HEADLINESOSIAL KEMASYARAKATAN

Dua Jam Sebelum Mangkat, Sempat Sopiri Mobil Sendiri, Ini Sumbangsih “Kaka Bro” Nehemia Wospakrik Bagi Umat Muslim Biak

Dua jam sebelum mangkat, sempat sopiri mobil sendiri, ini sumbangsih “Kaka Bro” Nehemia Wospakrik bagi umat muslim Biak, tampak Abdul Kadir, Ketua DPC PBB Biak yang juga adalah Sekretaris KKSS Biak Numfor. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Dua jam sebelum mangkat, sempat sopiri mobil sendiri, ini sumbangsih “Kaka Bro” Nehemia Wospakrik bagi umat muslim Biak, tampak Abdul Kadir, Ketua DPC PBB Biak yang juga adalah Sekretaris KKSS Biak Numfor. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, BIAK— Sosok Nehemia Wospakrik, SE, MM, B.Sc bukan hanya dikenang baik di masyarakat asli Biak saja, namun di kalangan masyarakat pendatang yang bermukim di Biak juga nama dan jasanya cukup di kenang oleh warga, khususnya yang beragama Islam.

“beliau pernah jadi Ketua Kontingen MTQ Kabupaten Biak dan kami jadi Juara Umum Tingkat Provinsi ketika itu, itu salah satu prestasi buat Biak, khususnya kami, itu karena perhatian dan dukungan beliau yang total, cukup banyak jasanya bagi umat muslim di Biak, jadi kami sangat dekat dan sangat kehilangan sekali mengetahui bahwa beliau pergi begitu cepat, padahal rasanya baru kemarin saya ada berdiri dan bincang – bincang dengan Bapak”, kata Abdul Kadir, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (DPC PBB) Kabupaten Biak Numfor kepada TIFAOnline, di sela – sela pemakaman (Alm) Nehemia Wospakrik, SE, MM, B.Sc, Wakil Bupati Biak terpilih periode 2019 – 2024 di TPU Yafdas Biak, Senin (31/12/2018) lalu.

Kontribusi Nehemia Wospakrik lainnya menurut Abdul Kadir bagi umat muslim di Biak adalah pelataran Masjid Raya Biak.

“pelataran Masjid Raya Biak yang di bagus seperti saat ini itu termasuk salah satu perjuangan beliau selama jadi anggota DPRD sehingga bisa di anggarkan dalam APBD”, kata Abdul Kadir, Ketua DPC PBB Biak Numfor dan juga Sekretaris KKSS Biak Numfor itu.

Abdul Kadir yang juga adalah Sekretaris Tim Koalisi Partai Politik Bulan Demokrasi Karya Hati Nurani pengusung pasangan calon Herry – Nehem pada Pilkada Biak 2018 lalu menuturkan bahwa perkenalan antara dirinya dengan Nehemia Wospakrik sudah terjalin erat dari orang tuanya yang dulu adalah Penasehat Partai Golkar di Biak yang juga adalah Ketua KKSS Biak.

“kami semua ini dulu termasuk binaan beliau, saya juga dulu di Golkar sebelum jadi Ketua DPC PBB Biak, jadi kami sangat dekat, kayak orang tua saya, tapi juga teman, panggilan akrab kita itu “Kaka Bro”, karena memang Pak Nehemia orangnya low profil, dekat dengan semua, termasuk dengan umat muslim, beliau tidak membeda – bedakan orang, agama, suku, sangat nasioonalis, pemimpin terbaik dari Biak menurut saya”, kata Abdul Kadir.

Ia merasa sangat kehilangan karena sehari sebelum hari Natal ia sempat berbincang – bincang lama di depan Hadi Supermarket dengan Almarhum tentang kondisi Biak dan visi Nehemia Wospakrik untuk Biak ke depan.

“saya masih ingat, beliau bilang suruh kami jaga kesehatan supaya bisa damping beliau nanti sama – sama pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di Jayapura pada bulan Maret, besoknya hari Natal saya juga ke rumahnya untuk silaturahmi, dan keesokan harinya, Selasa (26/12/2018) beliau sempat menelpon saya, kalau hitung itu 2 jam sebelum beliau meningagal telpon saya”, kata Abdul Kadir dengan mata berkaca – kaca.

Setelah habis di telpon itu sejam kemudian ia mendapat kabar bahwa Nehemia Wospakrik telah berpulang di RSUD Biak karena serangan jantung.

“beliau telpon saya hari itu ajak untuk pergi Natalan ke beberapa rekan partai lainnya, tapi saya lagi sibuk bikin LPSDK partai untuk ke KPU jadi saya minta maaf tidak bisa ikut, mungkin dia merasa juga ada tanda – tanda akan pergi, menurut sopirnya hari itu selesai dari salah satu pengurus Golkar, terus sempat mampir di Telkomsel isi pulsa kah, tidak biasanya ‘Kaka Bro’ ini mau bawa mobil sendiri, padahal ada sopirnya, jadi kata sopir Bapak ngotot mau bawa mobil lalu suruh sopir duduk di samping sampai pulang ke rumah”, kata Abdul Kadir menuturkan.

Sesampainya di rumah, tiba – tiba Nehemia Wospakrik merasakan sakit pada dadanya, bahkan ketika itu sempat di panggilkan dokter bahkan juga di lakukan terapy kejut, sebelum di bawa ke RSUD Biak.

“saya mewakili umat muslim di Biak turut duka cita mendalam, kami sangat kehilangan karena tidak ada lagi orang yang bisa jadi tempat curhat kami, selalu berikan pemikiran yang bijak, padahal kami punya harapan besar ke beliau untuk jadi pemimpin di Papua kelak, tapi Tuhan berkehendak lain”, kata Abdul Kadir tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan