HEADLINEHUKUM & HAM

(Masih) Ada Diduga Oknum ASN Buka Praktek Calo di DPMPTSP Kota Jayapura ?

(Masih) ada diduga oknum ASN buka praktek calo di DPMPTSP Kota Jayapura ?, tampak kantor cabang JNE Jayapura yang sempat di pasangan Satpol PP LIne, karena di duga tidak memiliki izin, karena mengurus izin sejak ulang Juni 2018 tapi ditahan oleh seorang yang di duga oknum ASN DPMPTSP Kota Jayapura. (Foto : Amri/ TIFAOnline)(Masih) ada diduga oknum ASN buka praktek calo di DPMPTSP Kota Jayapura ?, tampak kantor cabang JNE Jayapura yang sempat di pasangan Satpol PP LIne, karena di duga tidak memiliki izin, karena mengurus izin sejak ulang Juni 2018 tapi ditahan oleh seorang yang di duga oknum ASN DPMPTSP Kota Jayapura. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, JAYAPURA— Meski sudah di tetapkan sebagai kawasan zona integritas, bebas calo dan bebas pungli, bahkan begitu kita memasuki pintu kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap (DPMPTSP) Kota Jayapura yang berlokasi di belakang Jayapura Mall begitu banyak peringatan dan himbauan yang terpajang di dinding kantor, namun di duga masih ada oknum – oknum Aparatur Sipil negara (ASN) di kantor DPMPTSP Kota Jayapura yang menawarkan jasa calo pengurusan surat – surat perizinan kepada para pengusaha.

Hal tersebut terbukti dalam kasus pemasangan Satpol PP Line oleh petugas Satpol PP Kota Jayapura terhadap kantor JNE Cabang Jayapura yang beralamat di Tanjakan Ale Ale, Padang Bulan, Abepura, Jumat (11/1/2019) pagi dua pekana lalu, yang awalnya di duga tidak memiliki perizinan sejak bulan Juni 2018 lalu tetapi masih tetap melaksanakan aktifitas usahanya hingga di periksa Jumat (11/1/2019) belum lama ini.

“kami sebenarnya sudah urus perpanjangan perizinan sejak sebelum habis masa waktunya, seingat saya sejak bulan Juni 2018 lalu, memang yang urus dan proses pimpinan cabang yang sebelumnya, bukan saya, jadi di uruskan oleh “orang dalam”, bahkan kami sudah bayar fiscal juga, jadi tadi pagi itu saya sudah yakinkan Satpol PP bahwa kita ada urus izin, hanya tidak tahu kenapa SITU, SIUP-nya di tahan oleh oknum ASN di Dispenda (DPMPTSP-Red) sampai sekarang, saya sudah kasih lihat bukti bayar fiscal juga, tapi tetap dari petugas Satpol PP tadi pasang Satpol PP Line di kantor kami”, kata kata Rusmal Jaya, Kepala Cabang JNE Jayapura saat di temui di kantornya, Jumat (11/1/2019) malam.

Menurutnya semenjak dirinya di tempatkan sebagai Kepala Cabang JNE Jayapura, ia sudah menugaskan staffnya ke kantor DPMPTSP untuk menanyakan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) kepada oknum ASN di kantor DPMPTSP Kota Jayapura, tapi katanya ada persyaratan yang kurang sehingga belum bisa di terbitkan SITU, SIUP kami.

“kalau memang masih ada berkas yang kurang, kenapa tadi siang begitu kantor kami di pasangi Satpol PP Line, saya kontak beliau dan saat saya tiba di kantor DPMPTSP, sudah di sambut, SITU dan SIUP nya sudah jadi, langsung bisa saya ambil, padahal sebelum – sebelumnya ulang – ulang kami tanya katanya ada berkas yang kurang jadi tidak bisa terbit”, kata Rusmal Jaya sambil memperlihatkan foto SITU, SIUP atas nama PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) di handphonenya tertanggal Jumat (11/1/2019).

Menurutnya sebelumnya oknum ASN di kantor DPMPTSP mengatakan bahwa harus melampirkan Akta Pendirian Perusahaan JNE Jayapura tersendiri, padahal pengalaman dirinya mengurus perizinan, karena JNE Jayapura adalah Kantor Cabang sehingga selama ini di daerah manapun cukup melampirkan Akta Pendirian JNE Pusat saja.

Rusmal Jaya enggan menyebutkan nama oknum ASN dimaksud, dan berkelit bahwa dirinya hanya memiliki foto oknum di maksud, namun ketika TIFAOnline meminta foto oknum ASN yang menjadi “calo”-nya, Rusmal Jaya menolak memperlihatkan.

Ketika di tanya apakah dirinya di mintai sejumlah uang sebagai pelicin untuk proses pengurusan perizinan perusahaannya, Rusmal Jaya tampak enggan membeberkan kepada wartawan, namun ia tidak membantah juga, hanya tersenyum kecut dan mengalihkan pembicaraan.

TIFAOnline yang berada di kantor JNE Jayapura pada Jumat (11/1/2019) lalu hingga pukul 22.00 WIT sempat menyaksikan proses pelepasan Satpol PP Line oleh salah satu petugas Satpol PP karena terjadi kesalahpahaman dimaksud.

Bahkan saat TIFAOnline mengambil gambar petugas Satpol PP yang melepas Satpol PP Line di maksud, ditegur keras oleh petugas tersebut dan meminta TIFAOnline menghapus foto yang sudah diambil.

“ini kita belum tutup kantor, karena kalau tutup pintu pasti Satpol PP Line ini rusak, tadi sudah di sampaikan, apabila kami merusak Satpol PP Line ini bisa di denda pulihan juta, makanya kami tunggu orang Satpol PP datang lepas dulu baru bisa tutup kantor”, kata Rusmal Jaya yang mengaku tidak ingin mempersoalkan tindakan tersebut meski nama perusahaannya sudah jadi perbincangan di sosial media karena di pasangi Satpol PP Line, apalagi saat itu banyak pelanggan yang komplain barangnya belum sampai – sampai.

Terkait hal itu, wartawan TIFAOnline sudah berusaha mengkonfirmasi kepada Yohanes Wemben, SH, MH, Kepala DPMPTSP beberapa kali di kantornya namun gagal bertemu karena kesibukannya.

Bahkan pekan kemarin saat sudah berjumpa dengan Kepala DPMPTSP di kantornya, yang bersangkutan hanya membaca identitas kartu pers yang di sodorkan oleh TIFAOnline, namun mengatakan belum bisa di wawancarai karena mau ada rapat pimpinan di Walikota, dan berlalu menuju ruangan lain, dan tidak lama kemudian menuju ke mobil dinasnya dan berlalu meninggalkan wartawan TIFAOnline di meja resepsionis.

Hingga berita ini di naikkan, TIFAOnline belum berhasil mengkonfirmasi kepada oknum ASN kantor DPMPTSP yang di duga sebagai ‘Calo”, karena beberapa ASN yang coba di tanyai TIFAOnline mengaku tidak mengetahui juga dan memilih bungkam. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan