WARTA KODAM

Ikut Lestarikan Pangan Lokal, Serda Sriyono Bersama Warga Kampung Fanjur Biak Numfor Tokok Sagu

Ikut lestarikan pangan lokal, Serda Sriyono bersama warga Kampung Fanjur Biak Numfor tokok sagu. (Foto : Pendam XVII/ Cenderawasih)Ikut lestarikan pangan lokal, Serda Sriyono bersama warga Kampung Fanjur Biak Numfor tokok sagu. (Foto : Pendam XVII/ Cenderawasih)

TIFAOnline, BIAK NUMFOR— Meski Indonesia menyimpan keberagaman pangan lokal di berbagai daerah seperti sagu, negara kita masih tetap mengimpor beras setiap tahunnya walaupun produksi beras dalam negeri masih sangat mencukupi.

Di beberapa daerah, sagu juga dapat digunakan sebagai makanan pokok pengganti beras serta sebagai bahan pangan lainnya.

Sebagaimana release Pendam XVII/ Cenderaswasih, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Fanjur Distrik Supiori Utara Kabupaten Biak Numfor yakni ibu Yuliana bersama ibu-ibu lainnya yang sedang mengolah pohon sagu untuk nantinya diolah menjadi bahan makanan pokok sehari-hari.

Menurut Kapendam XVII/ Cenderaswasih, Kolonel (Inf) Muhammad Aidi, SIP, M.Si, melihat kegiatan ibu – ibu di Kampung Fanjur tersebut, Serda Sriyono selaku Babinsa wilayah Supiori Utara turut membantu ibu-ibu yang sedang mengolah sagu, Minggu (30/12/2018).

Proses pengolahan sagu di mulai dari memotong-motong dan membelah batang sagu, sampai dengan proses pemerasan pati dari batang sagu, proses pencucian, sampai dengan perendaman sehingga terbentuk sari pati dari sagu dimaksud.

Selain ikut bersama – sama para ibu bekerja menokok sagu, Serda Sriyono selaku Babinsa wilayah Supiori Utara juga membantu wadah untuk menampung air bersih yang dapat digunakan oleh ibu – ibu tersebut sehingga tidak perlu bolak – balik menggunakan ember untuk ambil air bersih ke lokasi tokok sagu.

Proses pengolahan sagu tidak semudah yang dibayangkan karena dalam proses mengestrak pati dari pohon sagu membutuhkan waktu yang cukup lama sehinnga dapat menguras banyak tenaga karena proses ini sering dilakukan secara manual dan untuk menghasilkan sagu yang berkualitas tinggi, lokasi pembuatan tempat mengestrak pohon sagu yang akan diolah harus dekat dengan sumber air/sungai.

Selain membantu warga dalam proses pengolahan sagu, Serda Sriyono juga memberikan bantuan berupa satu buah drum kepada para warga untuk digunakan menampung air dalam proses pengolahan sagu kedepannya.

Selanjutnya disela-sela kegiatan ibu-ibu yang sedang mengolah sagu mengucapkan sangat berterima kasih atas kepedulian para Babinsa yang telah dengan ikhlas dan tanpa pamrih membantu warga dalam setiap kegiatan di kampung. Termasuk membantu dalam pengolahan sagu tersebut. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan