HEADLINEPILEG

Sisa 83 Hari Lagi, KPU Keerom Harap Bupati Bisa Segera Jawab Usulan Dana Hibah

Warga tidak punya e-KTP tidak bisa nyoblos, KPU Keerom minta Dukcapil genjot perekaman & pencetakan e-KTP, tampak Ketua KPU Keerom, Korneles Watkaat. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Warga tidak punya e-KTP tidak bisa nyoblos, KPU Keerom minta Dukcapil genjot perekaman & pencetakan e-KTP, tampak Ketua KPU Keerom, Korneles Watkaat. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, KEEROM— Pasca diterimanya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Keerom dari KPU RI untuk pelaksanaan Pemilu serentak di bulan April 2019 mendatang dimana pelaksanaan Pemilihan Calon Presidan dan Calon Wakil Presiden serta pemilihan Legislatif dilaksanakan secara bersamaan, maka KPU Keerom merasa masih membutuhkan dukungan pembiayaan demi suksesnya pemilu 2019 yang berkualitas dan sesuai dengan harapan.

“dari DIPA yang kami terima dari KPU RI hanya di alokasikan sekali saja kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) bagi penyelenggara di tingkat bawah, yakni untuk PPK, PPS dan KPPS, bila kita lihat kondisi wilayah Keerom yang sangat luas, dengan geografis dan topografi yang sulit serta SDM yang belum merata optimalnya, bisa berdampak pada hasil Pemilu yang berkualitas seperti yang kita harapkan”, kata Korneles Watkaat kepada TIFAOnline, saat di temui di ruang kerjanya di kantor KPU Keerom di Jalan Swakarsa, Senin (21/1/2019).

Menurutnya idealnya dilakukan 2 – 3 kali Bintek di tiap kampung, sehingga bisa memberikan pemahaman yang cukup kepada penyelenggara tingkat bawah, karena pelaksanaan pemilu serentak di 2019 adalah yang perdana dimana Pilpres di gabungkan dengan Pileg, sehingga dipastikan bila Bintek yang diberikan kurang akan berdampak pada pemahaman penyelenggara di tingkat bawah.

“Sesuai UU, Pemeritah Daerah wajib memberikan dana hibah kepada KPU demi suksesnya Pemilu 2019, untuk itu KPU Keerom harapkan kepada Pemda Keerom untuk dapat memberikan dukungan dana hibah yang optimal demi suksesnya Pemilu 2019”, kata Korneles Watkaat di damping dua Komisioner KPU Keerom lainnya, Frengky Tiwe dan Erend Solossa.

Menurutnya dalam penyelenggaraan Pemilu 17 April mendatang, ada lima kotak suara, lima surat suara, dan di tingkat PPS dan KPPS ada sekitar 25 formulir yang harus di isi oleh penyelenggara.

“ini beban kerja yang cukup berat kalau tidak di imbangi dengan SDM yang berkualitas tentu akan berdampak pada hasil akhir Pemilu yang juga kita tidak harapkan bersama, jadi harus ada Bintek yang cukup”, kata Ketua KPU Keerom lagi.

Menurutnya kalau soal SDM khususnya di wilayah Arso, Arso Barat dan Skamto, KPU Keerom tidak meragukan lagi, karena rata – rata penyelenggaranya sudah di isi SDM yang cukup memadai.

Hanya saja menurutnya bagi beberapa kampung di Daerah Pemilihan (Dapil) I Keerom, Ketua KPU Keerom menilai SDM yang ada di tingkat penyelenggara belum optimal sehingga masih di butuhkan Bintek yang lebih intens lagi.

“Untuk Arso Timur ke atas, Web, Tesnar, Mainem, Towe dan Senggi, itu SDM nya belum optimal, untuk itu perlu ada dukungan dana yang penuh yang saya target bila ada perhatian dari Pemda Keerom dengan dana hibah maka Bintek tentang teknis perhitungan suara, tata cara menghitung hasil perolehan suara bisa kita laukan dari kampung ke kampung di daerah yang belum siap SDM –nya itu”, katanya menambahkan bahwa di sisa waktu yang ada KPU Keerom akan roadshow dari kampung ke kampung bila Pemda segera memberikan dana hibah yang akan diajukan oleh KPU Keerom.

Menurutnya saat ini waktu pelaksanaan pemilu 2019 sisa 83 hari lagi, sedangkan sampai dengan hari ini Bupati Keerom belum berada di tempat, sehingga KPU Keerom berharap apabila usulan RAB yang akan diajukan KPU nanti sudah masuk ke Pemda bisa segera di jawab da nada perhatian serius dari Bupati Keerom.

Ia mengakui sejak pelantikan KPU Keerom belum sempat bertemu dengan Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, tapi pihaknya sudah bertemu dengan Sekda Keerom dan menyampaikan kondisi yang ada.

“waktu itu baru jumpa Pak Sekda, dan sudah di suruh buat RAB usulan kebutuhan dana tambahan bagi KPU, sedang kita susun karena harus di sesuaikan dengan DIPA dari KPU RI, karena jangan sampai ada duplikasi, jadi masih kita sinkornkan”, kata Watkaat lagi.

Ia mengaku belum mengetahui apakah di APBD Kabupaten Keerom 2019 ada di alokasikan dana hibah tambahan bagi KPU untuk suksesnya Pemilu 2019 atau tidak, tapi ia mengaku sudah beraudiens dengan Sekda dan di minta mengajukan RAB.

“kami belum tahu apakah ada plot anggaran di APBD 2019 atau tidak, hanya hasil pertemuan dengan Sekda di suruh susnn RAB, kami harap Bupati Keerom agar segera menjawab permintaan KPU segera setelah kami masukan RAB itu”, tegas Korneles Watkaat lagi.

Ketika di tanyakan berapa kira – kira dana tambahan yang dibutuhkan oleh KPU Keerom untuk kegiatan dimaksud, Ketua KPU Keerom belum bisa memberikan angka yang pasti, karena masih penyusunan RAB, namun menurutnya kurang lebih 70% – 90 % dari alokasi DIPA yang dari KPU Pusat untuk KPU Kabupaten Keerom.

Dari penelusuran TIFAOnline, DIPA Untuk Kabupaten Keerom untuk kegiatan Pemilu 2019 mendatang ini sebesar kurang lebih Rp. 16 miliar. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan