HEADLINEOPINISEPAK BOLA

Persipura Depak Lessa Siapa Calon Pengganti ?

Ada dua pelatih asing yang tak punya klub, Rober Rene Albert (Belanda) ex pelatih PSM Makasar serta Mario Gomes (Argentina) ex Persib Bandung. Juga ada dua pelatih asal Brazil Stefano Cugarra Tejo ex Persija dan Gomes de Oliviera, semua punya kekurangan dan kelebihan, siapa yang akan dipilih manajemen Persipura ?

Oleh    : Nico Dimo*

Manajemen Persipura akhirnya mengumumkan secara resmi memberhentikan Osvaldo Lessa dari kursi Pelatih Kepala Tim Persipura Jayapura.

Bahkan pernyataan resmi itupun disampaikan langsung oleh Asisten Manager Tim Mutiara Hitam, Bento Madubun seperti di lansir oleh salah satu media local Papua.

Bahkan pria yang juga berlatar belakang wartawan inipun, sudah memberi sein lampu hijau bahwa manajemen sudah memutuskan untuk mendatangkan pelatih pengganti Lessa dari beberapa pelatih asing asing yang sudah pernah menangani tim Liga Indonesia.

Tentu kajian manajemen Persipura tentang pelatih penggati Osvaldo Lessa, setidaknya sudah memenuhi unsur kepatutan, seperti track record, jam terbang dan kepatutan sang calon selama melatih di Liga Indonesia.

Sepak terjangnya membawa tim ada pada rangking klesemen seperti apa, papan atas, tengah atau selalu buncit.

Tentu kita berharap bisa menjadi solusi dalam menentukan nama pelatih yang akan diputuskan menggantikan Lessa dan siap menukangi Boaz Salosa sebagai The Dream Champion sepanjang masa dengan jenderal 5 bintang ini.

Memang jika menyimak para pelatih asing yang saat ini tak lagi memiliki tim, tentu ada nama Rober Rene Albert asal Belanda ex pelatih PSM Makasar serta Mario Gomes asal Argentina ex Persib Bandung.

Kita berharap jika manajemen ingin menjadikan Tim Persipura kembali pada top permainan tim, maka dua nama pelatih ini sama-sama memiliki kelebihan jika dipercayakan menangani tim milik rakyat Papua ini menjadi terbaik di musim 2019.

Tentu alasan adalah karena sepakbola Belanda dan Argentina sama memiliki permainan kualitas tim serta power body penguasaan bola yang menguntungkan tim, dan selalu menerapkan sentuhan permain tuntas di mulut gawang lawan.

Dan Belanda terkenal dengan tiki-taka dan Argentina terkenal dengan kombinasi taki-taka dan power speed.

Selain mereka berdua ada da 2 nama pelatih asal Brazil Stefano Cugarra Tejo ex Persija dan Gomes de Oliviera ex pelatih Madura Untid (MU) namun Tejo saat menukangi Persija terlihat ada beberapa pemain Papua di tim Persija tapi terlihat pelatih ini jarang memainkan, ini pasti akan sulit jika melatih tim dengan mayoritas anak Papua.

Begitupun Gomes de Oliviera tak ada imajinasi yang ia miliki untuk mengkonsep karakter membentuk style sepakbola anak Papua dengan ciri khas, jadi bagi saya manajemen tentu perlu berhati-hati dan harus jeli.

Tapi kalo ilmu dan sertifikasi tentu mereka berempat tak di ragukan, yang paling utama adalah sang calon pelatih harus mengenal karakter para pemainnya, bangun komunikasi dua arah bersama pemain dan tim offisial serta satu yang tak kalah penting adalah mampu membaca permainan tim lawan yang akan menjadi calon lawan tim Persipura baik pertandingan home dan pertandingan ke kandang lawan.

Sisi ini sangat penting menjadi perhatian karena pasti pelatih yang menukangi Boaz Salosa dkk tentu sudah memiliki daftar permain dari tiap tim dan para penain yang ada dalam tim, sehingga analisa pertandingan sudah menjadi awal kekuatan tim Persipura untuk mengantisipasi permainan lawan. *(Penulis adalah mantan pemain Persipura era 80-an)

Tinggalkan Balasan