HEADLINETANAH PAPUA

Kepala Kampung Ini Pertanyakan Komitmen Pemda ‘Permak” Wajah Kampung Yowong Sebagai Beranda Keerom

Kepala Kampung ini pertanyakan komitmen Pemda ‘permak” wajah Kampung Yowong sebagai beranda Keerom, tampak Anselmus Tafor, Kepala Kampung Yowong. (Foto : Amri/ TIFAOnline)Kepala Kampung ini pertanyakan komitmen Pemda ‘permak” wajah Kampung Yowong sebagai beranda Keerom, tampak Anselmus Tafor, Kepala Kampung Yowong. (Foto : Amri/ TIFAOnline)

TIFAOnline, KEEROM— Posisi Kampung Yowong yang letaknya di perbatasan antara Kabupaten Keerom dengan Kota Jayapura yang strategis sebagai pintu masuk ke Kabupaten Keerom di harapkan bisa segera di permak agar bisa terlihat secara nyata wujud dari pembangunan yang tengah berlangsung di Kabupaten Keerom selama ini.

Hal tersebut di sampaikan Anselmus Tafor, Kepala Kampung Yowong yang juga adalah Ondoafi di kawasan tersebut saat TIFAOnline menyambangi kediamannya di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Senin (28/1/2019).

“sampai hari ini kami lihat baru SKPD Dinas Perindagkop yang sudah action di lapangan dengan membangun Pasar Yowong yang di depan Pos TNI itu, sedangkan SKPD lainnya sampai hari ini kami lihat belum ada tanda – tanda, padahal sesuai hasil pertemuan beberapa waktu lalu ada instruksi Bupati untuk semua SKPD akan keroyok pembangunan di Yowong ini supaya bisa langsung terlihat nyata, mulai dari jalan dua jalur, perumahan, termasuk pariwisata, karena Kampung Yowong ini sudah di canangkan sebagai salah satu kampung wisata”, kata Anselmus Tafor, Senin (28/1/2019).

Menurutnya selama ini setiap orang memasuki Kabupaten Keerom, sepanjang jalan yang di lihat adalah potret perumahan warga yang masih dengan kayu dan atap seadanya, menurutnya kondisi itu menjadi potret yang kurang baik.

“SKPD perumahan harus segera action, bagaimana membangun dan menyediakan perumahan yang layak untuk masyarakat di Kampung Yowong, demikian juga rencananya akan di buat jalan dua jalur, terminal, mungkin SKPD terkait bisa segera bergerak”, kata Kepala Kampung Yowong yang mengaku selama ini dirinya sebagai Kepala Kampung dan juga Ondoafi tidak pernah mempersulit soal lahan yang di butuhkan.

Menurutnya selama ini terkesan Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom belum memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang matang, sehingga pembangunan terkesan masih parsial dan tidak terintegral.

Sehingga sering kali masing – masing SKPD jalan dengan idenya masing – masing, dan tidak berkoordinasi dengan pihak – pihak adat termasuk dirinya sebagai Ondoafi dan juga Kepala Kampung Yowong.

“kita berharap tahun 2019 ini semua harus sudah action di Yowong dan keroyok pembangunan agar bisa terealisasi segera, supaya orang masuk Keerom itu melihat kesan positif, ada pembangunan di Keerom ini, bukan hanya daerah transmigrasi saja terus yang di bangun”, kata Anselmus Tafor lagi. (walhamri wahid)

Tinggalkan Balasan