HEADLINETANAH PAPUA

Percantik Wajah Kota Swakarsa, Pemda Keerom Bangun Jalan Dua Jalur, Tapi Kok Tidak Ada Papan Informasi Proyeknya Yah ?

Percantik wajah kota swakarsa, Pemda Keerom bangun jalan dua jalur, tapi kok tidak ada papan informasi proyeknya yah ?, tampak jalan dua jalur yang bersumber dari APBD 2018, namun masih dalam pengerjaan meski saat ini sudah tahun 2019. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Percantik wajah kota swakarsa, Pemda Keerom bangun jalan dua jalur, tapi kok tidak ada papan informasi proyeknya yah ?, tampak jalan dua jalur yang bersumber dari APBD 2018, namun masih dalam pengerjaan meski saat ini sudah tahun 2019. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, KEEROM— Untuk mempercantik wajah ‘kota’ di Kabupaten Keerom, sejak tahun 2018 kemarin, Pemerintah Daerah Keerom melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Keerom tengah membangun jalan dua jalur di Swakarsa sepanjang kurang lebih 2 Km.

Dengan mulai ditempatinya Kantor Bupati Keerom yang berlokasi di Arso Swakarsa atau Kampung Asyaman dan pembangunan sejumlah infrastruktur kota di kawasan tersebut, mulai terlihat arah kebijakan Pemda Keerom yang akan menjadikan daerah tersebut sebagai ‘kota’, apalagi lokasi kantor Polres Keerom dan RSUD Kwaingga juga berada di kawasan tersebut, dan hal tersebut terbukti dengan pembangunan jalan dua jalur di Arso Swakarsa saat ini.

Namun gencarnya pembangunan sejumlah infrastruktur menjadi pertanyaan public karena tidak adanya transparansi public terkait informasi sejumlah proyek yang tengah di kerjakan itu.

“saya kurang tahu mas perusahaan apa yang kerjakan, tidak tahu juga ini dananya dari pusat, provinsi atau kabupaten, biasanya ada papan informasinya toh kalau proyek begini”, celetuk seorang pemilik warung di Kampung Arso Swakarsa kepada TIFAOnline ketika di tanyai soal kegiatan pembangunan jalan yang tengah berlangsung di depan tempat usahanya itu, Kamis (24/1/2019).

Kewajiban pemasangan papan informasi proyek di semua kegiatan proyek yang di biayai dari APBN maupun APBD diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010.

Dan juga diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor : 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung dan Permen PU Nomor : 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan, yang mana aturan – aturan di atas mewajibkan pemasangan papan nama proyek sejalan dengan semangat keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“papan proyeknya ada kok mas, ada dua di ujung sana satu, dan di ujung dekat camp satu”, kata seorang pekerja proyek jalan dua jalur di maksud saat ditanyai wartawan TIFAOnline di lokasi proyek, Kamis (24/1/2019).

Namun ketika TIFAOnline mendatangi dua titik yang di maksud tidak ada satupun papan informasi proyek yang terpajang di ruas jalan sepanjang 2 Km tersebut baik di sisi kanan maupun kiri jalan.

Saat TIFAOnline mendatangi camp para pekerja yakni sebuah ruko yang bersebelahan dengan kantor DPD Golkar Kabupaten Keerom, seorang pekerja yang menerima kunjungan TIFAOnline mengaku tidak tahu menahu soal itu, bahkan ketika di tanyai nama perusahaan yang menangani ruas dua jalur di maksud, ia juga mengaku tidak tahu nama perusahaan tempatnya bekerja.

“saya hanya pekerja harian pak, saya tidak tahu nama perusahaannya, karena pengawasnya ada keluar”, kata si pekerja tersebut.

Sesuai Perpres Nomor 54 Tahun 2010 jo Perpres Nomor 70 Tahun 2012 dan juga Permen PU Nomor : 29/PRT/M/2006 dan Permen PU Nomor : 12/PRT/M/2014 di wajibkan pemasangan papan proyek di semua lokasi proyek yang di biayai dari uang negara, dimana jumlahnya harus lebih dari 1 (satu),  di sesuaikan dengan luasan lokasi proyek, dimana penempatannya juga harus di area yang bisa di lihat dan akses oleh publik.

Adapun informasi yang di tampilkan dalam papan proyek dimaksud diantaranya berisi informasi tentang jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pelaksanaan proyek.

Apabila ada sebuah proyek yang di biayai dari uang negara dan tidak memasang papan proyek sesuai dengan spesifikasi yang sudah di tentukan, patut di duga ada sesuatu yang di sembunyikan terkait dengan kegiatan tersebut, atau bisa jadi kegiatan tersebut di laksanakan tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan penelusuran TIFAOnline di laman LPSE Kabupaten Keerom, pada tahun 2018 lalu ada lelang proyek peningkatan jalan ruas jalan Swakrsa – Wiantre (Arso V), (dua jalur) senilai Rp. 34.259.800.000, dimana pekerjaan tersebut sudah tanda tangan kontrak sejak 10 September 2018 dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Keerom.

Adapun pemenang proyek dimaksud adalah PT. Perisai Pribumi yang berkantor di Jalan Sumatera, Kelurahan Bhayangkara, Jayapura, yang mengajukan penawaran senilai Rp. 33.882.942.200.

Namun menurut informasi dari pekerja di camp perusahaan yang tengah mengerjalan jalan dua jalur yang ditemui TIFAOnline, proyek tersebut tidak sampai ke Arso V, namun yang tengah dikerjakan saat ini berakhir sampai di ujung kampung Swakarsa, sebelum memasuki jembatan menuju ke kantor Polres Keerom.

“sampai disini saja pak yang kami kerjakan setahu saya, katanya sampai Arso V, tapi mungkin bertahap kah, tapi yang kami kerjakan ini sampai di sini saja, kurang lebih 2 Km”, kata pekerja di maksud.

Hingga berita ini di naikkan, TIFAOnline belum berhasil mengkonfirmasi pihak Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Keerom maupun pihak kontraktor, apakah yang dikerjakan saat ini adalah proyek yang sama dengan yang di umumkan di LPSE dan di menangkan oleh PT. Perisai Pribumi atau bukan.

Selain proyek peningkatan jalan ruas jalan Swakrsa – Wiantre (Arso V), (dua jalur) senilai Rp. 34.259.800.000, dalam laman LPSE Kabupaten Keerom juga terdapat proyek pengawasan teknis proyek peningkatan jalan, ruas jalan Swakarsa – Wiantre (Arso V), (dua jalur) dengan pagu anggaran senilai Rp. 469.200.000.

Proyek pengawasan teknis tersebut dimenangkan oleh CV. Siram Yumai Mediatama yang beralamat di Jalan Olahraga Nomor 19, Jayapura dengan penawaran senilai Rp. 392.535.000

Penelusuran TIFAOnline juga di laman LPSE Kabupaten Keerom, pada tahun 2017 lalu, Pemda Keerom juga telah melakukan proyek perencanaan jalan dua jalur dari Kampung Yowong ke Kampung Warbo (Arso VII), dimana kontraknya sudah di tanda tangani per 19 September 2017.

Proyek perencanaan jalan dua jalur dari Kampung Yowong ke Kampung Warbo (Arso VII) tersebut bernilai Rp. 127 juta, dalam laman LPSE Kabupaten Keerom tahapan lelang dinyatakan sudah selesai, bahkan sudah tanda tangan kontrak, tapi anehnya nama pemenang proyek perencanaan tersebut tidak ada, hanya ada nama 3 perusahaan saja yang telah memasukkan penawaran, tanpa informasi siapa pemenanganya. (walhamri wahid)

2 Komentar

  • Iti sdh betul, tapi bagaimana dgn rumah2 masyarakat Asli Keerom yang ada di pinggir Jalan Trans Papua di Kampung Workwana? Nanti jadi sangat kontras. Pembangunan didaerah transmigrasi digenjot, trus bagaimana dengan nasib Orang Asli Keerom? Orang Workwana yang dipinggir jalan raya seperti dilupakan, apalagi mereka yang jauh di perbatasan didaerah Senggi, Ubrub, dan lain2 ya? Bahaya sekali pemerintahan model begini…

Tinggalkan Balasan