HEADLINEPROFIL

Tidak Kapok Maju Jadi Caleg di Dapil VII, Ini Motivasi Inosentia A.W. Gebze Terjun ke Politik

Dua kali maju caleg dari Dapil VII Papua, tapi Tuhan belum berkehendak untuk dirinya bekerja penuh selama lima tahun, dua kali pula Tuhan hantarkan dirinya menjadi anggota DPRP Pergantian Antar Waktu (PAW), tahun ini kali ketiga maju kembali dari Partai Hanura dari Dapil VII Papua meliputi Merauke, Mappi, Boven Digoel dan Asmat, apa saja motivasi dan kekuatan perempuan berdarah Malind ini sehingga tidak kapok untuk terus mencoba ?

Tidak kapok maju jadi caleg di Dapil VII, ini motivasi Inosentia A.W. Gebze terjun ke politik, tampak berfoto bersama putra - putrinya usai acara pelantikan sebagai anggota DPRP sisa masa jabatan periode 2014 - 2019. (Foto : ist/ TIFAOnline)Tidak kapok maju jadi caleg di Dapil VII, ini motivasi Inosentia A.W. Gebze terjun ke politik, tampak berfoto bersama putra - putrinya usai acara pelantikan sebagai anggota DPRP sisa masa jabatan periode 2014 - 2019. (Foto : ist/ TIFAOnline)

Oleh    : Walhamri Wahid

Dari 3 bersaudara, ia menyadari bahwa hanya dirinya yang menuruni jejak dan bakat dari Ibunya, Margaretha Doiwag Jolmend, seorang pendidik asli Malind dari Kampung Wambi, Dsitrik Okaba, Kabupaten Merauke yang memiliki visi besar untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Malind, khususnya perempuan Malind di era itu.

Sebagai seorang perempuan berdarah Malind, Inosentia A.W. Gebze, SH termasuk tangguh dan setia dengan tanah leluhurnya, makanya meski dua kali maju Caleg dari Dapil VII Papua tetapi belum pernah lolos, tidak mematahkan semangatnya, apalagi berpikir untuk pindah Dapil.

“motivasi saya terjun ke politik bukan kejar kursi atau jabatan, tapi bagaimana saya bisa menjadi corong dan saluran juga alat perjuangan bagi tanah leluhur saya di tanah Animha, jadi meski saat ini saya lebih banyak berdomisili di Jayapura, tetapi sanak kerabat masih di Merauke, dan kerinduan saya agar bisa terus menyuarakan apa yang jadi pergumulan masyarakat di tanah leluhur saya, itulah motivasi saya selama ini mengapa tetap setia dan tidak berpindah Dapil”, kata Inosentia A.W. Gebze, SH, caleg nomor urut 3 dari Partai Hanura di Dapil VII Papua kepada TIFA Online belum lama ini.

Ia memiliki impian besar bahwa suatu saat kelak ia bisa melakukan perubahan – perubahan terhadap masyarakatnya di wilayah selatan Papua, karena menurutnya lewat jalur politiklah salah satu cara agar dirinya bisa menolong dan berbuat untuk orang banyak.

“kenapa saya memilih jalur politik, karena lewat sebuah kebijakan yang kita kawal, banyak masyarakat yang tertolong, kalau kita punya harta banyak dan kita dermawan, hanya beberapa orang saja yang bisa kita tolong, paling banyak ratusan, tapi kalau kita bisa mendorong sebuah kebijakan yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat, maka banyak jiwa yang bisa tertolong”, kata Inosentia A.W. Gebze lagi dengan mimik serius.

Ia mengaku motivasi dan dorongan itulah yang membuatnya tidak pernah lelah dan kapok  untuk kembali mencoba dan terus mencoba meski sudah dua kali maju dari Dapil VII dan belum lolos.

“tugas kita adalah berusaha sungguh – sungguh, yakin dan percaya, sedangkan soal hasilnya kita serahkan ke Tuhan, itu adalah prinsip saya dalam melakukan segala sesuatu, demikian juga dalam urusan politik, sepanjang saya yakin saya mampu dan bisa, dan saya tahu bahwa niat dan hati serta pikiran saya lurus dan bersih, saya tidak akan berhenti mencoba, karena suatu saat pasti Tuhan menjawab kerinduan kita setelah kita membuktikan kesungguhan kita, dengan pantang menyerah”, kata Inosentia A.W. Gebze.

Menurutnya selama ini ada beberapa sector yang harus terus di dorong dan perlu di benahi di Daerah Pemilihan VII Papua yang meliputi Merauke, Mappi, Boven Digoel dan Asmat.

“sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur adalah beberapa persoalan utama Pemerintah Daerah di Dapil VII Papua, sebagai anggota DPRP, tentu tugas saya saat ini dan juga bila terpilih kelak bagaimana bisa mendorong dan memperjuangkan jatah pembangunan dari Provinsi untuk daerah – daerah di Dapil VII, jadi kita harus berkolaborasi, koordinasi dan mendukung pemerintah yang ada di Dapil VII, itu salah satu misi saya”, kata Inosentia A.W. Gebze, SH.

Ia ingin menjadi keterwakilan perempuan Animha dari Dapil Papua VII untuk bisa bekerja lebih giat, memberikan kontribusi pemikiran yang baik, kerja sama dengan Pemda terutama untuk melihat hal – hal apa yang bisa disatukan persepsi untuk membangun Dapil VII lebih baik lagi.

Isu perempuan juga akan jadi perhatiannya, dan salah satu motivasinya untuk terus berusaha maju sebagai caleg dari Dapil VII adalah ingin memotivasi perempuan – perempuan Animha lainnya agar punya nyali dan keberanian untuk mengekspresikan diri dan kemampuan di segala bidang.

“salah satu kekurangan kita perempuan Papua, seringkali kita sudah terkooptasi dengan pikiran dan ketakutan kita sendiri, kita belum mencoba sudah di hantui sikap pesimistis, itulah mengapa kita lihat partisipasi perempuan masih kurang, apalagi di bidang politik, padahal makin banyak perempuan di dunia politik, maka isu – isu perempuan makin banyak yang perjuangkan, dan salah satu impian saya kelak bisa lihat lebih banyak perempuan Animha yang sukses seperti beberapa pendahulu kita”, kata Inosentia AW. Gebze, SH.

Dalam hidup, baginya, masalah, hambatan, dan kegagalan bukanlah sebuah halangan, tapi itu semua adalah medium untuk pembelajaran agar tetap berusaha dan menjadi lebih baik lagi.

Menurutnya dengan keberadaan kita, artinya kita mampu, kalau kita merasa ada kemampuan kenapa harus malu dan ragu, salah satu motivator saya adalah ibunya, perempuan tegar, berpikir besar, yang mau memajukan kaumnya, dimana ia merasa darah Mamanya turun pada dirinya dan Tuhan telah memilih dirinya untuk melanjutkan visi misi sang Ibu yang sudah tiada.

“saya ada kerinduan hati untuk melihat kemajuan dan pembangunan di Dapil VII, itu adalah motivasi utama saya sejak terjun ke politik sampai hari ini, tidak pernah ada rasa capek untuk berhenti, karena itu adalah panggilan hati, orang tua, kita sebagai anak – anak walau blasteran, ada panggilan hati secara emosional untuk bangun daerah leluhur kami”, katanya lagi.

Ia menyadari bahwa masuk dalam sebuah system besar seperti DPRP tidak mungkin dirinya merubah system, namun bagaimana bisa mneyesuaikan dan beradaptasi dengan system yang ada, tanpa harus kehilangan identitas dan jati diri dengan tetap memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi Dapil-nya.

“kalau kita ada dalam system itu, pasti system akan mengatur kita, tapi bagaimana kita mampu menunjukaan sikap, harus bersuara, entah itu suara yang kita sampaikan terakomidir atau tidak itu persoalan lain, tapi kita di DPRP itu harus berani bicara apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Dapil, dan itu yang akan saya lakukan, tidak tinggal diam”, tegas Inosentia A.W. Gebze mantap.

Bicara startegi dan peta dukungan, Inosentia A.W. Gebze tidak ingin muluk – muluk apalagi sesumbar, menurutnya selama ini basis kekerabatan dan kedekatan emosional menjadi salah satu motor penggeraknya.

“konstituen saya adalah pemilih loyal, yang terbangun karena kedekatan emosional dan ideologi, juga keluarga, jadi bukan pemilih atau massa bayaran apalagi pemilih pragmatis, saya tidak ada pendekatan atau strategi khusus, kekuatan komunikasi, datang dan berjumpa dengan mereka, mendengar apa yang jadi keluhan mereka, sentuhan kasih menjadi pola – pola pendekatan saya”, kata Inosentia A.W. Gebze, yang sehari – hari menjabat sebagai Direktris CV. Putri Mandarind. (selesai)

Tinggalkan Balasan