap, OPD terkait paham tupoksinya, kan ada yang bisa mengarahkan kami jalur yang aman untuk evakuasi, tapi kok kayaknya tidak ada koordinasi yah, jadi kami di biarkan cari jalan sendiri”, celetuk seorang sopir truk usai sibuk memutar balik arah truknya yang penuh muatan. (walhamri wahid/TIFAOnline)

Tinggalkan Balasan