HEADLINEPOLITIK LOKAL

Nehemia Wospakrik Dimata Ketua Tim Koalisi Partai, Guru Politik yang Sederhana dan Merakyat, Tak Sungkan Berbagi Nasi Padang

Nehemia Wospakrik dimata Ketua Tim Koalisi Partai, guru politik yang sederhana dan merakyat, tak sungkan berbagi nasi padang, tampak Ny. Mulyana Andi Rifai, SH, Ketua DPC Hanura Biak yang juga Ketua Koalisi Partai Politik pengusung pasangan Hery-Nehem di Pilkada 2018 lalu. (Foto : Amri/TIFAOnline)Nehemia Wospakrik dimata Ketua Tim Koalisi Partai, guru politik yang sederhana dan merakyat, tak sungkan berbagi nasi padang, tampak Ny. Mulyana Andi Rifai, SH, Ketua DPC Hanura Biak yang juga Ketua Koalisi Partai Politik pengusung pasangan Hery-Nehem di Pilkada 2018 lalu. (Foto : Amri/TIFAOnline)

TIFAOnline, BIAK— Kepergian Nehemia Wospakrik, SE, MM, B.Sc, Wakil Bupati Biak terpilih periode 2019 – 2024 banyak meninggalkan jejak dan kesan positif di hati para koleganya, baik selama ia menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Biak Numfor selama dua periode dan satu periode sebagai Wakil Ketua DPRD maupun dalam kehidupan sehari – harinya berinteraksi dengan sesama.

Seperti yang di tuturkan oleh Ny. Mulyana Andi Rifai, SH, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Biak Numfor yang dalam Pilkada 2018 lalu menjadi Ketua Tim Koalisi Partai Politik Bulan Demokrasi Karya Hati Nurani yang mengusung pasangan Herry – Nehem yang terdiri dari gabungan Partai Bulan Bintang (PBB), PDI-Perjuangan, Golongan karya dan Hanura.

“saya memiliki banyak kenangan dan kesan dengan beliau, karena saya ini adalah buah pengkaderannya, karena sebelum saya jadi Ketua DPC Hanura, saya adalah kadernya Pak Wospakrik di Golkar, jadi meskipun kami pisah partai, tapi komunikasi dan hubungan kami tetap akur dan saling mendukung, bisa di bilang beliau adalah guru politik saya, karena sosoknya bijak, sangat santun, dan selalu memberikan kami nasehat – nasehat sangat berguna bukan hanya urusan politik, tapi dalam hidup dan keseharian juga”, kata Ny. Mulyana Andi Rifai, SH dengan mata berkaca – kaca kepada TIFAOnline, usai prosesi ibadah penghormatan terakhir di TPU Yafdas, Biak, Senin (31/12/2018) sore kemarin.

Menurutnya sosok Nehemia Wospakrik bukanlah tipe orang pendendam, justru hatinya lembut dan selalu mengajarkan kebaikan dan memaafkan orang lain apabila kita diperlakukan jahat atau tidak baik.

“saya selalu ingat kata – katanya, bahwa hidup itu harus melihat ke depan, kita tidak usah hidup dalam masalah di masa lalu atau dendam, dan nasehat itu berguna baik dalam hidup maupun kerja – kerja politik kami baik di DPRD maupun di masyarakat”, kata Ny. Mulyana Andi Rifai lagi.

Selama berinteraksi dengan Nehemia Wospakrik, ia tidak akan pernah lupa wejangan dan bimbingan yang diberikan kepadanya, termasuk bagaimana agar dirinya bisa lebih tenang, mengontrol emosi, dan tidak tergesa – gesa dalam mengambil sikap dan keputusan.

“beliau itu yang ajarkan saya bagaimana hidup itu bisa ikhlas, bagaimana kita kendalikan diri, apalagi sebagai seorang politisi, karena saya ini orangnya emosional, kadang terburu – buru dalam ambl keputusan, dan beliau banyak bombing saya untuk belajar dari kekurangan – kekurangan saya, makanya saya bisa sampai di karir politik seperti saat ini”, kata Ny. Mulyana Andi Rifai, SH.

Kesan dan kenangan mendalam menurut Ny. Mulayan Andi Rifai adalah saat – saat masa kampanye dimana dirinya sebagai Ketua Tim Koalisi Partai dan juga kantor DPC Hanura Biak Numfor dijadikan Sekretariat Koalisi Partai sehingga interaksi di antara keduanya makin intens.

“bisa dikatakan setiap saat kami berkomunikasi dan berkoordinasi semasa kampanye kemarin, di situ saya lihat beliau adalah pemimpin yang sangat sederhana, tidak ingin di perlakukan seperti boss, benar – benar merakyat, dengan kami juga tidak ada batas dan sekat, dalam hal makanan apa yang kami makan, itu juga yang beliau makan, bahkan sering sekali kami makan nasi bungkus nasi padang itu dengan berbagi, baik dengan saya maupun dengan Tim lainnya, apalagi kalau stok kurang, karena beliau lebih utamakan orang lain dulu”, kata Ny. Mulyana lagi sambil menahan kesedihannya mengenang sosok Nehemia Wospakrik.

Menurutnya saat ini sosok Nehemia Wospakrik adalah figur pemimpin ideal untuk Kabupaten Biak bahkan juga Papua ke depan, karena memiliki kapasitas leadership yang komplit, kematangan secara spiritual, sehingga segala macam persoalan dan masalah yang di sampaikan kepada Nehemia Wospakrik baik selama di partai maupun di DPRD selalu ada solusi konstruktif yang di tawarkannya.

“begitu banyak impiannya yang ingin di wujudkan untuk masyarakat dan daerah Biak ini, dan jadi komitmen kami untuk mewujudkan impian dan visinya tentang Biak ke depan”, kata Ketua DPC Hanura Biak Numfor itu. (amri/R1)

Tinggalkan Balasan