HEADLINETANAH PAPUA

Warga Keluhkan Buka Tutup Ruas Jalan Trans Manokwari – Wasior, Bikin Antrian Panjang Berjam – jam

Warga keluhkan buka tutup ruas jalan Trans Manokwari – Wasior, bikin antrian panjang berjam – jam, tampak antrian kendaraan menanti giliran lewat dari pagi hingga sore hari. (Foto : Ist/ TIFAOnline)Warga keluhkan buka tutup ruas jalan Trans Manokwari – Wasior, bikin antrian panjang berjam – jam, tampak antrian kendaraan menanti giliran lewat dari pagi hingga sore hari. (Foto : Ist/ TIFAOnline)

TIFAOnline, MANOKWARI— Sejumlah warga masyarakat yang hendak bepergian dari Wasior – Ransiki – Oransbari menuju Manokwari dan sebaliknya mengeluhkan singkatnya waktu yang diberikan kepada pengendara jalan melewati salah satu titik ruas jalan dimaksud yang sedang dalam pengerjaan proyek jalan.

“di ruas jalan dekat Distrik Oransbari itu ada pembongkaran gunung kah untuk jalan, hanya waktu yang diberikan untuk kendaraan lewat itu singkat sekali, padahal kita sudah menanti berjam – jam, masa hanya 10 menit saja terus di tutup lagi, terus tunggu dua jam lagi baru buka lagi, kami harus antri panjang sekali, kasihan ibu – ibu yang bawa anak kecil, menangis kepanasan, kalau bisa mereka kerja malam kah, karena kerjanya dari pagi sampai jam 5 sore”, kata seorang masyarakat kepada TIFAOnline melalui saluran telepon, Jumat (4/1/2019).

Menurutnya di jalan masuk ke ruas yang sedang di kerjakan terpasang papan pengumuman buka jalan, dimana sejak pagi hari sampai sore hari, lalu lalang kendaraan hanya di perkenankan sebanyak 3 kali dengan waktu yang sangat singkat sekali.

tampak papan pengumuman buka tutup jalan yang di pasang 100 meter sebelum lokasi proyek. (Foto : Ist/ TIFAOnline)

“mereka sudah mulai tutup jalan dari jam 08.00 WIT – 10.00 WIT, kemudian pada pukul 10.00 WIT – 10.15 WIT mereka buka selama 15 menit saja, lalu tutup kembali dari pukul 10.15 WIT – 12.00 WIT, kemudian buka kembali dari pukul 12.00 WIT – 13.00 WIT,  karena mereka istirahat makan siang jadi agak lama, kemudian tutup lagi jam 13.00 WIT – 15.00 WIT, dan pada pukul 15.00 WIT – 15.15 WIT kembali di buka selama 15 menit, lalu pukul 15.15 WIT sampai pukul 17.00 WIT tutup”, kata seorang warga yang mengaku dari pagi sudah antri tapi belum dapat giliran untuk lewat padahal karena mobil yang antri jumlahnya ratusan.

Untuk itu warga berharap agar pekerjaan tersebut di kerjakan pada malam hari saja, karena masyarakat merasa lebih aman bila jalan melalui rute tersebut pada siang hari ketimbang malam hari.

Hingga kini masyarakat juga bingung apakah proyek ruas jalan ini proyeknya Provinsi, Kabupaten ataukah pusat, karena di lokasi proyek tidak ada papan proyek, sehingga masyarakat mau protes atau menyampaikan keluhan juga tidak tahu kemana, karena di lokasi kerja ada aparat yang mengatur buka tutup jalan, sehingga masyarakat terpaksa ikut saja maunya pekerja proyek. (JW02/R1)

Tinggalkan Balasan