HEADLINERAGAM SPORT

Minim Dukungan Pemda, Ini Prestasi Klub Panah Manuhua Archery Biak

Minim dukungan Pemda, ini prestasi klub panah Manuhua Archery Biak, tampak Coach Udin bersama anak didiknya ketika berlatih di Lapangan Putra Angkasa Biak, Sabtu (1/5/2019). (Foto : Amri/ TIFAOnline)Minim dukungan Pemda, ini prestasi klub panah Manuhua Archery Biak, tampak Coach Udin bersama anak didiknya ketika berlatih di Lapangan Putra Angkasa Biak, Sabtu (1/5/2019). (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, BIAK— Meski selama ini prestasi yang di torehkan pada beberapa kejuaraan di tingkat nasional selalu menggondol medali emas dan mengharumkan nama Kabupaten Biak keluar Papua, namun dukungan dan support dari Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor kepada klub memanah Manuhua Archery Biak di rasa masih sangat minim.

“beberapa perlengkapan dan peralatan yang ada saat ini semua dukungan dari orang tua anak – anak yang jadi atlit panahan di klub ini, juga ada dukungan dari Ketua Klub Marsekal Pertama (TNI) Fajar Adrianto, M.Si. Han, makanya kami tetap eksis sampai hari ini, karena alat terbatas, bila semua anak didik hadir, alat terbatas, sehingga kita baku ganti, tenaga pelatih juga kurang, makanya salah satu atlit saya perbantukan sebagai Asisten saya”, kata Zainuddin yang akrab di panggil Coach Udin, selaku Pelatih Kepala di manuhua Archery Biak dalam bincang – bincang dengan TIFAOnline, di sela – sela latihan pagi di Lapangan Putra Angkasa Biak, Sabtu (5/1/2019).

Saat ini Manuhua Archery adalah satu – satunya klub memanah yang masih aktif, sebelumnya ada dua klub memanah lainnya namun saat ini sudah tidak aktif lagi yakni klub memanah YPK dan Karyendi.

Pelatih Kepala atlit panahan Manuhua Archery Biak, Coach Udin di dampingi Asisten Pelatih, Sampir Purnomo. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

“saat ini kita membina sekitar 36 atlit panahan, mulai dari usia SD, SMP, SMA dan umum, dan setahu kami sih belum ada dana pembinaan yang kami terima entah dari KONI, maupun dari Pemda Biak, beberapa kejuaraan yang kami ikuti di luar Papua, seingat saya baru sekali di bantu, tapi kondisi tersebut tidak menyurutkan kami untuk terus membina adek – adek yang berbakat ini, apalagi orang tua mereka cukup mensupport anak – anaknya yang berlatih di sini, jadi kami juga agak terbantu apalagi dalam hal peralatan latihan”, kata Coach Udin di damping Asisten Pelatih Sampir Purnomo.

Menurutnya latihan selama masa libur ini di genjot pagi dan sore hari, sedangkan di hari sekolah biasanya latihan di sore hari saja.

“saat ini kita lagi genjot, agar ada yang bisa ikut seleksi Pelatda untuk mempersiapkan atlit panahan jelang PON XX Tahun 2020 mendatang, saat ini sih baru 1 atlit kami yang sudah lolos seleksi Pelatda, makanya kami genjot agar ada banyak atlit – atlit panahan dari Biak yang bisa lolos”, kata Coach Udin optimis.

Menurutnya dari sekian banyak anak didiknya yang di persiapkan untuk mengikuti seleksi Pelatda sebanyak 16 atlit dari berbagai umur.

“hari ini pas tidak hadir semua karena ada beberapa yang izin libur, sedianya ada 3 divisi yang kami persiapkan untuk seleksi nanti  yakni Divisi Nasional, Divisi Ronde atau Divisi Recurve dan Compund”, katanya.

Bicara soal prestasi yang pernah di torehkan klub panahan Manuhua Archery Biak bukan di tingkat local lagi namun sudah nasional, justru menurutnya event di tingkat local Papua bisa di bilang tidak pernah ada.

“kita pernah ikut Kejuaraan Borneo Open di Balikpapan tahun 2016 kemarin, kita bawa pulang 1 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu, selain itu juga pernah ikut Kejuaraan Pined Open, itu Kejuaraan Nasional Terbuka di Bandung, kita dapat 1 emas dan 2 perunggu, sedangkan medali terbanyak yang pernah kita bawa pulang waktu ikut Kejuaraan Indonesia Memanah untuk tingkat usia SD, kita berhasil bawa pulang 5 medali emas sekaligus”, kata Coach Udin.

Menurutnya untuk operasional latihan setiap hari para atlit mendapat dukungan dari orang tua mereka masing – masing.

“kita tidak berlakukan tariff atau uang pendaftaran untuk gabung ke klub ini, biasa pengertian orang tua sendiri, sumbangan mereka bukan kita gunakan untuk honor pelatih ataupun kebutuhan atlit, biasa digunakan untuk pengadaan peralatan dan perlengkapan pelatihan, misalnya ganti bantalan yang rusak”, kata Asisten Pelatih, Sampir Purnomo menimpali.

Pada kesempatan tersebut mereka mengucapkan terima kasih atas dukungan yang tiada henti dari Danlanud Manuhua Biak, Marsekal Pertama (TNI) Fajar Adrianto, M.Si. Han, yang selama ini rela berkorban untuk kelangsungan klub panahan Manuhua Archery Biak, dan juga para orang tua atlit yang selalu support anak – anak mereka berlatih.

“ini kan jelang PON, tentunya kita berharap ada atlit – atlit dari Manuhua Archery Biak ini yang menorehkan prestasi, makanya kami terus memotivasi mereka untuk latihan serius, hanya pada kesempatan ini kalau boleh kami berharap ada dukungan dari Pemda Biak,ataupun KONI Biak buat cabor ini, khususnya buat kami di Manuhua Archery ini, biar bisa lebih focus berlatih dan menorehkan prestasi bawa nama baik Biak ke kancah nasional”, kata Coach Udin berharap. (walhamri wahid)

1 Komentar

  • Terimaksh media Tifa online yg sdh memuat berita ttg keberadaan tim panahan Manuhua Archery..Saat ini, kekuatiran kami adalah Koni Papua melalui pengurus perpani papua membeli atlet jadi panahan dari luar Papua,,lalu bgm dgn aspek pembinaan yg selama ini digembargemborkan oleh Ketua Koni Papuaterimaksh

Tinggalkan Balasan