EKBIS LOKALHEADLINE

Ini Yang Sudah Dikerjakan Dinas Perindagkop Untuk Sektor Perdagangan dan Koperasi di Keerom

Ini yang sudah dikerjakan Dinas Perindagkop untuk sektor perdagangan dan koperasi di Keerom, tampak Drs. Marthinus Simbong, Kadinas Perindagkop Keerom. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Ini yang sudah dikerjakan Dinas Perindagkop untuk sektor perdagangan dan koperasi di Keerom, tampak Drs. Marthinus Simbong, Kadinas Perindagkop Keerom. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, KEEROM— Sejumlah pembangunan fisik telah dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Peribdagkop) Kabupaten Keerom di Tahun Anggaran 2018 kemarin.

Dimana program – program yang lebih banyak di fokuskan ke beberapa distrik yang agak terpencil itu bertujuan untuk lebih menumbuhkan daya saing dan daya beli masyarakat melalui pembangunan sejumlah sarana prasarana perdagangan dan koperasi, dan juga membantu masyarakat untuk bisa memasarkan atau membeli kebutuhan mereka dengan harga dan waktu yang lebih terjangkau tentunya, ketimbang mereka harus turun ke Arso, ibukota Kabupaten Keerom.

“tahun 2018 lalu ada 4 pasar lama yang kita revitalisasi, dan juga ada 3 pasar baru yang kita bangun di Distrik Web, Senggi, Manem, semua sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler, selain itu ada juga pasar yang di bangun dengan dana bersumber dari DAU APBN dan saat ini masih berlangsung”, kata Drs. Marthen Simbong, Kadinas Perindagkop Kabupaten Keerom kepada TIFAOnline di ruang kerjanya belum lama ini.

Untuk pasar yang di revitalisasi diantranya adalah pasar Arso 3 di Distrik Skamto, Pasar Arso 14 dan Pasar Distribusi Avidjan di Swakarsa.

“di tahun 2019 ini juga kita rencanakan akan membangun pasar baru di Senggi dan Skopro rencananya di lengkapi dengan beberapa ruko yang bisa di sewakan ke swasta, sehingga perlahan ekonomi masyarakat akan tumbuh di lokasi skeitar pasar tersebut”, kata Martehn Simbong menambahkan beberapa pasar yang akan di revitalisasi di tahun 2019 diantaranya adalah Pasar Arso 2.

Sedangkan di sektor koperasi, salah satu terobosan yang dilakukan Perindagkop adalah membangun 3 unit koperasi serba guna di Distrik Towe yang di kelola oleh masyarakat secara mandiri.

“jadi kita sudah bangunakan toko koperasi, badan hukumnya, juga isi tokonya, jadi dia koperasi serba usaha dengan jenis usahanya toko sembako, bantuan yang kita berikan waktu itu berupa bahan – bahan kelontong untuk isi toko koperasi dimaksud, kita berharap tahun ini bisa memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengelola koperasi ini sehingga tujuan pendiriannya bisa tercapai”, kata Kadinas Perindagkop Keerom.

Ia mengakui dalam hal pengelolaan koperasi ini masyarakat masih belum maksimal, jadi memang membutuhkan penanganan dan extra sabar untuk membiasakan masyarakat dalam system ekonomi modern.

“penuh tantangan memang, ada yang sudah kita kasih modal barang, barang habis, modalnya juga habis, tapi ada juga yang maju, tapi kami lihat pola pengelolaannya jadi lebih swasta, karena merasa tidak ada pesaing harga yang di kasih ke public terlalu mahal, semua ini berkaitan dengan SDM, makanya tahun ini kita akan focus pelatihan SDM pengelola koperai”, kata Drs. Marthen Simbong lagi.

Meski dengan sejumlah tantangan namun jajaran Dinas Perindagkop Keerom tetap berkomitmen untuk terus memberdayakan masyarakat.

“jadi saya sudah tegaskan yang sudah dua tahun berturut – turut kita bantu permodalan da nisi toko tahun ketiga tidak akan dapat lagi, jadi harus sungguh – sungguh agar dua tahun ini bisa berkembang, kita berharap masyarakat ada kesungguhan untuk menjaga asset dan bantuan yang sudah diberikan Pemda selama ini”, kata Drs. Marthen Simbong lagi. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan