HEADLINETANAH PAPUA

Bupati Keerom Akan Studi Bandingkan 38 Kepala Kampung Baru di Keerom ke Jogjakarta

Bupati Keerom akan studi bandingkan 38 Kepala Kampung baru di Keerom ke Jogjakarta, tampak Triwarno Purnomo, S.STP, M.Si, Kepala DPMK Kabupaten Keerom. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Bupati Keerom akan studi bandingkan 38 Kepala Kampung baru di Keerom ke Jogjakarta, tampak Triwarno Purnomo, S.STP, M.Si, Kepala DPMK Kabupaten Keerom. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, KEEROM— Sebagai salah satu program untuk peningkatan kapasitas Kepala Kampung yang baru terpilih pada Pemilihan Kepala Kampung Serentak di 38 kampung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom telah menganggarkan kegiatan Studi Banding ke beberapa kampung di Jogjakarta.

“sesuai perintah dan petunjuk Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, rencana bulan Februari kegiatannya, jadi ada 38 Kepala Kampung yang baru terpilih dalam Pemilihan langsung serentak kemarin baik yang secara pemilihan langsung maupun musyawarah kampung, semuanya kita akan berikan penguatan kapasitas melalui kegiatan studi banding ke Jogjakarta”, kata Triwarno Purnomo, S.STP, M.Si, Kepala DPMK Kabupaten Keerom saat ditemui di ruang kerjanya di Arso, Rabu (16/1/2019).

Lebih lanjut Kepala DPMK Kabupaten Keerom menjelaskan bahwa sesuai UU Desa, Pemda Kabupaten Keerom sudah melaksanakan Pemilihan Kepala Kampung secara serentak sebanyak dua kali yakni pada tahun 2016 dan yang terakhir di tahun 2018 kemarin.

“untuk desa tujuan di sana masih sedang kita survey, tapi akan kita cari yang karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan beberapa kampung yang ada di Kabupaten Keerom, jadi selain mereka akan belajar tentang tata kelola administrasi kampung, juga kita akan dalami tentang aplikatif penggunaan dana desa di beberapa desa yang berhasil di Jogjakarta sana”, kata Triwarno Purnomo, S.STP, M.Si lagi.

Menurutnya di Jogjakarta ada beberapa desa yang berhasil dalam pemanfaatan dana kampung untuk mengelola BUMDes, ada juga yang sukses dalam pengembangan peternakan.

“kita berharap melalui kegiatan studi banding ini, para Kepala Kampung yang baru terpilih bisa memiliki pemahaman dan wawasan yang lebih baik sehingga pengelolaan Dana Desa (DD) yang dari pusat, Alokasi Dana Desa (ADD) yang dari kabupaten dan dana Prospek yang dari Provinsi bisa lebih di rasakan manfaatnya oleh masyarakat di kampung”, kata Kepala DPMK lagi.

Menurutnya kegiatan tersebut sesuai dengan petunjuk dan perintah dari Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH yang menginginkan terjadi peningkatan kapasitas dari para Kepala Kampung sebelum melaksanakan tugasnya.

Menurutnya sesuai petunjuk Bupati Keerom, setelah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dimaksud, baliknya barulah Kepala Kampung akan di sosialisasikan Peraturan Bupati terkait dengan Petunjuk Teknis (Juknis) penggunaan dan pengelolaan dana – dana yang akan diterima oleh kampung.

Menyinggung kegiatan DPMK di tahun 2019 sendiri menurutnya tetap focus pada tupoksi yang sudah di tentukan, salah satunya adalah memastikan agar terlaksananya tanggung jawab DPMK dalam hal percepatan dan ketepatan penyaluran DD, ADD dan Dana Prospek agar lancar, cepat, dan tepat waktu.

“saat ini untuk pengawasan ketiga sumber dana untuk kampung tersebut kita berlakukan pengawasan berjenjang, jadi semua LPJ dari kampung itu sudah di awasi dan di koreksi mulai dari tingkat pendamping kampung, kemudian di Distrik lagi, dan sebelum ke kami di DPMK ada 6 staff ahli dari provinsi yang melakukan pengawasan dan evaluasi terlebih dahulu baru kami rekomendasikan”, kata Triwarno Purnomo, S.STP, M.Si, Kepala DPMK Kabupaten Keerom. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan