HEADLINEHUKUM & HAM

Beredar Foto Diduga Anaknya Bentangkan Bintang Kejora, Bupati Nduga Bilang Itu Editan, Kerjaan Oknum Yang Iri Karena Tidak Bisa Sekolah ke Luar Negeri

Beredar foto diduga anaknya bentangkan Bintang Kejora, Bupati Nduga bilang itu editan, kerjaan oknum yang iri karena tidak bisa sekolah ke luar negeri, tampak tampilan akun Instagram milik Rockdoggs yang di duga milik anak ketiga Bupati Nduga sebelum akunnya di non aktifkan untuk umum. (Foto : Ist/TIFAOnline)Beredar foto diduga anaknya bentangkan Bintang Kejora, Bupati Nduga bilang itu editan, kerjaan oknum yang iri karena tidak bisa sekolah ke luar negeri, tampak tampilan akun Instagram milik Rockdoggs yang di duga milik anak ketiga Bupati Nduga sebelum akunnya di non aktifkan untuk umum. (Foto : Ist/TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA– Sebuah foto pemuda tengah memegang bendera Bintang Kejora disertai beberapa kalimat yang terkesan mendukung gerakan TPN/OPM di Papua di unggah dari akun Instagram dengan nama Rockdoggs yang di duga berdomisili di Australia.

“Saya minta pak Bupati (Nduga-Red) mengklarifikasi soal foto ini, karena diduga kuat ini merupakan foto anak kandung beliau”, kata Kolonel (Inf) Muhammad Aidi, Kapendam XVII/ Cenderawasih kepada sejumlah awak media pekan lalu, Rabu (26/12/2018).

Kapendam mengaku foto tersebut diperoleh dari akun media sosial Instagram, dimana yang bersangkutan sedang berada di Australia. Sejak foto tersebut dikantonginya, Kapendam mencoba melakukan konfirmasi secara langsung kepada Yarius Gwijangge, Bupati Nduga dengan maksud meminta klarifikasi kepada dirinya maupun anaknya arti dari gambar yang di unggah tersebut.

“saya sudah coba untuk konfirmasi soal gambar ini, apakah anak kandung Bupati ini ada kaitannya dengan kelompok ini atau hanya gaya-gayaan saja”, kata Kapendam menambahkan bahwa pemilik akun dan foto pemuda yang ada dalam akun tersebut adalah putra ketiga Bupati Kabupaten Nduga.

Dalam akun instagram Rockdoggs, terlihat seorang pemuda yang di duga adalah anak ketiga Yarius Gwijangge yang tengah menempuh pendidikan di Australia memegang bendera Bintang Kejora dengan caption ‘Tidak bisa menyangkal jati diri sebagai ank Bangsa Papua’  MERDEKA dengan dibumbui emoji kepalan tangan dan 100 persen # lawan #merdeka.

Kapedam berharap Bupati Nduga, Yarius Gwijangge dapat memberikan klarifikasi terkait foto dimaksud, apalagi foto tersebut sangat terkait dengan kredibilitasnya sebagai pejabat negara dan pemimpin di Kabupaten Nduga.

“Pak Bupati ini kan panutan dan seorang pejabat, jadi kami berharap beliu bisa menjelaskan soal foto ini”, kata Kolonel (inf) Muhammad Aidi pekan lalu, Rabu (26/12/2018).

Foto tersebut, menurutnya sudah diupload di Instagram Rockdoggs sebelum kejadian pembantaian karyawan PT. Istaka Karya di Nduga pada 2 Desember 2018, dan memang banyak foto yang serupa yang diperoleh pihaknya dari akun tersebut.

Berdasarkan penelusuran TIFAOnline, Kamis (27/12/2018) siang pada akun Rockdoggs dan Rockdoggs1, foto pemuda yang di duga adalah anak ketiga Bupati Nduga tengah memegang kain bermotif Bintang Kejora sudah tidak ada dalam galeri akun tersebut.

Namun masih ada satu foto pemuda yang sama tengah berdiri bersandar pada sebuah tembok dengan lukisan motif bendera Bintang Kejora sebagai latarnya.

Foto yang diunggah pada 1 Desember 2017 tersebut tertulis caption ‘Romans 8:31 As Long as you know that God is for you, it doesn’t matter who is agains you, ditambahi emoji kepalan tangan dan dua tangan terlipat serta #PapuaMerdeka.

Namun, saat TIFAOnline mencoba mengkonfirmasi lewat akun tersebut terkait keberadaan foto itu, Kamis (27/12/2018) malam, akun tersebut telah terkunci dan tidak dapat diakses lagi oleh pengguna umum.

Terkait hal tersebut, akhirnya Selasa (1/1/2019) kemarin, Bupati Kabupaten Nduga, Yarius Gwijangge melakukan klarifikasi secara langsung kepada Kapendam XVII/Cenderawasih dan sejumlah awak media di Mapendam XVII/ Cenderawasih.

Bupati Nduga menepis dugaan keterlibatan anak kandungnya sebagai seorang simpatisan TPN/OPM lantaran memegang bendera Bintang Kejora.

Menurutnya foto tersebut direkayasa, dimana foto yang disebarkan lewat akun instagram anak ketiganya itu adalah foto editan, dimana saat itu anaknya sedang duduk di kursi dan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab mengedit foto tersebut di ditempelkan gambar bendera.

“ini bukan foto asli, foto senang – senangan (gaya – gayaan-Red) saja, anak saya sebenarnya duduk di kursi dan foto itu diedit dan ditempelkan”, kata Yarius Gwijangge, Bupati Nduga saat memberikan klarifikasi kepada Kapendam XVII/Cenderawash, Kolonel (Inf) Muhammad Aidi dan dihadapan sejumlah wartawan di Markas Penerangan Kodam (Mapendam) XVII/Cenderawasih, Selasa (1/1/2019) kemarin.

Terkait dengan foto tersebut, ia sudah mengkonfirmasi langsung kepada anaknya, dan anaknya mengaku bahwasanya tidak mungkin melakukan hal itu apalagi dengan kapasitasnya sebagai anak Kepala Daerah, sehingga ia harus menghormati jabatan yang diemban Bapaknya.

“jadi saya pelajari foto itu dan saya tanya anak saya. Anak saya katakan Bapak saya Kepala Daerah, dan saya harus jaga nama baik orang tua”, kata Yarius Gwijangge menirukan jawaban anaknya.

Ia sendiri tidak mengerti apa motif dibalik penyebaran foto editan tersebut, yang pasti menurutnya jika di telisik lebih mendalam tentu akan ada dampak hukum terkait penyebaran foto tersebut.

“Ini sangat salah, dan orang sebenarnya tidak boleh membesar-besarkan, yang memunculkan gambar itu adalah anak-anak Papua, saya tidak paham kenapa disiarkan foto ini, atau bisa saja kabupaten yang saya pimpin sementara kondisinya tidak aman sementara saya diluar,” kata Bupati

Disinyalir oknum yang menyebarkan foto tersebut adalah anak-anak Papua yang iri lantaran tidak di sekolahkan keluar negeri.

“sebagai Bupati saya sekolahkan anak-anak saya keluar negeri, ya mereka yang sebarkan ini mungkin iri karna tidak disekolahkan di luar negeri, kalau mau sekolah ya kasi tau Bupatinya mereka agar bisa sekolah disana”, kata Yarius Gwijangge lagi.

Jadi sebenarnya, kata Bupati, soal foto yang beredar tersebut bukanlah masalah besar, namun lebih kepada faktor keirian, sehingga mengembangkan isu saja.

“mungkin karena saya lebih memilih berdiam diri, mungkin karena orang emosi dan harus dengar keributan saya melalui ini,” katanya menegaskan kembali bahwa dirinya adalah Indonesia dan membiayai sekolah anak-anak di Nduga menggunakan dana Indonesia.

“anak-anak saya punya kewajiban mendukung saya sebagai orang tua, mendukung bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena bangsa ini yang melindungi kita, sehingga saya menyampaikan permohonan maaf,” katanya lagi.

Ia juga berpesan kepada sesama Papua agar tidak saling menjelekkan apalagi lewat media sosial.

“Kalau ada persoalan lebih baik diserahkan kepada Tuhan”, pungkas Bupati Nduga. (Titie Adam/ Walhamri Wahid)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan