HEADLINEHUKUM & HAM

Ketua LMA Port Numbay Minta Walikota Tinjau Perizinan dan Kegiatan di Pasar Malam Kotaraja, Wakil Walikota Bilang Akan Periksa Izinnya Darimana

Ketua LMA Port Numbay minta Walikota tinjau perizinan dan kegiatan di Pasar Malam Kotaraja, Wakil Walikota bilang akan periksa izinnya darimana, tampak Wakil Walikota, Ir. Rustan Saru (kiri) dan George Awi, Ketua LMA Port Numbay (kanan) dalam satu kesempatan. (Foto : ist/TIFAOnline)Ketua LMA Port Numbay minta Walikota tinjau perizinan dan kegiatan di Pasar Malam Kotaraja, Wakil Walikota bilang akan periksa izinnya darimana, tampak Wakil Walikota, Ir. Rustan Saru (kiri) dan George Awi, Ketua LMA Port Numbay (kanan) dalam satu kesempatan. (Foto : ist/TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, George Arnold Awi meminta agar Pemerintah Kota Jayapura meninjau perizinan dan kegiatan pasar malam yang berlokasi di Kotaraja, apalagi di duga di dalamnya sebenarnya terjadi praktek judi yang di kemas dalam sejumlah permainan.

“kalau tidak ada izin dari Pemkot, kegiatan itu harus di tutup, tapi kalau ada izin dari Pemkot sebaiknya Pemkot meninjau ulang, karena yakin saat mereka mengurus izin tidak memberitahukan kegiatan sebenarnya apa, pasti di katakan sebagai hiburan masyarakat, Pasar Malam”, kata George Arnold Awi, Ketua LMA Port Numbay ketika di hubungi TIFAOnline, melalui saluran telepon, Rabu (16/1/2019) sore.

Menurutnya memang masyarakat membutuhkan hiburan rakyat yang murah meriah, tapi kalau di dalamnya ada praktek – praktek perjudian, itu sama saja ingin merusak moral dan sendi tatanan adat dan sosial masyarakat.

“ini kan merusak moral masyarakat, dengan iming – iming hadiah, berharap dapat banyak, tapi sebenarnya yang ada malah merugikan masyarakat, apalagi kegiatan itu bisa di akses oleh segala umur, hiburan seperti itu tidak mendidik, karena perjudian kan jelas aturannya di negara ini, melangagr hukum, jadi Pemkot harus segera menyikapi aktifitas di Pasar Malam itu”, kata George Arnold Awi lagi.

Ia juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kota Jayapura untuk bisa mengontrol diri dan keluarga masing – masing untuk tidak tergoda dan terlena dengan iming – iming hadiah atau kaya mendadak lewat perjudian, togel, atau bentuk lainnya yang tengah beredar di masyarakat.

“dari pada kita habiskan waktu kita untuk kegiatan tidak produktif seperti judi, togel, dan lainnya, masyarakat jangan gampang tergoda, harus masing – masing jaga diri dan keluarga agar tidak terjebak dalam kegiatan iming – iming hadiah, karena belum ada orang yang kaya karena  judi, kalau ribut di keluarga, atau bangkrut dan terjerumus ke hal – hal negative banyak”, kata Ketua LMA Port Numbay tersebut menghimbau masyarakat Kota Jayapura.

Sebagai Ketua LMA dirinya sangat menyayangkan kalau kegiatan – kegiatan yang tidak mendidik seperti togel, judi dan aktifitas lainnya kian menjamur di Kota Jayapura tanpa ada penindakan dari aparat, karena kegiatan tersebut justru merugikan masyarakat saja, menjanjikan impian semu semata.

Wakil Walikota Jayapura, Ir. Rustan Saru ketika di konfirmasi TIFA Online apakah kegiatan tersebut ada izin dari Pemerintah Kota baik lisan ataupun tertulis, Wakil Walikota mengaku belum mengetahui dan akan menelusuri perizinannya.

“sabar yah ade, nanti kita telusuri dulu perizinannya, darimana yang memberikan izin, terima kasih informasinya”, kata Ir. Rustan Saru, Wakil Walikota Jayapura menjawab SMS konfirmasi TIFAOnline, Rabu (16/1/2019) sore.

Terkait perizinan kegiatan Pasar Malam yang di duga sebagai kedok untuk aktifitas judi, pengelola Pasar Malam, Yanto yang di hubungi TIFAOnline melalui pesan singkat SMS, Rabu (16/1/2019) pukul 17.00 WIT, hingga berita ini di naikkan tidak membalas SMS konfirmasi TIFAOnline.

Bahkan SMS meminta klarifikasi atau tanggapan dirinya sebagai pengelola Pasar Malam terkait kegiatan yang di kelolanya adalah praktek judi yang di samarkan, Yanto juga tidak memberikan tanggapan atau klarifikasi.

Ketika TIFAOnline mencoba menelpon, ternyata nomor yang digunakan sedang tidak aktif atau tidak dapat di hubungi.

Sehari sebelumnya, Selasa (15/1/2019), setelah berita TIFAOnline di publish, Yanto sempat menghubungi TIFAOnline lewat telepon untuk bertemu secara langsung dengan wartawan TIFAOnline untuk duduk ngopi – ngopi, tapi permintaan tersebut di tolak secara halus oleh TIFAOnline.

“kita ketemu dulu lah, ngopi – ngopi, dimana begitu kah, silaturahmi lah”, kata Yanto melalui telepon, Selasa (15/1/2019) pukul 21.30 WIT. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan