HEADLINEPROFIL

Sponsored Inosentia Annie Winerungan Gebze, SH, Perempuan Berdarah Marind Pertama yang Jadi Anggota DPRP Lewat Jalur Parpol

Inosentia Annie Winerungan Gebze, SH, perempuan berdarah Marind pertama yang jadi anggota DPRP lewat jalur parpol. (Foto : Ist/TIFAOnline)Inosentia Annie Winerungan Gebze, SH, perempuan berdarah Marind pertama yang jadi anggota DPRP lewat jalur parpol. (Foto : Ist/TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Tidak banyak politisi perempuan dari wilayah selatan Papua yang mendapat kesempatan bisa duduk di kursi legislative, khususnya di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) selama ini.

Setelah mangkatnya (Almh) Agustina Basik – Basik, politisi perempuan Marind dari Partai Golongan Karya yang berhasil tembus ke Senayan sebagai anggota DPR – RI Dapil Papua periode 2009 – 2014, kemudian di susul dengan mangkatnya (Almh) Kanisia Mekiuw, yang terakhir menjabat sebagai Ketua DPRD Merauke, dan selanjutnya muncul nama (Almh) Maria Elisabet Kaize yang duduk di DPRP lewat jalur pengangkatan adat.

Kini muncul satu penerus tiga politisi perempuan berdarah Marind yang sudah mangkat tersebut, Inosentia Annie Winerungan Gebze, SH, yang baru saja di lantik sebagai anggota DPRP Pegganti Antar Waktu (PAW) dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bersama dengan 4 anggota DPRP lainnya dari Partai Gerindra dan Hanura, Jumat (11/1/2019) malam kemarin di Gedung DPRP.

“mereka bertiga adalah idola saya, saya belajar dari perjalanan karir mereka tiga, sehingga bisa duduk sebagai legislative, apalagi dengan Mama Agustina Basik – Basik, beliau itu termasuk salah satu perempuan panutan saya dalam hidup maupun di dunia politik”, kata Inosentia Annie Winerungan Gebze, SH saat bincang – bincang dengan TIFAOnline, di salah satu kafe di seputaran Kotaraja, Minggu (13/1/2019).

Putri dari seorang Ayah anggota TNI-AD Permesta dan Ibu seorang perempuan asli Marind yang berprofesi sebagai guru tersebut bukanlah orang baru di jagat politik Papua, karena selain menjalani profesi wiraswasta, sebagai Direktris CV Putri Mandarin, Inosentia A.W. Gebze, SH sudah mulai menggeluti dunia politik sejak tahun 2004

“Bapak saya orang Manado, ibu saya Margaretha Doiwag Jolmend, orang asli Marind dari Kampung Wambi, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, sebenarnya Kakek saya Kahol, Nenek saya Gebze, tapi zaman dulu di kampung itu keluarga saya Kepala Suku, jadi ada adat – istiadat anak itu harus jadi barter, jadi Ibu saya di serahkan ke marga Yolmen, makanya Ibu saya pake marga Yolmen, tapi kalau aslinya Kahol – Gebze”, kata Inosentia A.W. Gebze, SH menuturkan latar belakang keluarganya

Anak kedua dari tiga bersaudara yang lahir dan besar di Jayapura, 23 Januari 1973 itu mengaku pertama kali menggeluti dunia politik pada tahun 2004, dimana dirinya termasuk salah satu inisiator pendirian Partai Persatuan Daerah (PPD) yang ketika itu di pimpin oleh Osman Sapta Odang (OSO) yang kini juga menjadi Ketua Umum Partai Hanura tempatnya bernaung saat ini.

“ini kali kedua saya jadi anggota DPRP di sisa masa jabatan atau masuk lewat jalur PAW, waktu tahun 2002 – 2004 lewat PPD juga saya pernah jadi anggota DPRP gantikan Ibu Yosephine Pigai dari Dapil V Papua, sehingga saya rasa tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dan menjalankan tugas – tugas sebagai wakil rakyat di sisa masa jabatan ini”, kata Inosentia Annie Winerungan Gebze, SH mengaku tidak canggung menjalankan tugas – tugasnya di DPRP yang kurang dari setahun ke depan.

Sebagai anggota DPRP yang masuk di sisa masa jabatan, Inosentia A.W. Gebze mengaku memang tidak memungkinkan untuk maksimal menjalankan tugas – tugasnya sebagai perwakilan rakyat di Dapil VII Papua yang meliputi Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel, namun ia bertekad untuk memberikan yang terbaik dan ada beberapa agenda dan isu local yang jadi prioritasnya untuk ia suarakan di level provinsi di sisa masa jabatan ini.

Ia mengakui meski dirinya bukan Orang Asli Papua (OAP) dari selatan Papua alias blasteran, namun ia tidak bisa menutup diri dan matanya terhadap kondisi masyarakat di selatan Papua, sehingga itulah yang memotivasi dirinya untuk terjun ke dunia politik dan menyumbangkan tenaga, pikiran, waktunya untuk mengurusi rakyat di Dapil VII Papua.

“salah satu inspirator saya adalah Ibu saya, bagaimana beliau sebagai Guru juga menyempatkan waktu untuk mengurusi orang banyak ketika itu, sehingga walau saya blasteran, tapi saya punya hati dan kerinduan yang besar untuk bisa menjadi jembatan bagi masyarakat dan Pemda di Dapil VII dengan Pemerintah Provinsi, karena panggilan hati itulah, meski saya sudah beberapa kali gagal di Pileg di Dapil VII ini, namun saya tetap maju di Dapil VII dan tidak berusaha pindah Dapil, karena saya ingin berbuat sesuatu untuk keluarga besar saya yang ada di Dapil VII”, katanya lagi.

Karena motivasinya terjun ke dunia politik adalah bagaimana ia bisa menjadi corong bagi tanah leluhurnya di Dapil VII, dan bukan sekedar ambisi untuk duduk di DPRP.

“ada beberapa teman merekomendasikan agar saya pindah Dapil, apalagi selama ini saya aktifitas interaksi tinggi di Jayapura, tapi bagi saya terjun ke dunia politik adalah ingin menolong dan menyuarakan apa yang menjadi keprihatinan masyarakat dari tanah leluhur saya di selatan Papua, itu lebih utama dari sekedar lolos dan duduk di kursi DPRP, makanya saya tetap setia di 2019 besok kembali maju dari Dapil VII”, kata Inosentia Annnie Winerungan Gebze, SH, sambil tertawa lebar.

Bentuk cinta dan kepeduliannya terhadap masyarakat dan kampung halaman leluhurnya Merauke, maka selama ia menjadi kontraktor dan Direktris CV. Putri Mandarin, salah satu visi dan misinya adalah bagaimana bisa membawa pekerjaan dari Provinsi Papua ke daerah selatan Papua, sehingga bisa ikut menolong rakyat di selatan Papua tentunya melalui kegiatan yang di dapatkannya. (walhamri wahid)

Biodata Singkat

Nama                           : Inosentia Annie Winerungan Gebze, SH

T T L                           : Jayapura, 23 Januari 1973

Agama                         : Kristen

Riwayat Pendidikan   :

(1) TK Pertiwi XII (1979)

(2) SD Negeri Inpres Vim I, Japsel (1985)

(3) SMP Negeri I Abepura (1988)

(4) SMA YPPK Taruna Dharma Jayapura (1991)

(5) Universitas Kristen Indonesia Jakarta (2002).

Riwayat Pekerjaan      :

  • Manager Marketing PT. Kuri Tiara Prima (Kontraktor dan Leveransir), (2002 – 2004).
  • Direktris CV. Putri Mandarind (20204 – sekarang)

Riwayat Organisasi     :

  • Pengurus KNPI Kota Jayapura periode 2007 – 2011
  • Pengurus PKK Papua periode 2008 – 2010
  • Pengurus KNPI Provinsi Papua periode 2018 – 2023.

Tinggalkan Balasan