EKBIS LOKALHEADLINE

Sudah Sedot Modal Hampir Rp. 500 Miliar, Komisi III DPRP Harap PT. IBM Holding Company Bisa BEP dan Untung

Sudah sedot modal hampir Rp. 500 miliar, Komisi III DPRP harap PT. IBM Holding Company bisa BEP dan untung, tampak Ketua Komisi III DPRP, Carolus Bolly, SE, MM. (Foto : Titie / TIFAOnline)Sudah sedot modal hampir Rp. 500 miliar, Komisi III DPRP harap PT. IBM Holding Company bisa BEP dan untung, tampak Ketua Komisi III DPRP, Carolus Bolly, SE, MM. (Foto : Titie / TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Pasca merger Perusahaan Daerah (PD) Irian Bhakti menjadi PT. Irian Bhakti Mandiri (IBM) Holding Company yang di sahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Gedung Negara Jayapura, Jumat (29/12/2018) lalu,  Dewan Komisaris dan Dewan Direksi yang baru di tetapkan memiliki sejumlah “Pekerjaan Rumah” yang harus di jawab dalam pengelolaan PT. IBM Holding Company ke depan.

“BEP secara umum adalah bagaimana dia (PT. IBM-Red) bisa mengembalikan dana penyertaan modal dari pemerintah yang sudah diberikan secara bertahap selama ini, yakni lebih kurang Rp.500 miliar. Nah, bagaimana semua anak perusahaan bisa berproduksi maksimal untuk minimal mengembalikan penyertaan modal itu”, kata Carolus Bolly, SE, MM, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang membidangi Keuangan dan Asset Daerah kepada TIFAOnline melalui saluran telepon, Sabtu (29/12/2018) kemarin.

Break Even Point (BEP) adalah suatu keadaan dimana pemasukan dan pengeluaran sama atau keadaan dimana perusahaan mampu menutupi seluruh pengeluaran bisnisnya dari hasil pendapatan perusahaan itu sendiri, atau biasa juga disebut sebagai titik impas sebuah perusahaan, dimana suatu bisnis tidak mengalami kerugian dan juga tidak memperoleh keuntungan.

Menurutnya kerja dan tanggung jawab PT. IBM Holding Company ke depan sangat berat dan menantang, karena harus memikirkan bagaimana caranya agar PT. IBM ini bisa menghasilkan, sehingga bisa mengembalikan penyertaan modal dari pemerintah selama ini.

“Paling tidak, yang pertama PT IBM bisa mencapai produktivitas perusahaan dalam rangka mencapai Break Event Point (BEP), sehingga PT. IBM nantinya tidak menjadi beban bagi APBD Pemrov Papua, tetapi mampu membiayai operasionalnya sendiri, syukur – syukur bila nantinya bisa membukukan keuntungan dan memberikan PAD bagi daerah”, kata Carolus Bolly lagi.

Namun pada dasarnya, Komisi III DPRP menyambut baik proses penggabungan (merger-Red) antara Perusahaan Daerah (PD) Irian Bhakti menjadi PT irian Bhakti Mandiri (IBM) Holding Company tersebut.

Apalagi, proses ini sudah memakan waktu yang sangat lama, hampir 5 tahun lebih mulai dari Dirut PT. IBM sebelumnya Yance Lagu hingga saat ini dibawah kepemimpinan Yumin Wonda.

“Kita apresiasi atas kerja keras pak Yumin Wonda dan kawan-kawan di PT IBM dan manajemen baru PD Irian Bhakti yang sudah berhasil wujudkan merger ini. Sebab selama ini DPRP khawatir, menunggu serta mamantau, dan mengawasi proses perkembangan merger yang prosesnya sudah lima tahun, dan baru terjadi sekarang ini, oleh karena itu, hasil yang baik di penghujung tahun 2018 bagi Papua harus kita syukuri”, kata Carolus Bolly, SE, MM, Ketua Komisi III DPRP kepada TIFAOnline melalui telepon, Sabtu (29/12/2018).

Ketua Komisi III DPRP juga menegaskan bahwa pihaknya masih tetap pada pendirian bahwa perusahaan atau anak perusahaan PT. IBM yang tidak menghasilkan lagi sebaiknya ditutup, dan fokus pada perusahaan yang benar-benar bisa menghasilkan.

“Masih ada “Pekerjaan Rumah” lain juga yang harus diselesaikan IBM dan Pemda sendiri, yakni terkait Percetakan Rakyat Papua dan TV Mandiri Papua, walaupun, TV Mandiri kalau tak salah masih belum jadi anak perusahaan PT IBM. Tetapi, itu menjadi suatu catatan yang harus menjadi perhatian kita semua. Agar, dalam pemerintahan dua periode Gubernur Lukas Enembe dan Wagub Klemen Tinal nantinya, tidak meninggalkan jejak-jejak perusahaan yang tidak produktif. Itu harapan Komisi III DPRP”, kata Carolus Bolly lagi.

Menurutnya kalau perusahaan tidak menghasilkan, ujungnya menjadi beban APBD Pemprov. Itu konsekuensinya. Oleh karena itu dengan merger ini Komisi III DPRP meminta agar Direksi PT. IBM Holding Company harus selektif, termasuk dalam menyeleksi unit usaha atau anak perusahaan mana yang akan tetap dipertahankan dan bisa jadi produktif dan mana yang memang harus di bubarkan.

Setelah melalui proses yang berliku dan panjang, proses merger PD Irian Bhakti ke PT. Irian Bhakti Mandiri (IBM) Holding Company akhirnya secara resmi dilakukan, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang berlangsung di Gedung Negara Jayapura, Jumat (29/12/2018) malam.

Sempat tertunda waktu pelaksanaan RUPS dari sore ke malam hari, RUPSLB di pimpin Sekda Papua, TEA  Hery Dosinaen yang mendapat mandat resmi dari Gubernur Papua Lukas Enembe selaku pemegang saham tertinggi.

RUPSLB dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris PT. IBM Holding Company, diantaranya Komisaris Johanis Saraun, Direktur Utama Yumin Wonda, dan Direktur Keuangan Melo Hironimus. (Titie Adam/ walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan