HEADLINENASIONAL

Ketua PW Ansor se-Indonesia Bertemu Presiden, Ini Yang Dipaparkan Ketua Ansor Papua

Ketua PW Ansor se-Indonesia bertemu Presiden, ini yang dipaparkan Ketua Ansor Papua, tampak Amir Mahmud Madubun berpose dengan Presiden Joko Widodo usai acara pertemuan. (Foto : ist/TIFAOnline)Ketua PW Ansor se-Indonesia bertemu Presiden, ini yang dipaparkan Ketua Ansor Papua, tampak Amir Mahmud Madubun berpose dengan Presiden Joko Widodo usai acara pertemuan. (Foto : ist/TIFAOnline)

TIFAOnline, JAKARTA— Sebanyak 34 Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor se- Indonesia audiens dengan Presiden RI, Ir. Joko Widodo di Istana Negara, Jumat (11/1/2019), termasuk ikut di dalamnya Amir Mahmud Madubun, SH, MH, Ketua PW GP Ansor Papua yang juga mendapat kesempatan untuk memberikan paparan pembangunan dan kondisi – kondisi actual dalam perspektif GP Ansor Papua.

“selain teman – teman membahas isu – isu nasional, Presiden juga sangat tertarik dengan beberapa isu – isu local dalam perspektif kami, termasuk salah satunya isu – isu local di Papua, sehingga saya di berikan kesempatan untuk memaparkan beberapa kondisi terkini di Tanah Papua dalam perspektif GP Ansor”, kata Amir Mahmud Madubun, SH, MH, kepada TIFAOnline melalui pesan WhatsApp, Jumat (11/1/2019) malam usai kegiatan di maksud.

Menurutnya, sebagai ketua PW GP Ansor Papua ia memberikan apresiasi kepada Presiden RI yang telah melakukan pendekatan khusus kepada masyarakat Papua, baik secara personal maupun juga kebijakan – kebijakan yang menjawab sejumlah persoalan dan kerinduan masyarakat Papua, dalam hal pembangunan.

Termasuk juga masalah Freeport, menurut Amir Mahmud Madubun, Presiden juga meminta pandangan dan perspektifnya soal akuisisi saham Freeport oleh pemerintah, dan memberikan sebagian sahamnya kepada Orang Asli Papua (OAP) kepada Pemerintah Provinsi dan kabupaten.

“saya juga memberikan apresiasi terhadap upaya sungguh – sungguh dari pemerintahan Jokowi soal pengambil alihan 51% saham Freeport secara mayoritas, itu adalah anugerah, karena di era beliaulah peristiwa tersebut bisa terjadi, namun saya juga mengkritisi dampak dari kebijakan tersebut yang perlu di pikirkan oleh pemerintah, dalam hal tenaga kerja, karena saat ini banyak terjadi PHK di sana, dan para pekerja itu saat ini nganggur, sehingga Pemerintah harus memikirkan kondisi tersebut, agar tidak menimbulkan gejolak sosial lagi, apalagi banyak yang di PHK adalah saudara – saudara kita dari Papua”, jelas Amir Madubun lagi.

Ia juga menjelaskan bahwa pada kesempatan tersebut juga Presiden meminta masukan dan informasi dari dirinya sebagai Ketua GP Ansor Papua terkait beberapa isu, tapi menurutnya hal tersebut bersifat of the record, sehingga ia tidak bisa membocorkannya kepada media.

Sebanyak 34 Ketua PW GP Ansor se- Indonesia yang di pimpin oleh Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo  dengan agenda untuk silaturahmi dan berdiskusi dengan Presiden RI terkait situasi terkini di Tanah Air dalam perspektif pengurus GP Ansor dari masing – masing provinsi.

Seperti penjelasan Ketum GP Ansor, yang akrab di panggil Gus Yaqut kepada sejumlah awak media di Jakarta usai kegiatan tersebut, bahwa dalam diskusi dengan Presiden jajaran pengurus GP Ansor membahas soal pembangunan, politik, juga tantangan bangsa Indonesia ke depan, termasuk di dalamnya bagaimana komitmen GP Ansor untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang sudah di depan mata.

Namun Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa posisi GP Ansor se- Indonesia secara organisasi atau lembaga menyatakan netral dalam Pemilu 2019 mendatang, semua pilihan termasuk dalam hal Pilpres di kembalikan masing – masing kader untuk memilih Capres – Cawapres yang terbaik, karena secara kelembagaan GP Ansor terikat dengan khittah NU.

Menurut Ketua Amir Mahmud Madubun, Ketua PW GP Ansor Papua, pertemuan antara Ketua PW GP Ansor se-Indonesia berlangsung tertutup di Istana Negara, dimana Presiden di damping Sekretaris Negara, Pratikno. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan